peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


dhaniee.peperonity.net

Tasawuf

Hakikat Tasawuf

Banyak orang memperbincangkan mengenai kualitas ibadahnya kepada Allah. Karena tatacara kehidupan keseharian, yang membuat ibadah menjadi kurang bermakna, kurang memiliki arti, dan lebih kepada kewajiban belaka. Sehingga bukannya kebahagiaan yang mereka dapatkan tetapi kehampaan dalam mengarungi hidup ini.
Ibadah kepada Allah, beribadah juga hanya karena Allah. Mendekatlah kepada Allah, cintailah Allah, jadikanlah Allah tujuan utama dalam kehidupan kita, sehingga rahmat Allah, berupa nikmat didunia dan di-akhirat akan turun menghujani kita dengan derasnya.?
Seperti tertulis dalam surat Al-Jin ayat 16 :
Artinya :Dan bahwanya jika mereka tetap berada diatas jalan (metode) yang benar, niscaya Akan kami turunkan hujan (rahmat) yang lebat (nikmat yang banyak).?
Ayat diatas adalah utamanya dari Tasawwuf. Suatu kegiatan bersifat spiritual yang selalu berusaha mencari-cari jalan untuk memperoleh kecintaan dan kesempurnaan rohani hanya untuk Allah.
Jadi bila mulanya kita mengenal Ibadah yang berkaitan dengan syareat seperti rukun-rukun Islam atau rukun Iman, rukun Sholat, batal dan tidaknya, perlu juga ditingkatkan sampai ke hakekat, terus kita merenung akan kebesar Allah hingga akhirnya sampailah kita kepada ma?rifat yaitu mengenal Allah hingga timbullah apa yang dinamakan ilmu Tasawwuf.
Pengertian Tasawwuf
Mengenai asal kata tasawwuf ini banyak kalangan yang berbeda pendapat. Ada yang bilang berasal dari kata sufah, yang artinya: nama surat ijazah orang yang naik haji, bisa juga dari kata kerja safa yang artinya bersih dan suci. Ada juga yang menanggap dari kata suffah, yaitu ruangan dekat mesjid Madinah tempat Rasulullah memberi pelajaran kepada sahabatnya atau diambil dari kata suf yang berarti bulu kambing yang dibuat oleh kaum sufi dari Syiria. Memakai suf ini sendiri telah menjadi baju kebesaran orang Kristen sejak nabi Isa As. Tujuannya sendiri menuju kesederhanaan menjauhi dari sikap riya, sehingga akhirnya menjadi kaum sufi yang mempelajari ilmu tasawwuf.
Makna Tasawwuf
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, yaitu mencari jalan untuk menuju kesempurnaan dalam mencintai Allah dan memperoleh rohani yang bersih hanya kepada Allah.
Pada mulanya kaum sufi ini juga memiliki kecintaan terhadap dunia, tetapi seiring dengan meningkatnya kesufian mereka, maka berangsur-angsur kecintaan dan kelezatan dunia lalu menyusut dan menghilang untuk kemudian beralih kepada kecintaan dan kelezatan rohani semata.Yang mana kelezatan ini hanya dapat dirasakan dengan perasaan yang halus, dunia yang gaib yang bersatu dengan arti cinta dan keagungan. Tasawwuf berpindah dari alam kebendaan menuju alam rohani yang tiada batasnya.
Tujuan Tasawwuf
Menurut Imam Al Ghozali ilmu tasawwuf adalah tuntunan yang dapat menyampaikan manusia mengenal Tuhan dengan sebenar-benarnya, atau disebut ma?rifat. Oleh karena itu tujuan ilmu tasawwuf tidak lain membawa manusia, setingkat demi setingkat kepada Tuhannya. Sehingga tujuan akhir hidup didunia dan diakhirat nanti dapat tercapai.
Tujuan akhir kehidupan didunia adalah agar segala doa dan keinginan kita mudah terkabul. Sedang tujuan akhir diakhirat yaitu agar dapat bertemu dengan Allah dalam gelimang nikmat kebesaran Allah SWT.
Pengertian Ilmu
Dalam mempelajari ilmu terdapat dua pengetahuan, yaitu yang pertama ilmu mukhasyafah, yaitu ilmu untuk membuka tabir hubungan manusia dengan Allah, sedang ilmu yang satunya ilmu mu?amalah, ilmu untuk diamalkan dalam hubungan manusia dengan manusia.
Sedangkan dalam pengembangan keseharian, ilmu dibagi lagi menjadi dua yaitu ilmu yang tercela atau dimurkai oleh Allah, dan yang satunya ilmu yang berfaerah atau hikmah, ini adalah ilmu yang diridhoi oleh Allah.
Dalam mencari ilmu, tidaklah kita menjadi tercela, tetapi ketika kita mengamalkannya bisa dikatakan tercela bila terdapat 3 hal didalamnya yaitu :
1.Ilmu yang memberi mudarat pada yang mempelajari ataupun orang lain seperti ilmu sihir, santet, guna-guna dsb.
