peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


edukatif.peperonity.net

membuka jendela hati

Kicau burung mulai terdengar. Bu Romlah bangun dan bergegas melakukan aktivitas hariannya.
Pertama, direndamnya semua baju kotor agar nanti mudah untuk dicuci.

Setelah itu ia mulai menyapu hingga rumah tampak bersih dipandang mata. Usai menyapu, Bu Romlah mulai memasak sarapan untuk seluruh anggota keluarga.

Masakan matang, ia pun segera menyiapkan anak-anaknya untuk berangkat sekolah. Setelah anak-anak berangkat, ibu yang terampil ini segera mencuci pakaian dan menjemurnya. Lalu menyiapkan makan siang sekaligus makan malam.

Masakan matang, Bu Romlah bersiap untuk menyetrika baju-baju yang telah kering. Sore hari ketika anak-anak pulang sekolah, Bu Romlah kembali sibuk. Ia Terus beraktivitas hingga malam menggelar gelapnya. Di pembaringan, Bu Romlah berbisik pada suaminya, “Mas, hari ini aku bekerja dari pagi hingga malam, tapi kenapa ya saat bekerja rasanya kok sumpek, lesu, dan tidak bersemangat? “Aku memahami perasaanmu, Dik,” kata sang suami menjawab lembut sambil mengulum senyum, ”Bagaimana tidak? Seharian engkau bekerja di dalam rumah, tapi dari pagi hingga petang kau lupa membuka jendela-jendela rumah kita ini…”

* Sahabat, kisah Bu Romlah yang tidak membuka jendela rumahnya ketika bekerja mungkin serupa dengan kita yang sehari-hari beraktivitas tanpa sebelumnya membuka jendela hati kita, melapangkan hati kita.

Bekerja di dalam rumah yang jendelanya tertutup tentu banyak kendalanya: gelap, udaranya pengap, hingga rumah pun terasa sempit.

Mereka yang berada di rumah tersebut otomatis akan merasa lebih lesu dan tidak bersemangat serta hati pun tidak gembira. Lapang hati bukan sekedar dibutuhkan ketika kita memaafkan seseorang.

Lapang hati juga penting dilakukan ketika kita melakukan tiap aktivitas kita sehari-hari. Mengerjakan pekerjaan yang kita lakukan dengan hati yang terbuka lapang akan sangat berbeda dibandingkan jika kita melakukannya karena semata-mata keharusan ataupun rutinitas.

Melapangkan hati untuk setiap aktivitas yang akan kita lakukan akan memompa energi ekstra, memantik rasa riang, membuat kita tak terlalu terusik oleh aneka gangguan, memacu kita untuk melakukan yang terbaik. Bahkan untuk sebuah aktivitas yang sesungguhnya tidak terlalu kita sukai sekalipun.

Namun jika membuka jendela rumah berarti membuka daun jendela lebar- lebar, membuka jendela hati berada dalam tataran niat, membuka jendela yang tak terlihat. Jika ukuran jendela rumah terlebar hanya selebar satu meter, maka jendela hati kita tak terkira lebarnya.

Hati kita yang sesungguhnya, sebetulnya lebih luas jika hanya dibandingkan dengan lapangan bola. Bukalah jendela itu sahabat, lapangkan hatimu untuk setiap amanah dan untuk setiap pekerjaan yang harus dilakukan.

Dan selamat menikmati keceriaanbersama orang tercinta. Selamat menjalankan amanah apa pun dengan membuka jendela hati.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.