peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Multimedia gallery


coklat.peperonity.net

Mitos Seks yang Salah Soal Lelaki (Artikel)

Banyak orang yang menginginkan kehidupan seks yang bahagia. Hubungan seks yang bahagia selalu dinantikan oleh setiap pasangan. Namun, untuk mewujudkan hal itu bukanlah sebuah hal yang mudah. Paling tidak, pemikiran yang salah selama ini soal seks harus terlebih dahulu dibuang jauh-jauh. Hal yang salah mengenai seks yang selama ini dijadikan pegangan harus diperbaharui. Banyak sudah pemikiran-pemikiran salah mengenai seks. Tanpa disadari, hal inilah yang kerap membuat ganjalan untuk mewujudkan sebuah hubungan seks yang sehat dan bahagia.



Mitos seks, agaknya hal ini yang menjadi biang keladi terganjalnya pembentukan sebuah hubungan seks bahagia dari suatu pasangan. Perlu diketahui, mitos-mitos seks yang berkembang di masyarakat itu sebenarnya terbentuk lantaran unsur yang bernama komersialitas. Dari situlah akhirnya banyak lahir pemikiran-pemikiran seks yang dianggap sebagian orang selalu benar, tanpa terbukti secara ilmiah. Sebagai contoh kecil, jenis makanan Aprodisiak yang dipercaya turun temurun dapat membangkitkan gairah seks. Meski tanpa melalui penelitian secara ilmiah, tetap saja mitos itu berkembang baik di berbagai kalangan masyarakat.



Berikut ini ada enam buah mitos seks soal lelaki diantara puluhan mitos salah yang lain, yang selalu menjadi pegangan banyak orang. Mitos yang pertama yaitu, seorang lelaki itu selalu ready for sex. Sebenarnya, laki-laki hanyalah orang biasa yang juga sama halnya seperti perempuan, terkadang lelah, mengalami hari-hari yang buruk, bad mood atau sedang kecewa dan sebagainya yang cukup kuat menjadi alasan mereka untuk tidak siap melakukan seks. Memberi ruang pada mereka untuk merefresh pikiran, perasaan, adalah suatu hal yang bijak dilakukan agar ia kembali siap untuk seks. Bukankah hal ini yang sering menjadi kegagalan dalam mewujudkan seks yang bahagia?



Mitos kedua, seorang lelaki itu sebaiknya harus memuaskan seorang perempuan. Sebaiknya, tidak selalu begitu. Laki-laki tidak memberi perempuan kesenangan soal seks itu buruk, tetapi lebih buruk lagi bila selalu berlaku begitu. Laki-laki juga mempunyai hak untuk dipuaskan dan mendapat kesenangan dari perempuan. Untuk itulah, perempuan juga dituntut untuk mengerti apa hal yang diinginkan dan bisa memuaskan gairah seks lelaki. Pendeknya, perempuan harus pandai dalam soal teknik bercinta.



Mitos ketiga, aktifitas seks itu hanya dipusatkan pada alat genital. Sebetulnya, seks yang baik itu adalah kepuasan dari kedua pihak. Sebanyak 98 persen kepuasan seks memang terdapat pada tubuh anda. Namun, aktifitas seks itu tak harus berakhir dengan masuknya alat genital masing-masing. Dengan saling bercumbu dan merangsang bagian-bagian tubuh yang lain anda bisa mendapat kepuasan bila alat genital seorang pasangan tidak siap untuk hal itu. Intinya, kepuasan seks itu terdapat pada otak anda. Jadi, rangsanglah terlebih dahulu otak dan pikiran anda.



Mitos keempat, seks yang baik itu harus spontan dan tanpa lisan. Jujur saja, itu hanya ada di layar perak atau layar kaca anda yang fungsinya hanya sebagai hiburan semata. Perencanaan yang matang bisa menambahkan antisipasi dan menambah kemungkinan aktifitas seks yang bahagia. Komunikasi adalah inti dari hubungan seks yang baik. Mitos kelima, seorang lelaki sejati tidak harus mengungkap perasaannya. Yang benar, jika anda tidak bisa mengungkap perasaan anda, anda tidak akan bisa mempunyai kehidupan seks yang bahagia secara biologis.



Mitos keenam, laki-laki sejati dan perkasa di ranjang tidak mempunyai masalah soal seks dan selalu puas pada seorang perempuan. Yang benar, semua orang memiliki masalah soal mewujudkan hubungan seks yang bahagia. Semua lelaki sebenarnya tak hanya puas pada seorang perempuan saja. Ini adalah bukti alam yang tak pernah pudar sampai kapanpun. Ingat, lelaki itu adalah pejantan yang naluri seksnya sama halnya dengan jantan pada hewan, bedanya, manusia memiliki akal sehat dan diatur oleh aturan-aturan sosial tertentu.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.