peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


family.1.peperonity.net

Roy Takeshi, Buatkan Aku Cerita...

Roy Takeshi, Buatkan Aku Cerita...

14 Oktober 2004, 20:45..

"Kriing! Kriing!", telepon berbunyi.
"Hallo?", tanya Roy Takeshi.
"Hallo.. Roy ini aku, Ronald..", kata suara di telepon.
"Oh, kamu Nald..", kata Roy Takeshi.
"Tumben, sudah sekian lama kamu baru nelepon aku..", kata Roy Takeshi lagi.
"Yee.. Aku sibuk, Roy. Sorry deh", kata Ronald.
"Begini, Roy.. Aku dikasih tahu teman-teman kita kalau kamu aktif lagi nulis", lanjut Ronald.
"Lalu?", potong Roy Takeshi.
"Aku mau kamu buatkan cerita tentang aku", kata Ronald.

"Memangnya kamu kenapa?", tanya Roy Takeshi.
"Begini, Roy..", kata Ronald.
"Sejak sekitar empat bulan yang lalu aku sepertinya mengalami perubahan visi seksual", kata Ronald.
"Memangnya kenapa", tanya Roy Takeshi serius.
"Waktu itu adik iparku, adik bungsu istriku, si Herman, datang kerumah untuk menginap selama beberapa hari karena ada urusan bisnis", kata Ronald.
"Mulanya sih aku pikir tidak apa-apa, tapi aku ada beberapa hal yang jadi perhatian aku..", lanjut Ronald.

"Apa yang kamu perhatikan?", tanya Roy Takeshi.
"Begini, sebetulnya hal yang wajar bila adik dan kakak bercanda, tapi yang aku lihat kayaknya mereka sangat terlalu akrab dalam bercanda", kata Ronald.
"Kalau di depanku mereka bercanda tidak begitu mengundang perhatianku.. Paling-paling hanya saling ledek atau saling sedikit colek", kata Ronald lagi.
"Tapi sempat secara tidak sengaja, mungkin mereka pikir aku tidak melihat nereka, aku kadang lihat adik iparku memeluk istriku dari belakang sambil.. entahlah.. entah membisikkan sesuatu atau sedang.. entahlah..", kata Ronald sambil menarik nafas.

"Kamu masih bersama dengan Erlin kan, Nald?", tanya Roy Takeshi.
"Iya lah.. Memangnya aku tukang kawin?", sergah Ronald sambil tertawa.
"Si Herman umurnya berapa tahun?", tanya Roy Takeshi lagi.
"Aku tidak tahu pasti, tapi yang jelas kira-kira beda usia dengan istriku sekitar 5 tahun. Erlin sekarang 30 tahun, berarti Herman sekitar 25 tahun", kata Ronald.
"Si Herman sudah menikah?", tanya Roy Takeshi lagi.
"Sudah. Dia punya anak satu", jawab Ronald pendek.

"Lalu, bagaimana kelanjutan ceritanya?", tanya Roy Takeshi tak sabar.
"Sebetulnya ada perasaan heran atas kedekatan mereka, tapi aku berusaha tak peduli karena aku tak mau berpikiran macam-macam terhadap istriku..", kata Ronald.
"Pernah satu pagi ketika aku pulang kerja, kulihat istriku rambutnya basah habis keramas. Ketika kutanya kenapa dia keramas, dia menjawab ringan dengan alasan klise. Padahal aku tahu pasti kalau istriku tidak pernah keramas pagi hari kecuali bila setelah malamnya bersetubuh denganku", lanjut Ronald.
"Tapi saat itu aku tak banyak tanya karena alasan yang dia berikan masuk akal juga", imbuh Ronald.
"O iya.. Kamu masih kerja di-shift kan, Nald?", tanya Roy Takeshi memotong pembicaraan Ronald.
"Iya, Roy.. Aku masih kerja shift", sahut Ronald.

"Tapi ada satu peristiwa yang mengubah visi seks-ku, Roy", kata Ronald serius.
"Aku mendengarkan.. Lanjutkan", kata Roy Takeshi.
"Malam itu seharusnya aku dapat tugas shift malam, tapi karena aku tidak mood kerja, maka di tengah jalan aku memutuskan untuk bolos..", kata Ronald sambil menghela nafasnya.
"Aku tidak langsung balik ke rumah, tapi aku nongkrong dulu di warung kopi sebentar", kata Ronald lagi.
"Setelah beberapa lama barulah aku pulang lagi ke rumah", lanjut Ronald.
"Entah kenapa ketika mendekati rumah, rasa penasaran akan tingkah laku istri dan adik iparku membuatku ingin tahu apa yang mereka lakukan bila aku tidak ada di rumah", tambah Ronald.

