peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


valkyrie profile lenneth on psp
haseo.rebirth.peperonity.net

Catatan pinggiran 30 Oktober

Kawanku... Aku punya cerita untukmu. Ini cerita nyata, dan br terjadi beberapa hari yg lalu.

Aku suka bercerita kawan. Bagi kawan2 yg tdk berminat, tdk apa2, aku maphum. Selera org berbeda2. Aku tidak memaksa.

Begini kawan. Beberapa hari yg lalu, saat aku offline, tepatnya tanggal 30 Oktober, bersama 4 orang temanku, mengendarai mobil pribadi kami pergi ke desaku. Kami singgah dulu dirumahku sebentar. Sorenya kami berangkat lagi. Tujuan kami sebenarnya adalah ingin berkemah. Lalu kami berangkat menuju kaki bukit gunung Sangiang. Kawan, kau tentu tau asiknya berkemah. Tak hanya sekedar senang2. Hal yg sangat membekas dihatiku adalah tentu saja saat mengukir nama2 kami disebuah batang pohon. Lalu kami membuat cincin dr akar pohon, dan menyatukan tangan kami diatas api unggun. Setelah itu dgn serempak kami berteriak "teman selamanya!!!". Oh kawan, indahnya tak terkirakan.

Kawan, diantara begitu banyak teman, tentu kita punya seorang teman yg spesial. Aku juga punya. Dia adalah kojiro. Nama aslinya Frederick. Tapi karena dia memakai nama itu di chatting mig33, jadi aku memanggilnya kojiro. Sama seperti dia memanggilku dgn nama chattingku, haseo. Malam itu teman2ku yg lain sudah lelap. Waktu menunjukan sekitar pukul 12.30an. Aku dan Kojiro tdk bisa tidur. Tak lama kemudian dia ingin pipis. Aku pun menemaninya, takut ada apa2, sekalian juga aku ikut pipis. Dia mencari tempat yg agak jauh. Saat dia pipis, aku mendengar suara sesuatu. Seperti suara kucing. Aku bertanya pada kojiro. Apa dia mendengar suara itu. Dia memasang telinga baik2. Ya katanya, aku mendengarnya. Dari suaranya, sepertinya kucing itu sedang sangat menderita. Kita datangi saja. Aku sih iya2 aja. Aku termasuk org yg berani kawan, nanti kau akan tau kenapa aku bisa seberani itu berada ditengah hutan hanya untuk mencari sumber suara kucing yg seperti kesakitan itu. Kami berdua pun semakin dekat dgn sumber suara itu. Sampai kami tiba di semak2 gelap. Kojiro menyenteri semak2 tsb, dan tampak ada lubang seperti sumur disana. Kami sisihkan semak2 tsb, dan ternyata memang sumur. Tdk terlalu dalam lawan. Dan tidak berair. Tapi kami terkejut. Yg membuat kami terkejut adalah karena didalamnya ada seekor kucing. Oh, kucing yg malang. Kojiro dgn sigap melepas baju dan celananya. Bukan dia takut kotor. Tapi untuk membawa kucing tsb keatas. Aku sudah memperingatkannya, kawan, lebih baik tidak usah kau tolong, bagaimana kalau ada ular dan kau dipatuknya. Lalu apa jawabnya? Aku lebih baik mati daripada masuk neraka jika tidak menolong kucing itu. Terus terang kawan, aku terkesiap mendengar ia berkata seperti itu. Hatiku tersentuh. Sebegitu besarkah pengorbanannya untuk kucing itu.

Tak lama kemudian ia sudah naik dgn badan berlumur lumpur bersama kucing itu. Kucing itu nampak gembira. Ia melepaskannya. Aku bertanya, kenapa kau melepasnya, kau tidak ingin memeliharanya. Ia menjawab, tadinya begitu, tapi dilehernya ada kalung dr akar julur2. Pasti ada yg punya. Aku mengangguk tanda mengerti. Lalu kamipun tidur sampai besok pagi. Kami berkemah selama 2 hari. Setelah itu kami pulang ke kota. Sampai dirumah, kojiro menelponku menyuruhku datang kerumahnya. Ia mengatakan ada sesuatu yg aneh. Akupun datang kerumahnya dan melihat keanehan itu. Dia menunjukan padaku 2 buah batu kecil. Dia bilang di menemukannya dalam tasnya. Batu aneh itu berwarna biru dan merah. Kau tau kawan, kami bawa ketoko permata, tak ada yg tahu jenis batu tsb.

Sampai kami bertemu seorang kakek2 yg mengatakan bahwa batu itu tidak berasal dari alam kita. Batu itu mempunyai khasiat menyembuhkan orang sakit dan yg merah penyerap bisa ular. Kami pun bercerita tentang kejadian mlm itu, hanya ingin memastikan apakah ada hubungannya. Kakek2 itu berkata mungkin saja itu ada hubungannya. Mungkin saja kucing itu milik seorang makhluk halus. Oh kawan, kami tentu tak berani menduga2 atau berspekulasi. Kedengarannya mustahil. Tapi ini nyata kawan. Kami pernah mencobanya, saat tenggorokanku sakit, akibat debu kota, ia mencobanya merendam batu biru tsb di air. Air itu berubah biru. Aku meminumnya, dan hebatnya memang langsung sembuh, dan air itu terasa sangat segar sekali kawan, seperti bunga mint.

Kawan, hal2 ghaib memang sering kedengaran mustahil. Tapi ini benar adanya. Di Kalsel, hal spt itu memang sering terjadi. Seperti aku sendiri. Sejak aku lahir aku sudah dikalungkan cincin bermata batu kecubung. Setelah besar selalu kupakai. Khasiatnya kawan, dgn cincin tsb, tak ada makhluk halus yg berani mendekat dan berbuat jahat padaku. Ini terbukti saat MOS SMA dulu. Ketika itu bnyk yg kesurupan. Namun, begitu aku mendekat, mereka mengaduh dan minta ampun. Sampai dirumah, aku menanyakan pd ayahku ttg kejadian tsb, dan beliau menjelaskannya.

Kawan, ini hanya sepenggal kisah. Namun dapat kita tarik kesimpulan disini. Jangan pernah takut untuk menolong, makhluk apa saja. Entah itu manusia ataupun binatang. Kejadian ini adalah bukti nyata, bahwa menolong itu akan mendapat imbalan yg setimpal atau bisa juga lebih. Tapi kawan, saat menolong tentu saja kita jangan memikirkan imbalan apa yg akan kita dapatkan. Biarkan yg kuasa diatas yg maha tahu yg membalas segala kebaikan kita. Semoga ini bermanfaat. Amin.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.