peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


gadogadox.peperonity.net

Cerita pendek : karno


joni menyentuh pundak ari yamg sedang berdoa dan berkata pelan”sudahlah ri,ga ada lagi gunanya berdoa,sebab tuhan tidak akan mendengar,Ia telah pergi dari negeri ini…”
Ari segera menatap Joni dengan bingung.Namun Joni hanya mangangguk berulang kali,mengangkat rendah kedua bahunya, lalu melangkah pergi. Sesaat Ari ragu untuk meneruskan doa-nya.Alih-alih berdoa,ia hanya menatap langit-langit bedeng,berharap bisa melihat Tuhan sudah pergi dari negeri ini. Tapi tatapannya hanya membentur seng-seng bekas yang disusun acak.
‘Benarkah Tuhan sudah pergi dari negeri ini?’batinnya bingung.ahh…’

Kemarin siang warung-warung dan rumah-rumah masih berdiri sepanjang pantai ini.Tapi hari ini semua telah rata dengan tanah.Tsunami yang kemarin sore telah menyeret semuanya,entah kemana.
“Tuhan sudah pergi dan Ia membawa semuanya,rumah-rumah,warung,dan orang-orang yang kita cintai. Semuanya pergi bersama-Nya.”ujar Joni sambil duduk di atas sebatang dahan kelapa. Ia menoleh ke Ariyang duduk disebelahnya,Namur Ari hanya diam.
“Karena ia telah membenci kita.”
“Membenci?”
“Dengan semua kesalahan yang telah kita lakukan;berjudi,jina,mabok,dan sebagainya. Ya, Tuhan mambenci kita dan meninggalkan kita dengan semua kangerian ini.”
Ari hanya memandang laut.’Benarkah Tuhan telah pergi negeri ini?’ batinnya.
Ari menatap langit yang muram. Di atas horizon rombongan burung membentuk formasi V, mereka terbang menjauh dan perlahan hanya menyisakan titik hitam dilangit.
“Tidak, Ia masih disini.”ujar Ari tiba-tiba Joni menoleh.
“Aku bisa merasakannya. Ombak memberi tahuku bahwa Ia tidak akan meningalkan meninggalkan kita. Ia masih disini,”
“Jika Ia masih disini, kenpa Ia membiarkan teman-teman dan saudara-saudara kita mati? Kenapa Ia membiarkan rumah-rumah dan kampung kta hilang disapu ombak? Bukankah katanya Dia Maha Penyayang? Jika Ia belum pergi dari neger ini, lantas kenapa Ia mengijinkan bencana ini terjadi?”
“Aku tidak tahu.” Ari menggeleng.Ia ingin menangis. Joni tersenyum sinis dan melangkah pergi meninggalkannya sendiri.
“Joni!”sergah Ari sambil menoleh kebelakang.”Kalau kau berfikir Tuhan telah pergi dari negeri ini kanapa kau tidak mencarinya?”
‘Karena aku tidak memerlukan-Nya lagi.” Ari terhenyak. Ia kambali menatap laut.pikirannya penat.

B
ulan tidak sepenuhnya memantulkan cahaya sehingga langit dan laut seolah menyatu dalam hitam. Hanya suara ombak yang bergemuruh tanpa wujud. Ari merinding. Suara yang sama pernah di denagarnya beberapa hari lalu.suara gemuruh dan air mengejarnya. Ia berjalan di bibir pantai. Pikirannya masih penat.
“tuhan tidak Pergi kemana pun saudaraku.”ujar seseorang di belakang Ari.
Ari terlonjak chalet. Spontan tubuhnya berputar kebelang. Seorang lelaki berdiri di depannya dan kini berjalan ke arahnya. Ari berpikir lelaki itu akan berhenti di sampingnya,tapi ia keliru. Lelaki itu terus berjalanb melewatinya dan mulai menyusuri pantai.
“tuhan tidak pergi kemana-mana,kau bisa merasakannya”ujar lelaki itu.
Ari hanya diam sexta lalu berlari mengejarlelaki itu.
“bapak siapa?”ujarnya
“saya karno.”lelaki itu tersenyum.
“Kenapa kau berfikir tuhan telah pergi dari negri ini?”ujar karno.
Ari mendiga lelaki itu pastilah berumur diatas 40 tahun. Tubuhnya tidak terlalu kurus tapi juga tidak bisa di sebut gemuk. Kulitnya hitam seperti kebanyakan kulit nelayan di daerah sini.
Karno tiba-tiba berhenti melangkah dan menatap ari.
“ya kenapa?”ujarnya lagi
“karena,”jawab ari sambilk menelan ludah,”jika ia masih ada di sini pastilah ia tidak akan membiarkan bencana ini terjadi. Ia pasti tidak akan membiarkan orang-orang mati dan rumah-rumah hancur. Ia juga takkan mematikan harapan kami tapi kenyataannya ia membiarkan semua ini terjadi. Ia telah pergi”.
Karno tersenyum
“kamu tahu muhamad?’tanya karno tiba-tiba. Lalu tanpa menunggu jalaban ari ia melanjutkan,”beliau adalah orang yang paling di cintai tuhan dan mencintai tuhan. Tapin tuhan mengizinkan orang-orang di Taif melemparinya dengan batu ingá kening beliau mengucurkan darah. Tuhan bahkan mengizinkan cucu yang paling di cintainya,yaitu husein, dipenggal kepalanya dan diarak. Tapi dengan semua itu,anehnya,beliau justru tak pernah sekalipun mengeluh. Tapi kalian,yang selama ini tenggelam dalam kebusukan hidup,merasa lebih berhak menikmati kenikmatan hidupketimbang muhamad. Kalian yang hidup tidak lebih mulia di banding muhamad merasa tidak pantas mendapatkan bencana. Dan setiap kali bencana datang, Tuhanlah yang kalian salahkan.”

Ari tersentak. Kepalanya yang semula penat kini berubah beku. Ia merasakan waktu sseolah berhenti. Di depannya, karno masih menatapnya. Namun kali ini tatapannya lebih mirip ribuan jarum yang menghujam ke setiap pori-porinya.
“aku tahu sejak semula….aku sudah tahu kalau tuhan tidak akan meninggalkan negeri ini.”ujar Ari tersendat. Matanya kini berair.
karno lagi-lagi tersenyum.
“jira kau telah tau bahwa tuhan telah tidak akan pergi kemanapun, kenapa kau tidak lekas mendekat kepadanya?”
Ari menatap karno, bingung. Namur karno hanya tersenyum lagi.”sebentar lagi pagi,aku harus pergi.”ujar karnosambil memberi isyarat selamat tingla. Estela itu ia melangkah menjauh. Ari hanya bisa menatapnya mulai menghilang di telan gelap.

Hari masih pagi ketika orang-orang berlarian menuju pantai
“ada apaan?”seru ari kaget.wajahnya masih terlihat mengantuk/.
Joni yang tadi membangunkannya berkata cepat,”ada mayat lagi ditemukan.”
“dimana?”sahut Ari
“pantai”
Keduanya lalu berhambur menuju pantai meninggalkan bedeng bekas tempat pelelangan ikan beberapa hari ini di sulap menjadi tenda pengungsi,tempat mereka tidur.
Ari menyeruak diantara kerumunan orang.tiga orang suka relawan sedang menggotong sesosok mayat yang tubuhnya telah menggelembung oleh air.
Ari tersentak kaget. Ia terhuuyung ke belakang dan nyaris jatuh.
“Karno!”.







This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.