"Aku matikan mesin motorku, lalu aku masuk rumah mengendap", kata Ronald.
"Aku coba dekatkan telinga ke jendela kamar, tapi tak terdengar suara apa-apa", kata Ronald lagi.
"Ya aku langsung masuk lewat pintu belakang karena aku selalu membawa kuncinya karena selalu pulang subuh tanpa mau membangunkan istriku", kilah Ronald.
"Terus?", tanya Roy Takeshi.
"Kulihat semua lampu sudah dimatikan. Kamar adik ipar terlihat pintunya terbuka, tapi ketika kutengok tidak ada orang di dalamnya", lanjut Ronald.
"Yang aku lihat adalah dari sela pintu dan lubang angin kamarku terlihat sinar lampu menyala..", kata Ronald lagi.
"Aku jadi curiga..", kata Ronald dengan suara agak keras.

"Okay.. Terus?", tanya Roy Takeshi lagi.
"Ketika kutempelkan telinga ke daun pintu, aku dengar suara adik iparku tertawa diikuti suara istriku tertawa pula", lanjut Ronald.
"Kucoba kuintip lewat lubang kunci, tapi tak jelas karena terhalang oleh kunci yang terpasang", kata Ronald.
"Akhirnya aku ambil kursi dan kuintip mereka dari lubang angin di atas pintu", kata Ronald lagi.
"Aku hampir saja berteriak dan mendobrak pintu ketika melihat apa yang sedang mereka lakukan.. Untunglah aku masih dapat mengontrol emosi..", jelas Ronald.
"Apa yang kamu lihat, Nald?", tanya Roy Takeshi.

Sejenak Ronald terdiam. Terdengar helaan nafasnya di telepon..
"Aku lihat mereka dalam kedaan telanjang bulat sedang berpelukan di ranjang..", kata Ronald.
"Kaki Herman dinaikkan ke pinggul istriku, sementara tangannya terlihat meremas-remas buah dada Erlin..", lanjut Ronald.
"Sementara tangan Erlin aku lihat mengusap dan mengocok kontol Herman..", tambah Ronald lagi.
"Entah apa yang mereka bicarakan, yang jelas aku lihat mereka bicara-bicara sambil sesekali saling berciuman..", kata Ronald.

"Apa yang kamu rasakan saat itu, Nald?", tanya Roy Takeshi.
"Mulanya aku sangat muak, benci dan marah melihat kelakuan mereka berdua.. Tapi.." kata Ronald.
"Tapi apa?", tanya Roy Takeshi lagi.
"Tapi ketika kulihat tangan Herman mengelus dan menggosok-gosok memek istriku, Erlin tampak terpejam dan mendesah menikmatinya.. Aku lihat wajah Erlin begitu merangsang dalam kondisi seperti itu, Roy..", kata Ronald lagi.
"Rasa marah, muak, dan benci langsung hilang seketika.. Yang ada hanya rasa terangsang yang amat sangat melihat istriku dicumbu adiknya..", kata Ronald dengan nafas agak berat.
"Aku semakin menikmati yang aku lihat ketika Herman menjilati memek istriku.. Aku lihat wajah istriku sangat cantik mempesona bila sedang mendapatkan kenikmatan..", kata Ronald.
"Belum pernah aku lihat ekspresi istriku seperti itu sebelumnya, bahkan ketika aku setubuhi dia..", tambah Ronald.
"Juga desahan serta jeritan yang keluar dari mulut istriku ketika jari Herman keluar masuk memeknya sambil tetap dijilati memeknya, membuat suatu rangsangan yang makin kuat membuatku..", kata Ronald sambil diam sejenak.

"Apa yang terlintas di pikiran kamu waktu itu, Nald?", tanya Roy Takeshi.
"Yang aku rasakan adalah.. Aku ingin menyetubuhi istriku.. Dan Herman..", kata Ronald pasti.
"Kenapa?", tanya Roy Takeshi tidak mengerti.
"Aku lanjutkan dulu ceritaku, nanti kamu akan mengerti..", kata Ronald.
"Okay..", kata Roy Takeshi.

