peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


divasexy.peperonity.net

Akibat Renang

Kira-kira jam 12 siang, aku baru selesai makan, hpku berbunyi, ternyata yang menelepon adalah teman dekatku, Dina. Dia mengajakku untuk menemaninya di rumah omnya. Dia bilang omnya harus pergi untuk suatu urusan, jadi dia sendirian di rumah omnya.
"Ada kolam renangnya Nes, kamu bawa bikini aja, kita bisa berenang sampe puas", katanya. Kupikir gak ada salahnya nemenin Dina disana, toh aku juga gak ada kerjaan. Maka dengan taksi aku menuju alamat rumah omnya. Sesampai disana, Dina menyambutku hanya ber bikini. Memang bodi Dina sangat mengundang napsu lelaki yang melihatnya. Toketnya besar, pantat juga besar. Mana bikininya minim lagi sehingga toketnya seakan mau tumpah dari branya yang sepertinya kekecilan. Perutnya rata dan jembutnya yang lebat nongol dari bagian atas dan samping cd bikininya ang minim sekali.
"Dah makan Nes", tanyanya.
"Udah", jawabku.
Aku langsung diajaknya ke halaman belakang. Kulepas pakaian luarku, tinggal bikini yang gak kalah seksinya dengan bikini Dina. Aku langsung nyebur ke kolam dan berenang mondar mandir.
"Din, tadi malem kamu maen ama om ya, berapa ronde?"
"Om Rizal kuat banget deh Nes, aku dikerjainya 3 ronde, malem 2 ronde dan paginya msih sekali lagi, sampe lemes deh".
"Wah nikmat dong kamu Din".
"Iya om lama lagi maennya, aku nyampe beberapa kali baru om ngecret".
"Gede gak kontolnya".
"Gede banget, ntar kalo dia pulang kita ngelayani dia gantian ya, kamu pasti nikmat deh dientot om".
Gak lama kemudian hp Dina berdering. Dia menerima telponnya, setelah selesai Dina bilang,
"Nes, aku harus nganterin dokumen ke tempat temennya om. Om ada disana, dokumen pentingnya ketinggalan. Kamu aku tinggal sebentar gak apa ya".
Ya aku mau bilang apa. Segera Dina berpakaian dan meninggalkanku sendiri dirumah itu. Aku masuk kedalem rumah, membuka lemari es dan mengambil buah2an, cake dan minuman. Semuanya aku bawa kekolam. aku bersantai saja di kolam, makan dan minum sambil berenang. Karena cape, aku berbaring saja di dipan dipinggir kolam membelakangi rumah. Aku mendengar ada orang masuk dan berjalan kekolam.
"Din, kamu ya", kataku tanpa menoleh kebelakang.
"Aku", terdengar suara lelaki, berat. Aku segera menoleh ke belakang. Kulihat ada lelaki ganteng, tegap atletis tersenyum memandangku. Aku segera bangun dari dipan. Dia melotot memandangi tubuhku yang gak kalah merangsangnya hanya berbalut bikini minim.
"Aku om Rizal', kayanya memperkenalkan diri.
"Om ini om nya Dina ya. Saya Ines om, temennya Dina. Dina yang ngajak saya kesini, disuru nemenin dia karena sendirian, eh malah ditinggal".
"Iya, Dina mana, katanya mau nganterin dokumen kerumah temen om, om tunggu2 gak dateng2, makanya om pulang mau ambil dokumennya".
"Dina udah pergi dari tadi om, dokumennya udah dibawa, selisipan kali". Om Rizal mengambil hpnya, rupanya dia menelpon Dina.
"Iya, Dina ada dirumah temen om, dokumennya sudah dikasi ke temen om, ya udah lah. Kamu jangan pulang dulu ya, Nes". Dia duduk didipan, aku ditariknya duduk disebelahnya. Aku jadi keinget crita Dina tentang dia dientot om Rizal sampe 3 ronde, sekarang giliran aku rupanya. Napsuku bangkit dengan sendirinya. Segera tanpa membuang-buang waktu lagi om Rizal menyambar tubuhku. Dilumatnya bibirku dan tangannya beraksi meremas toketku yang masih terbungkus bra bikini.
