peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Multimedia gallery


coklat.peperonity.net

4 Penyebab Lelaki Kurang Gairah (Artikel)

Walau secara kultural lelaki seringkali dianggap sebagai kelompok gender yang secara seksual lebih aktif daripada perempuan, gairah seksual lelaki tak selamanya tinggi terus. Ada kalanya karena satu atau lain hal, lelaki tampak kurang atau sama sekali tidak berminat melakukan kontak seksual dengan pasangannya. Masalah hilangnya gairah lelaki ini sering disalah tafsirkan perempuan.

Ada saja perempuan yang curiga suaminya "main mata" dengan perempuan lain atau measa dirinya tak lagi menarik dimata suaminya ketika si suami berkali-kali menolak atau tak menanggapi ajakan bermesraan. Padahal mungkin saja masalahnya bukan itu. Berikut beberapa alasan lelaki kehilangan gairah di ranjang.

Stres dan pekerjaan
Secara naluriah, lelaki adalah kaum pengumpul. Karena naluri itu, keterikatan laki-laki dengan pekerjaannya bisa dikatakan amat besar. Artinya, lelaki umumnya cenderung mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk pekerjaanya. Ketika ada tekanan dalam perusahaan. Entah karena tanggung jawabnya yang besar atau ada masalah dalam pekerjaannya, lelaki cenderung menjadi tertekan. Masalahnya, seks atau gairah seks erat terkait dengan keadaan stress. Prioritas seseorang yang pertama adalah menghadapi "bahaya" yang mengancam. Karena itu wajar saja jika kemudian masalah seks terabaikan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa seorang lelaki yang punya tekanan stres tinggi cenderung memiliki frekwensi berhubungan intim lebih rendah dibanding yang tingkat stresnya biasa-biasa saja.

Gangguan Fisiologis
Yang juga menentukan gairah seks bagi laki-laki adalah keadaan atau kondisi fisik. Lelaki lelah atau sakit cenderung memiliki gairah seksual rendah dibanding dengan lelaki yang sehat atau kondisi tubuhnya sedang baik. Soalnya, yang namanya gairah berasal dari otak dan ada beberapa kondisi tertentu. Seperti kelelahan yang bisa membuat otak kekurangan suplai oksigen. Keadaan ini membuat kapasitas kerja otak berkurang, sehingga pikiran-pikiran yang tidak terlalu menjadi prioritas terabaikan.

Kondisi ini cenderung sementara saja. Artinya setelah sang suami pulih setelah beristirahat beberapa gairahnya bisa muncul sendiri. Tapi beberapa penelitian baru-baru ini menemukan, kegiatan tertentu yang melelahkan fisik justru bisa meningkatkan gairah si suami. Jadi, kelelahanlah yang bisa menimbulkan berkurangnya hasrat bercinta karena rasa lelah yang disebabkan bekerja terlalu keras, kurang tidur dan sebagainya.

Takut tak mampu
Kelelahan juga bisa membawa dampak lain secara fisiologis terhadap muncul atau tidaknya gairah. Para lelaki cenderung ingin memuaskan istrinya karena bagaimana pun hal itu membuktikan kejantanannya. Aktifitas bercinta praktis membutuhkan energi yang besar. Pada saat tubuhnya lelah, ada sebagian lelaki yang memperkirakan dirinya tidak akan sanggup menunjukkan "kinerja" yang baik dalam bercinta dan karena itu lebih memilih "membunuh" hasratnya. Mereka umumnya takut kalau gairah mereka muncul dan disalurkan, hasilnya menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Karena itu mereka lebih memilih menunda sampai keadaan fisik mereka benar-benar pulih, sehingga memungkinan mereka memberi servis lebih baik pada istrinya.

Memang ada perempuan lain
Jika anda menilai pekerjaan suami terlalu menyita pikiran dan kondisi tubuhnya membaik saja sedang ia tak juga menunjukkan hasrat yang "memadai" kemungkinan penyebabnya ada dua: Pikiran sedang tak tertuju ke sana, misalnya ada siaran langsung sepak bola atau memang ada perempuan lain dalam pikirannya.

Ini bukan menakut-nakuti, tetapi jika tampak semuanya beres-beres saja, tetapi suami tak menujukkan hasrat cinta, untuk waktu yang relatif lama dengan alasan yang amat dicari-cari, kemungkinannya memang ada perempuan lain yang ada dalam pikirannya. Tentu saja, anda tak boleh langsung menuduh, karena siapa tahu ada masalah berat yang mereka hadapi, yang karena alasan tertentu, tak ingin ia ceritakan pada anda.

Menghadapi kemungkinan ini, memang tidak mudah, kerena bisa saja penilaian anda salah. Anda harus bisa memisahkan antara prasangka dan fakta. Artinya, jika memang belum ada tanda-tanda kearah perselingkuhan secara konkrit, akan lebih baik menganggap hal itu tidak ada. Kalaupun kemudian ada hal-hal yang mencurigakan, seperti cerita teman, bahwa mereka melihat suami anda sedang berjalan berdua dengan perempuan lain, hadapilah cerita tersebut dengan hati-hati. Jangan sampai keharmonisan rumah tangga anda terganggu hanya karena masalah yang sebenarnya tak ada. (cy)


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.