"Gairahku makin meninggi ketika aku lihat Herman mengangkangi wajah istriku, lalu istriku melahap, menjilat dan menghisap kontol Herman sambil mengocoknya..", kata Ronald.
"Aku baru tahu bahwa istriku bisa seliar itu dalam seks dengan adik kandungnya. Padahal bila berhubungan dengan aku, dia hanya biasa-biasa saja..", lanjut Ronald.
"Dan yang lebih menambah gairahku memuncak adalah.. Di luar dugaan.. Aku lihat istriku mendorong tubuh Herman dan sepertinya menyuruh Herman untuk menungging..", kata Ronald.

"Tahukah kamu, Roy.. Aku lihat istriku menjilati lubang anus Herman sambil mengocok kontolnya. Herman sepertinya sangat menikmatinya..", kata Ronald.
"Di situlah tiba-tiba muncul suatu rangsangan.. Aku ingin memasukan kontolku ke pantat Herman.. Aku benar-benar terangsang..", ungkap Ronald.
"Kakiku saat itu lemas menahan gairah, Roy.. Aku sempat turun dari kursi dan duduk beberapa saat sambil menahan rangsangan..", kata Ronald lagi.
"Ketika aku intip mereka lagi, aku lihat Herman sudah menyetubuhi istriku", lanjut Ronald.
"Aku tak mengira istriku begitu binal.. Dan itu membuatku terangsang..", tegas Ronald.
"Aku terus saksikan mereka saling mendesakkan tubuh masing-masing, sampai aku lihat Herman menggenjot istriku makin cepat.. Lalu sepertinya dia orgasme di dalam memek istriku..", lanjut Ronald.

"Lalu kamu bagaimana?", tanya Roy Takeshi.
"Ketika aku lihat mereka sudah selesai, aku segera turun dan menunggu mereka di depan pintu kamar..", kata Ronald.
"Begitu terdengar suara kunci dilepas dan pintu terbuka, aku langsung masuk dan menutup pintu.. Aku lihat mereka masih telanjang berpelukan seperti ketakutan.. Mungkin mereka akan ke kamar mandi tadinya..", kata Ronald.
"Istriku langsung menangis dan Herman tampak ketakutan. Mereka minta maaf kepadaku berkali-kali..", ujar Ronald.
"Aku bilang aku tidak marah pada mereka.. Aku tersenyum waktu itu, Roy", ujar Ronald lagi.

"Mereka sepertinya tidak percaya apa yang aku bilang..", kata Ronald.
"Ya setelah aku agak banyak menenangkan mereka, akhirnya aku bilang bahwa aku malah ingin menyetubuhi istriku saat itu juga", kata Ronald.
"Istriku berkali-kali minta kejelasan apakah aku marah atau tidak..", ujar Ronald.
"Waktu itu aku tidak menjawab, tapi aku buka seluruh pakaianku dan suruh istriku menghisap kontolku di depan adiknya itu..", imbuh Ronald.
"Rasanya sangat lain dari biasanya, Roy..", ungkap Ronald agak bersemangat.
"Aku rasakan hisapan mulut istriku sangat.. sangat.. aku tidak bisa mengungkapkannya ", kata Ronald.
"Tapi waktu itu aku tidak setubuhi istriku", kata Ronald lagi.
"Aku suruh Herman tengkurap, lalu aku masukkan kontolku ke pantatnya..", ujar Ronald.
"Istrimu?", tanya Roy Takeshi.
"Istriku melihatku menggenjot pantat adiknya. Herman berkali-kali berteriak kesakitan awalnya, tapi aku terus genjot pantatnya..", kata Ronald lagi.
"Tapi lama-lama si Herman diam juga ketika aku genjot pantatnya.. Entah sakit entah enak", kata Ronald lagi.

"Bagaimana rasanya menyetubuhi laki-laki, Nald?", tanya Roy Takeshi.
"Sangat enak, Roy.. Sangat enak.. Waktu itu malah hanya beberapa menit saja kontolku menggenjot pantatnya karena aku keburu orgasme di dalam pantatnya..", kata Ronald sambil menghela nafas panjang.
"Nah sejak itulah aku suka main bertiga. Bahkan kalau istriku sedang tidak ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.