"Hhhmm..gimana Nes? Udah siap dientot?"
kurasakan hembusan nafasnya di telingaku. Tangan gempalnya mulai meremasi toketku, sementara tangan yang lainnya mulai mengelus-elus pahaku. Aku tidak tahu harus berbuat apa, aku hanya bisa menikmati perlakuannya dengan jantung berdebar-debar. Tangan yang satunya juga sudah mulai naik ke bagian selangkangan lalu dia menggesekkan jarinya pada daerah itilku yang masih tertutup cd bikiniku. Dengan sekali sentakan ditariknya turun braku,
"Whuua..bener kata Dina, kamu seksi dan merangsang sekali Nes", pujinya.
"Toket Dina kan lebih besar om", jawabku terengah.
Kini dengan leluasa tangannya menjelajahi toketku dengan melakukan remasan, belaian, dan pelintiran pada pentilku, sambil tangan satunya merogoh-rogoh ke dalam cdku. Tiba2 dia mendorongku telentang didipan, dibentangkannya pahaku lebar- lebar, tangannya mulai merayap ke bagian selangkanganku. Jari- jari besar itu menyusup ke pinggir cd bikiniku, mula-mula hanya mengusap-ngusap bagian permukaan saja lalu mulai bergerak perlahan-lahan diantara kerimbunan jembutku, jarinya mencari liang nonokku. Perasaan nikmat begitu menyelubungiku karena hampir semua daerah sensitifku diserang olehnya dengan sapuan lidahnya pada leherku, remasan pada toketku, dan permainan jarinya pada nonokku, serangan-serangan itu sungguh membuatku terbuai. Kedua mataku terpejam sambil mulutku mengeluarkan desahan- desahan
"Eeemmhh..uuhh".
Dia langsung membuka pakaiannya, begitu cdnya terlepas benda didalamnya yang sudah mengeras langsung mengacung siap memulai aksinya. Aku terbelalak memandang kontol hitam itu, panjangnya memang termasuk ukuran rata-rata, namun diameternya itu cukup lebar, dipenuhi dengan urat-urat yang menonjol. Dia yang sudah telanjang bulat mendekatiku. Aku menggeser tubuhku memberinya tempat. Dengan lembut dibelainya pipiku, lalu belaian itu perlahan-lahan turun ke bahuku dimana kurasakan bra bikiniku mulai terlepas dan kemudian dia menarik lepas cd bikiniku hingga aku telanjang bulat. Dia mencium bagian dalam cd bikiniku itu dengan penuh perasaan, lalu dijilatinya bagian tengahnya yang sudah basah oleh lendir nonokku.
"Enak, baru cairan kamu aja udah enak, apalagi nonok kamu" katanya.
Direngkuhnya aku dalam pelukannya. Tangannya bergerak menjelajahi tubuhku. Dia mengencangkan remasan pada toketku kananku sehingga aku merintih kesakitan "Aaakkhh..sakit om!".
Dia hanya tertawa terkekeh- kekeh melihat reaksiku.
"Uuuhh..sakit ya Nes, mana yang sakit..sini om liat" katanya sambil mengusap-usap toketkuku yang memerah akibat remasannya. Dia lalu melumat toketkuku sementara tangan satunya meremas-remas toketku yang lain. Perlahan-lahan akupun sudah mulai merasakan enaknya. Tubuhku menggelinjang disertai suara desahan saat tangannya mengorek-ngorek liang nonokku sambil mulutnya terus melumat toketkuku, terasa pentilku disedot-sedot olehnya, kadang juga digigit pelan atau dijilat- jilat. Kini mulutnya mulai naik, jilatan itu mulai kurasakan pada leherku hingga akhirnya bertemulah bibirku dengan bibirnya yang tebal itu. Naluri sexku membuatku lupa akan segalanya, lidahku malah ikut bermain dengan liar dengan lidahnya sampai ludah kami bertukar dan menetes-netes sekitar bibir.
Om Rizal lalu berlutut sehingga kontolnya kini tepat dihadapanku yang sedang telentang didipan.
"Ayo Nes, kenalan nih sama kontol om, hehehe..!" katanya sambil menggosokkan kontol itu pada wajahku.
Aku mulai menjilati kontol hitam itu mulai dari kepalanya sampai biji pelernyanya, semua kujilati sampai basah oleh liurku. Semakin lama aku semakim bersemangat melakukan oral sex itu. Kukeluarkan semua teknik menyepong-ku sampai dia mendesah nikmat. Saking asiknya aku baru sadar bahwa posisi kami telah berubah menjadi gaya 69 saat kurasakan benda basah menggelitik itilku. Dia kini berada di bawahku dan menjilati belahan nonokku, bukan cuma itu dia juga mencucuk-cucukan jarinya ke dalamnya sehingga nonokku makin lama makin basah saja. Aku disibukkan dengan kontolnya di mulutku sambil sesekali mengeluarkan desahan. Aku sungguh tidak berdaya oleh permainan lidah serta jarinya pada nonokku, tubuhku mengejang dan cairan nonokku menyembur dengan derasnya, aku telah dibuatnya nyampe. Tubuhku lemas diatas tubuh nya dan tangan kananku tetap menggenggam batang kontolnya.
