peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


img a
ehmmm.peperonity.net

KEEP MY STAR ON !!!

[ Sabtu, 4.12.2010 ]

Hari-hari berjalan seperti biasa, namun tak seperti biasa rasa yang berkecamuk di hati ini. Aneh aja gitu ! Bayangkan ! Sepulang kerja dari Cafe, Aku hanya punya waktu istirahat 2 jam. Setelah itu aku harus kerja lagi menjadi kucing piaraan Om-om, Tante-tante atau siapalah yg bersedia mem-booking ku. Dan Itu semua kulakukan diam-diam tanpa sepengetahuan Kak Tono dan temen-temen Cafe tempat aku bekerja di pagi hari.
Sore itu, tak seperti biasa Kak Tono lagi nyantai di teras depan. Padahal saat aku pulang dari Cafe, biasanya Dia masih sibuk di game center.
"Kamu mo kemana, tra?" Tanyanya
"Aaa...nu kak, Adhi ngajakin Putra nonton" Jawabku asal sembari pura-2 buka sms takut bohongku ketauan.
"Hati-hati lho, pulangnya jangan terlalu malam. Ingat ini Jakarta bukan di kampung"
"Iya kak." senyumku
"Eith, tunggu sebentar !" Kak Tono memegang tanganku
"ada apa kak?" hatiku berdegup kencang" wah gawat jangan-jangan

Kak tono mulai menaruh curiga.
"Tadi Bu Bella bilang katanya udah 2 minggu ini kamu sll ambil kerja shift pagi. Bener gitu?"
"Iya kak, emang ada yang salah" aku nyengir pura-pura ga ada apa-apa
"Ga apa-apa, asal jangan keterusan aja ga enak ma bu bella. Lagian kalau malam khan cafe lebih rame ketimbang pagi. Ntar dikirain kamu malas kerja lagi"
Ya udah gih sono si Adhi ntar nungguin kamu
Aku langsung buru-buru kabur...Takut di tanya macem-macem
...........

Di Hotel, Bu Niken udah siap di loby " Aduh putra, Kamu kok datangnya lama amat sih?" Dari tadi Om Bachtiar udah nungguin kamu tuh
"Udahlah bu Niken ga apa-apa namanya juga anak muda, Biasalah..." Ujar pria yang baru kuketahui ternyata namanya om bachtiar. Umurnya sekitar 35 th-an berpakaian rapi mengenakan Sean Picasso, sebuah merk pakaian mahal. Tangannya tak henti-hentinya memegang pantatku.
"Om Bachtiar ya?" Sapaku
"Benar, kamu Putra ya" jawabnya
"Wah ga sia-sia neh aku booking kamu"

"Kamu brownis terganteng dan termuda yang pernah ada di hotel ini. Ga sia-sia aku booking mahal kamu"
"Gimana mau langsung atau kita keluar dulu buat shopping atau sekedar dinner. Kamu udah makan?" Bisik om bachtiar mendekatkan wajahnya dg wajahku berusaha untuk mencium bibirku.
"Emmuaachh..." Aku menuruti kemauannya
Kami berciuman lama sekali. Lidahnya menari-nari didalam mulutku. membuatku kehabisan nafas.
"Maaf om jangan di tempat terbuka spt ini" Aku menjauhkan jarak.
"Owh..." om bachtiar tersipu malu

"Kamu benar anak muda, Om hampir kelepasan. Habis kamu ganteng banget sih" sembari mencubit pantatku
"Om adalah Directur sebuah perusahaan Expor-Impor. Ga jarang kolega bisnis om ada yg check in di hotel ini"
"Ya...ya...ya...om lupa"
"Gimana ? Sekarang kita mau kemana?"
Om Bachtiar merangkulku dan menuntunku keluar menuju BMW B6666S milik nya.
"aduh om mobilnya bagus amat"
" Kalau kamu mau jadi pacar om mobil ini bisa jadi milikmu"
Aku terbelalak kaget ga nyangka ternyata mencari uang itu gampang
"Pacar yg gimana om" celetuk ku
"Yaa... asal putra bersedia mengorbankan waktunya untuk melayani om"
"Cuma itu om?"
"Ya ga lebih"
"Terus terang sejak pertama om liat kamu tadi, hati om langsung..."
"Langsung gimana, om?"
"Ah, kamu pura-pura ga tau lagi" Om langsung menghentikan mobilnya dan menciumiku bertubi-tubi.
Bajuku dilucuti satu per satu
"Aduh om sabar om" aku mencoba mengulur waktu
"Aaaaaarrrggghhh..." om udah terlanjur.
Om Bachtiar meng-oral Mr.P ku penuh nafsu. Sementara diriku cuma terdiam saja.
Sebenarnya om Bachtiar adalah pelanggan gay pertamaku, sebelumnya aku hanya dibooking oleh Tante-tante karyawati bank yg kesepian.
Aku ga tau bagaimana cara senggama ala kaum gay. Yaah... aku cuma tau dari pengalamanku menyaksikan hubungan senggama kak tono dengan si jamal. Itu pun masih merasa jijik.
Namun om bachtiar cukup pintar untuk mengajariku.
Ia melakukannya dengan pelan-pelan. Tubuhku cuma didekap, dielus-elus dan paling banter Mr.P ku yang mendapat perlakuan lebih. Aku udah menjelaskan
Kalau aku masih virgin soal berhubungan intim sesama pria. Pantatku masih orisinil. Jadi tolong pahami aku ya om
"Kamu udah siap, putra?"
"siap apa om"
"Kok siap apa. Ya siap dimasukin. Rudal Om udah ga tahan nih"
Lagi-lagi aku bingung mo jawab apa. Aku membayangkan betapa sakitnya jika lubang anusku disodomi untuk pertama kalinya.
"Maaf om kalo bisa jangan di mobil ntar kalo berdarah gimana?"
"Wkkkaa wkkaa wkaa..." om bachtiar tertawa terbahak-bahak."Oh jadi itu to masalahnya. Jgn khawatir ga sakit kok"
"Baiklah sekarang kita ke rumah milik om saja yang ada di kawasan puri." Om Bachtiar menutupi tubuh bugil ku yg mulai kedinginan dgn selimut tebal.
Sepanjang perjalanan om bachtiar tak henti-hentinya mengulum bibirku. Dan aku pun mulai belajar menerima ciumannya meski tubuh ini gemeteran oleh angin malam.
................

