peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


img a
ehmmm.peperonity.net

JAKARTA OH JAKARTA

Ditulis pada:
Minggu.04.04.2010

Oleh: Putra

Sebut saja nama ku putra, seorang karyawan di sebuah game center, ITC Jakarta. Sebenarnya aku berasal dari keluarga kampung di tanah jawa sana. Beberapa tahun yang lalu,atau lebih tepatnya sejak lulus SMA saya nekad merantau ke Jakarta. Saat itu yang ada di benakku hanya ingin segera bekerja dan bekerja mencari uang dan membahagiakan orang tua. Waktu itu aku masih benar-2 lugu dan hijau sekali tentang pengalaman hidup. Ternyata susah sekali mencari pekerjaan di Jakarta, terlebih hanya dengan menggunakan selembar ijazah SMA. Setelah capek berjalan melamar kerja dr 1 pabrik ke pabrik lain. Ku berhenti di sebuah mall, perut ku benar-2 lapar saat itu. Kuberjalan berkeliling tak tentu arah di dalam pusat perbelanjaan hanya ingin menenangkan rasa lapar di perut ini.
"Kepalaku pusing dan tubuh ku gemetaran menahan lapar . Mataku tertunduk lesu dg perasaan tak menentu. Huh...Aku benar-2 putus asa tak tahu harus berbuat apa lagi. Uang saku yg aku bawa dari rumah telah habis buat bea-transport tadi. Aku hanya bisa terduduk lemas di sebuah sudut berjam-jam hingga membawaku pada alam pikiran yang aku sendiri ga tau keberadaanya.
" Heh...! Bangun!" tiba-tiba kuterperanjat dari alam bawah sadarku. Seseorang telah mengguncang-2 kan pundaku. Ku tak berkata apa-apa hanya bisa memperhatikan sosok di dpnku ini. Ya, seorang pria berumur sekitar 28 th-an berpakaian rapi mungkin salah seorang karyawan di ITC ini. Kulitnya bersih dg senyuman yg tak lepas dari bibirnya. Kalo dilht mirip aktor nicholas saputra. Cuma matanya gak terlalu sipit.
"kau ga apa-apa,dik?" tanyanya sembari memberiku segelas air mineral. "rumah kamu dimana? Kamu ga sekolah? Kenapa dari td cuma tertidur di pojokan situ? Wah, kamu bolos sekolah,ya?" Seraya mendekatiku.
"AKU...DIMANA,KAK....??" Tangisku tak karuan wajarlah waktu itu aku benar-benar takut dan bingung. "SSst...!!? Masa' anak cowok kok nangis sih?" Pria itu mulai menenangkan pikiranku. Lalu, aku menceritakan semua kepadanya. Tak henti-hentinya aku menangis. Namun dia hanya tersenyum simpul aja
"Sudah larut malam. Kita ke warung makan aja dulu yuk. Kamu pasti lapar,kan? Lagian kakak udah waktunya pulang. " dan aku pun hanya bisa mengangguk.
Sembari makan, kami bercerita banyak. Ternyata kakak di sebelahku ini seorang supervisor game center di mall tersebut. Namanya Suhartono. Hmm... Orangnya baik. Tak hentinya matanya menaruh iba kepadaku. Hingga akupun diperkenankan untuk menginap di tempat kos-nya.
_.*[ Keesokan harinya ]*._
"Makasih banyak ya kak. Udah dikasih tumpangan tidur disini." ujarku memulai pembicaraan. "Yeach, tapi tempat kos kakak berantakan gini maklumlah kamar bujangan. He...he..."dia ketawa merendah. "Kalo di banding dg kamar Putra di kamar. Kamar kak tono jauh lebih bagus dan rapi. Hmm...!" aku terdiam.
"kenapa kok tiba-2 diam? Pingin pulang ke rumah?"
"Justru itu,kak ! Putra mau ngomong ." aku menggigit bibir. "Kak tono... Putra boleh ga tinggal di sini 2/3 hari lagi. Putra ingin cari kerja di sini. Lagian ga seru baru sehari udah pulang kampung"
"Aku salut " Kak tono menepuk pundakku. "Ga masalah kamu nginep disini. Setahun juga ga apa-2. Yang terpenting orang tua kamu di kampung udah tau kalo kamu baik-2 saja disini."
" Bener, kak." aku hampir ga percaya. " Td Putra udah telpon bu lek Tarmi, tetangga putra di kampung yg punya ha-pe kalo putra baek-2 saja di Jakarta."
"Oh, ya kak! Di sini yg ada lowongan kerjaan dimana ya ?"
"Udah makan dulu sana. Tuch, kak Tono udah buatin nasi goreng. Soal kerjaan ntar kak tono bantuin dech. Sekarang, kak tono mo kerja dulu. Hari ini masuk shift pagi. Kamu ga apa-2 kan tinggal sendirian?

Begitulah, akhirnya hari-hari kujalani bersama mas tono. Sbg balas budinya aku Mencucikan bajunya, memasak dan melakukan pekerjaan rumah lainya. Hingga secara tak sengaja kumenemukan sesuatu. Ya, sebuah rahasia besar.
Saat itu jam 1 dini hari, seperti biasa mas tono pulang kerja. Tak spt biasanya, ia pulang bersama seorang cowok. Hmm... Sepertinya ia seorang karyawan juga, wajahnya tampan masih keturunan arab. Pakaianya rapi.
Mereka langsung masuk kamar. Ya, saat aku anggap wajarlah kalo cowok numpang tidur di tmpt temanya. Lagian aku juga masih ngantuk...langsung aja aku terusin tidurku
[Keesokan harinya]

KrrRIii!!...nNg! Jam weker di kamarku berbunyi. Menunjukan pukul 04.35 WIB, Waktunya aku bangun untuk sholat shubuh. Seperti biasa aku langsung menuju dapur. Kebetulan melewati pintu kamar mas tono. Yang saat itu sedikit terbuka dg sepatu yang berserakan di muka pintu. Hmm.. Ga seperti biasanya. <gumamku dalam hati> sembari merapikan letak sepatu dan bermaksud menutup pintu kamarnya. Tapi... Oops !!
Sebuah pemandangan seronok menohok perhatianku. Mas tono dan teman cowoknya sedang tertidur dg posisi berpelukan tanpa sehelai benangpun alias telanjang bulat. Bantal dan sprei berserakan di lantai. Begitu juga dg pakaian dan celana mereka. Tak kusangka ternyata, mas tono yang selama ini kukenal baik adalah seorang ...
Udahlah itu kan urusan mereka, ku coba tuk berpikiran positif. Kembali kututup pintu kamar itu.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.