Setelah puas menegak cairan nonokku, dia bangkit berdiri di dipan. Tangan kokohnya memegang kedua pergelangan kakiku lalu membentangkan pahaku lebar-lebar sampai pinggulku sedikit terangkat. Dia sudah dalam posisi siap menusuk, ditekannya kepala kontolnya pada nonokku yang sudah licin, kemudian dipompanya sambil membentangkan pahaku lebih lebar lagi. Kontol yang gemuk itu masuk ke nonokku yang cukup sempit. Dia terus menjejalkan kontolnya lebih dalam lagi sampai akhirnya seluruh kontol itu tertancap.
"Ooohh..nonok kamu lebih peret dari nonok Dina, Nes, nikmat banget deh".
Aku senang juga mendengar pujiannya.
"Ines juga nikmat om, kontol om gede banget".
"Kamu belum pernah ngerasain kontol gede ya Nes".
"Yang gede sering om, tapi yang segede kontol om baru kali ini, enjot terus om, nikmaaat".
Puas menikmati jepitan dinding nonokku, pelan-pelan dia mulai menggenjotku, maju mundur terkadang diputar. Kurasakan semakin lama pompaannya semakin cepat sehingga aku tidak kuasa menahan desahan, sesekali aku menggigiti jariku menahan nikmat, serta menggeleng-gelengkan kepalaku ke kiri-kanan sehingga rambut panjangku pun ikut tergerai kesana kemari. Tampangku yang sudah semrawut itu nampaknya makin membangkitkan napsunya, dia menggenjotku dengan lebih bertenaga, bahkan disertai sodokan-sodokan keras yang membuatku makin histeris. Kemudian tangan kanannya maju menangkap toketku yang tergoncang-goncang. Hal ini memberi perasaan nikmat ke seluruh tubuhku. Setengah permainan, dia mengganti posisi. aku disuruhnya nungging di dipan. Dari belakang dia sedang mengagumi tubuhku dan mengelus-ngelusnya.
"Nah, ini baru namanya pantat"
dia meremas bongkahan pantatku dengan gemas dan menepuknya. Saat dia mulai mengelus nonokku tanpa sadar aku malah merenggangkan kakiku sehingga dia makin leluasa merambahi daerah itu. Dia mulai mempersiapkan kembali kontolnya dengan menggosok- gosokkan pada bibir nonok dan pantatku. Kemudian dia menyelipkan kontolnya di antara selangkanganku lewat belakang. Aku mendesis nikmat saat kontol itu pelan-pelan memasuki nonokku. Kakiku mengejang ketika menerima sodokan pertamanya yang dilanjutkan dengan sodokan- sodokan berikutnya. Mulutku mengap-mengap mengeluarkan merintih terlebih ketika tangannya meremas-remas kedua toketku sambil sesekali dipermainkannya pentilku yang sudah mengeras.
"Ooohh.. enak banget deh ngentotin kamu Nes!" celotehnya.
Tusukan-tusukan itu seolah merobek tubuhku, hingga 15 menit kemudian tubuhku bagaikan kesetrum dan mengucurlah cairan dari nonokku dengan deras sampai membasahi pahaku. Aku merintih panjang sampai Tetap dalam posisinya om Rizal menengok ke samping dan menyapa Dina,
"Ayo Din, join".
Beberapa saat kemudian om Usman mencabut kontolnya dari mulutku, namun aku masih harus menyelesaikan urusanku dengan om Rizal. om Usman mendekati Dina dan menepuk pantatnya. om Rizal sibuk menggerakkan pinggulnya membalas goyanganku. 15 menit dalam posisi 'woman on top' sampai akhirnya tubuhku bergetar seperti menggigil lalu
"Aaahh..!!"
Desahan panjang keluar dari mulutku, kepalaku mendongak ke atas. Tubuhku melemas dan ambruk ke depan, ke dalam pelukannya. Dia peluk tubuhku sambil kontolnya tetap dalam nonokku, kami berdua basah kuyup oleh air kolam maupun keringat yang mengucur.
"Ganti posisi yah Nes" katanya dekat telingaku.
Lalu tubuhku ditelungkupkan. Aku nurut ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.