Kurang dari setengah jam, om Bachtiar telah mengantarkan ku ke sebuah rumah atau lebih tepatnya istana. Ya sebuah istana dg halaman yg luas dan dikelilingi pohon palm yg menjulang tinggi.
"Kita udah sampai. Yuk masuk."
"Udah jangan malu-malu. Di dalam ga da siapa-siapa kok"
Aku cuma tertunduk gemeteran. Tubuh kampung ku belum terbiasa telanjang di udara malam jakarta meski udah tertutupi selimut tebal.
"Hah,... Kamu... kamu... kenapa tra?" Om bachtiar kebingungan setengah mati mengetahui tubuhku mulai membeku kaku. Segera ia memanggil pembantunya.
"MBOK.....TOLONGIN MBOK..."
Saat itu aku udah ga ingat apa-apa lagi. Aku hanya merasakan kalo tubuhku di gendong oleh seseorang
Keesokan harinya, aku mulai siuman. Ku tersadar sedang di dalam sebuah kamar mewah. Tak lama kemudian Om bachtiar mendekati ku dengan membawa segelas susu dan sarapan pagi buat ku.
"syukurlah, kamu udah siuman"
"Om, minta maaf atas kejadian td malam"
"Om ga tau kalau ternyata putra bener-bener masih..."
"Masih apa om" kataku terbata-bata
"Hmm, masih apa ya"
"Hayoo, masih apa? Service Putra kurang memuaskan ya om?" Pasti ntar om cerita ma bu Niken ya"
"Ngapain cerita ma bu Niken" Om bachtiar tersenyum manis
"Justru Om sangat bahagia sekali kalau ternyata pesanan om bener-bener masih orisinil."
"Yah, kalau perempuan itu masih perawan lah. "
"Wew, Tapi kan Putra bukan perempuan om"
"Wakkkkaaaaa wkkaa wwwkkaaa..."
Kami berdua tertawa terbahak-bahak. Lagi-lagi om bachtiar tak henti-hentinya memeluku dengan pelukan hangatnya. Lalu Om Bachtiar bercerita tentang dirinya. Mulai dari awal dia merintis bisnisnya sampai kehidupan pribadinya.
Ga nyangka ternyata Kekayaan bukanlah kunci kebahagiaan.
................

Aku jadi iba terhadap om bachtiar, hampir seluruh hidupnya itu curahkan hanya demi kerja dan kerja. Hingga perusahaan nya berkembang dimana-mana. Tapi kehidupan cintanya benar-benar terkekang. Dia seorang gay. Dan dia tak mau membohongi dirinya sendiri dg menikahi wanita pilihan ayahnya. Baginya cinta adalah ketulusan. Meski usianya udah 35 th namun dia masih single tanpa mempublikasi ke-gay annya. Aku mulai kagum akan dirinya. Kekagumanku aku lampiaskan dg membalas setiap ciumanya.
Aku merasakan benar kalau dia benar-benar mencintaiku, bukan karena ketampananku semata. Ga terasa perasaan ini membiarkan kehormatanku sebagai seorang pria sejati direnggut oleh om bachtiar. Mr.P nya telah merobek liang anusku. Semuanya terjadi begitu saja. Ketakutanku...kecemasanku... telah sirna berganti dengan kenikmatan sebuah cinta. Ya, ternyata aku mulai mencintai om Bachtiar.
Darah yg merembes tak kuhiraukan lagi. Kami saling menggelinjang menikmati segenggam kenikmatan cinta yg bercampur dg nafsu.
Tak henti-hentinya om bachtiar membisikan kata "I love you" di telingaku. Seharian kami habiskan untuk bergumul dalam persenggamaan ini. Sudah berapa ronde dan berapa ejakulasi kami lakukan tak terhitung lagi. Air Mani pun telah memandikan kami berdua. Bercampur dg keringat yg mengucur diantara persenggamaan kami.
Aaaaahhh...aaahhh...ahhhh... Deru nafsu kami menjadi energy kuat pendongkrok stamina. Mr.p kami tak henti-hentinya berejakulasi. Kontolku telah dijilat dan dikulum berkali-kali.Begitu pun sebaliknya.
Persenggamaan itu menjadi awal percintaan suci kami


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.