2.Ilmu yang sewaktu-waktu bila digunakan dapat membahayakan orang lain seperti astrologi, baik bila untuk mencari kebaikan, tetapi menjadi tercela ketika untuk mencari kelemahan orang lain, atau bahkan mencelakainya.
3.Menyelami ilmu tanpa batas hanya akan memusingkan dan tidak berfaedah apa-apa. Sedikit asalkan istikomah lebih baik dibandingkan banyak tetapi tidak rutin.
Ajaran ilmu berdasarkan kesufian untuk mendapatkan keridhoan Allah untuk mendapatkan jalan atau tarekat kepada Allah. Jalannya yaitu dengan mujahadah, riadah, membersihkan hati, mengosongkan dari segala yang berkaitan dengan duniawi.
Ilmu sufi ini terbagi menjadi 4 bagian yaitu :
1.Ilmu Syariat
Ilmu yang memperhatikan peraturan-peraturan agama yang diturunkan Tuhan kepada NabiNya. Sedang ilmu Syariat menurut orang sufi yaitu meninjau lebih dalam hukum-hukum syariat itu seakan membuat lebih mesra kepada hati dan jiwa seseorang, sehingga seringkali dianggap menyimpang dari hukum-hukum fiqih tertentu.
2.Ilmu Tarikat
Jalan untuk mencapai tujuan kepada Tuhannya. Orang melakukan disebut salik. Tujuan dari tarekat adalah mempertebal iman para pengikutnya sehingga tidak ada yang dicintai selain Allah.
Untuk mencapai hal tersebut manusia harus menjalankan beberapa hal seperti :
a.Ikhlas - bersih segalam amal dan niatnya dalam mengerjakan pekerjaan maupun ibadah dan beramal, hanya mengharap keridhoan dari Allah SWT.
b.Muraqobah - merasa gerak-geriknya selalu diawasi oleh Allah.
c.Muhasabah - memperhitungkan laba rugi amalnya dengan selalu menambah kebajikan.
d.Tajarrud - melepaskan diri dari segala ikatan yang menghalangi dirinya menuju jalan dalam mencapai cita-citanya kepada Allah, tetapi dengan tetap memperhatikan syariat yang ada.
Guru yang memberi petunjuk dinamakan syeh atau mursyid, ia memberikan latihan-latihan dzikir/wirid (riadah), lebih banyak menyendiri (khalwat), sehingga menetapkan ingatannya hanya kepada Allah (tawajuh).
Sedangkan pengikutnya dinamakan murid yang dibaiat oleh mursyid (guru) untuk bersumpah setia untuk menjaga diri dari segala perbuatan maksiat (melakukan taubat).
Sedangkan dzikir para sufi cara seperti :
a.Dzikir lisan, melafadkan ?Laa ilaa ha ilallah?.
b.Dzikir qalbi, hanya diucapkan dalam hati, tetapi lidah tetap bergetar dengan mengucap dalam hati ?Allah..Allah..?
c.Dzikir sirri yang diingat secara rahasia dan dilafadkan secara halus dan pelan, yaitu ?Huwa?
3.Ilmu Hakekat
Adalah ilmu untuk mencari kebenaran. Apabila kita sudah sampai pada taraf ini maka hatinya hanya terpaku kepada Allah, walaupun diberi segala macam cobaan.
Jika sampai tahap ini sudah Haqqul Yakin, maka akan terbuka hijab (hasyful mahjub). Biasanya ada laku yang dijalankan selama 7 hari atau suluk. Dimana pada akhir lakunya tersebut akan menemukan hakekat.
Apa yang ada didalam dunia hanya sementara, manusia dan benda sekelilingnya tidak ada (ada) dan akhirnya akan lenyap (fana). Dan bila dilakukan terus menerus, maka akan terbuka rahasia yang menyelubungi manusia dengan Tuhannya atau biasanya disebut kasyaf.
4.Ilmu Ma?rifat
Arti ma?rifat adalah pengetahuan untuk mengetahui segala sesuatu dengan seyakin-yakinnya, atau mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Untuk mencapai hal ini dilakukan dengan jalan tafakur (merenungkan Kebesaran Allah).
Ilmu ma?rifat sendiri bisa dicapai dengan 2 cara yaitu :
a.Ilmu adna, yang didapat dengan cara mempelajari dan usaha, membaca dan belajar.
b.Ilmu laduni, ilmu yang berasal dari Allah. Ilmu ini diberikan oleh Allah kepada siapa saja yang dikehendaki. Hal ini didapat dari taqwa, salih dan memiliki nilai kesufian.
Nilai kesufian ini disebut dengan maqomat yang meliputi :
a.Takhalli - membersihkan diri dari sifat kasar dan kotor.
b.Tahalli - mengisi dengan sifat-sifat cara hidup yang sufi dan penuh dengan kemurnian hanya karena Allah.
c.Tajalli - tempat yang nyata dimana ia melihat dan mampu memohon segala yang bersifat Ajaib karena kehendak Allah, termasuk rahasia Allah.
Bacaan Wirid Thariqat
Untuk melakukan wirid tarikat maka seseorang perlu dibaiat oleh syech atau mursyidnya. Seorang syech mendapatkan ilmu thariqat ini silsilahnya bersambung sampai kepada Rasulullah dan tidak sah bila tidak berguru kepada syech yang silsilahnya tidak sampai kepada Nabi.
Berikut adalah contoh bacaan wirid thariqat dari tarikat Qodiriyah dan Naqsabandiyah:
1.Membaca Al-Fatihah untuk Nabi, para guru/syeh yang telah mendahului khususnya syech Abdul Qodir Jaelani (Qodiriyah) & syech Junaedi Al-Baghdadi (Naqsabandiyah), untuk kedua orang tua dan arwah para muslimin dan muslimat.
2.Membaca Surat Al-Ikhlas 3x
3.Membaca Sholawat Ibrahim 1x (Sholawat pada tahiyat akhir)
4.Membaca kalimat Allah 300x pada setiap latifah
5.Ditutup dengan do?a :
artinya: ???? Ya Allah Yang Maha Kuasa, saya mengharap atas keridhoanmu dan ridho Mu itulah yang saya cari-cari dan semoga Allah memberi pada saya kesenangan dunia dan kesenangan akhirat dan tetap ma?rifat kepada Mu Ya Allah dengan ma?rifat yang tetap.
Tingkatan Manusia menurut ilmu Tasawwuf
Ma?rifat itu datangnya dari dua jurusan, yang pertama berdasar Ainur Juud atau mata kemurahan, ini murni karena kehendak Allah, dan Badzlul Majhud, ini karena riadho atau ikhtiar kita dengan daya upaya manusia.
Sedangkan tingkatan (maqom) manusia untuk sampai kepada ma?rifat seperti yang tercantum dalam kita Hilyatul Auliya adalah sebagai berikut :
1.Bertobat (At-Taubah)
2.Takut (Al-Khauf)
3.Harapan (Ar-Rajaa)
4.Orang-orang yang saleh (Ash-Solihin)
5.Para yang berhasrat dan penempuh (Al-Muridin)
6.Selalu Taat (Al-Muthiin)
7.Para Pencinta (Al-Muhibbin)
8.Yang selalu merindukan (Al-Musytaqin)
9.Para Wali atau kekasih (Al-Auliya)
10.Yang paling dekat (Al-Muqorrobin).n
Perbandingan Tasawwuf & Kebatinan
Tasawwuf mempunyai sumber satu ialah Al-Qur?an dan Hadits, walaupun bermacam-macam jalan satu sama lain yang berbeda (maksudnya disini adalah hanya pada praktek-praktek acara yang ditentukan oleh gurunya).
Sedangkan kebatinan tidak mempunyai keseragaman dalam sumber, sebab ada yang bersumber pada agama Islam, agama Hindu-Budha dan ada juga yang bersumber merupakan singkritisme (campuran) dari ketiga agama Islam, Kristen dan Budha.
Tinjauan Tujuan
Tasawwuf bertujuan :
1.Membersihakn jiwa dari sifat tercela dan menghiasinya dengan sifat terpuji
2.Tekun beribadah, bertakarub, tafakur dan dzikir kepadaNya untuk mencapai manusia baik yang diridhoi Allah
3.Mendapat ketenangan hati dengan cara musyahadah, ma?rifat billah dan selamat didunia sampai akhirat mendapat balasan surga tempat yang kekal nikmat abadi
Sedangkan kebatinan tujuannya adalah :
1.Berusaha hidup sempurna dan bahagia lahir bathin dengan membangun budi pekerti yang luhur.
2.Mensucikan jiwa dan menanamkan rasa cinta kasih.
3.Hidup damai serta gotong royong untuk kesejahteraan umat demi tercapainya kesempurnaan bathin.
Dapat disimpulkan perbedaan tujuan kedua aliran tersebut diatas adalah :
Bagi orang kebatinan, hanya menekankan hidup sempurna, bahagia lahir dan batin didunia saja.
Sedangkan bagi orang-orang tasawwuf, tekanan pada kehidupan didunia maupun akhirat.
Kandungan ajaran tasawwuf
Ajaran tasawwuf bila kita perhatikan secara seksama maka akan dibagi menjadi 4 yaitu :
1.Metaphisika, ilmu diluar alam dunia atau alam gaib yang bersumber pada keimanan kita terhadap Allah. Iman kepada Allah merupakan nikmat yang pa-ling indah, begitu juga kepada akherat yang akhirnya membawa kita kepada nikmat dalam menjalankan ibadah, dan iman akan adanya syurga akan membuat kita selalu berusaha untuk mendapatkannya dengan jalan Allah, dan mengingat neraka akan membuat kita takut dan akan selalu mencegah diri kita untuk melalukan ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.