peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


ikansidat.peperonity.net

INFO POPULER TENTANG IKAN SIDAT

http://ikansidat.peperonity.net

Komoditas ikan sidat laku dijual di pasar local/domestic dan Internasional. Pasar internasional utama diantaranya negara Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Belanda, Jerman, Italia, China dan beberapa negara lainnya.

Saking banyak yang membutuhkan sementara pasokan terbatas, di Inggris harga sidat pernah mencapai angka £700 (sekitar Rp 8,4 juta) per kilogram.

Penduduk di London Timur mengolah sidat muda (elver) menjadi sejenis jelly.

Jepang membutuhkan ikan sidat sebanyak 100.000 ton per tahun. Yang bisa diproduksi dalam negerinya sendiri hanya sekitar 20.000 ton. Dari kebutuhannya yang 100 ribu ton per tahun, 60 ribu ton diimpor Jepang dari Cina. Mereka berharap bisa secepatnya mengimpor ikan sidat dari Indonesia. Agar suplai sidat di dalam negerinya bisa tetap terjaga, banyak pengusaha Jepang mencari-cari mitra yang bisa menjadi produsen sidat. Salah satu yang menjadi incaran mereka adalah mitra dari Indonesia. Permintaan ekspor sidat dari sejumlah negara ke Indonesia cukup banyak, namun pembudidaya dan pengusaha Indonesia belum bisa memanfaatkan peluang ini.

Harga ikan sidat di Cina lumayan mahal karena tergolong hidangan spesial dan dikategorikan sebagai makanan kesehatan. Harga ikan sidat sebanding dengan ukurannya. Makin besar ukurannya, makin mahal harganya. Di Hongkong harga sidat berkisar antara ¥ 1.000 hingga ¥ 5.000 per kilogram bahkan terkadang jauh lebih mahal lagi. Ikan sidat biasanya diekspor dalam ukuran minimal di atas 100 gr atau 4 ekor per kilogram.

Pasar Jepang menginginkan ikan sidat dalam bentuk fillet sementara konsumen Eropa lebih menyukai ikan sidat dalam bentuk smoked (asap/pengasapan).

Konsumen dari Asia Timur lebih menyukai ikan sidat segar ukuran besar (800 hingga 3.000 gram per ekor).

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementrian Kelautan dan Perikanan membuka jalur ekspor sidat ke negara-negara Asia Timur( Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang) dengan cara mengeksport 30 ton sidat.

Unagi (sidat panggang yang sangat digemari orang Jepang) bisa dengan mudah kita temukan di supermarket orang Jepang di Jakarta. Di Cosmos Grand Wijaya, misalnya. Untuk menikmati Unagi (sidat panggang) di Jepang, kita harus siap merogoh kocek dalam-dalam.Harganya kalau dirupiahkan sekitar Rp 150 ribu per porsi kecil. Kabayak (makanan olahan sidat khas Jepang) dijual di Jepang dengan harga 6.000 yen atau sekitar Rp 450 ribu per porsi. Masakan yang dikenal dengan istilah unagi adalah sajian sidat panggang yang menjadi favorit di Jepang. Bukan hanya karena rasanya yang enak, tapi juga masakan ini dipercaya mampu membangkitkan vitalitas. Orang Jepang memakannya biasanya pada musim panas (akhir bulan Juli) agar memberikan kekuatan dan vitalitas hingga akhir tahun. Unagi termasuk makanan yang paling mahal di restoran2 Jepang dan hanya disuguhkan bagi orang2 penting.

Sejak abad ke 7 orang Jepang sudah mengkonsumsi unagi (sidat panggang) yang mereka yakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Di Jepang, dibanding musim lainnya, sidat dikonsumsi paling banyak pada waktu musim panas.

Karena kekurangtahuan, minat orang Indonesia untuk membudidayakan sidat tergolong masih rendah. Tingkat pemanfaatan ikan sidat di Indonesia masih sangat rendah karena banyak orang belum mengenalnya dengan benar sehingga belum familiar untuk mengkonsumsinya. Salah satu alasan sehingga belum banyak pembudidaya belum membudidayakan sidat adalah karena tata cara budidaya yang baik dan benar belum disosialisasikan secara merata.

Ikan Sidat belum benar2 bisa dikembangbiakkan manusia hingga saat ini. Benih sidat harus diambil dari alam. Banyak upaya dan uji coba manusia untuk mengembangbiakkan sidat namun belum benar2 berhasil. Budidaya sidat umumnya hanya sampai pada upaya pendederan dan pembesaran.

Mutu ikan sidat budidaya juga tergantung pada standar kualitas air yang digunakan (pH, suhu, oksigen terlarut, salinitas dan alkalinitas). Makin baik kualitasnya, makin baik mutu sidat. Untuk memelihara sidat, diperlukan lahan yang jenis tanahnya baik di mana air mengalir secara kontinyu sepanjang tahun. Sumber air dari sungai besar, karena mengandung lumpur yang sangat tinggi, tidak cocok digunakan untuk budidaya sidat. Sidat yang dibudidaya dengan menggunakan sumber air dari sungai besar sering ditemukan mati tanpa sebab.

Ikan sidat merupakan ikan karnivora murni yang membutuhkan pakan berupa hewan lain. Apabila ikan tersebut diberi pakan buatan maka kadar protein pakannya harus tinggi (± 45%). Ikan sidat tergolong carnivora (pemakan daging). Ia juga menyukai pelet yang bisa langsung jatuh ke dasar kolam (tidak terapung). Jika sulit mendapatkan pakan untuk sidat, para pembudidaya umumnya membuatnya sendiri pakan sidat dalam bentuk pasta. Jika Anda mengganti jenis makanan ikan sidat Anda, ikan sidat perlu waktu beberapa hari untuk beradaptasi. Ikan sidat juga menyukai pakan buatan yang dibuat dengan menggunakan bahan nabati dan hewani.

Membudidayakan sidat tidak memerlukan investasi yang tinggi: cukup dengan bak, kolam atau keramba jaring apung (KJA) lalu tambahkan paralon sebagai tempat “persembunyiannya”(di siang hari sidat suka sembunyi untuk menghindari cahaya).

Jika sidat sudah berukuran 120-200 g, maka sidat tersebut sudah siap dipanen. Ukuran konsumsi ikan sidat jenis marmorata adalah kurang lebih 15 Cm.

Kementrian Kelautan dan Perikanan (DKP) hingga kini terus mengupayakan dan mengajak swasta untuk ikut mengembangkan ikan sidat.

Ikan sidat yang secara besar-besaran dikembangkan di luar negeri biasanya benihnya berasal dari Indonesia yang secara sembunyi-sembunyi diselundupkan ke luar negeri dan dikembangkan di sana.
Benih sidat (anguilla spp) dibawah ukuran berdiameter 5 mm dilarang diekspor dari Indonesia. Larangan itu tercantum dalam Keputusan Menteri Pertanian No. 2l4/Kpts/Um/5/1973 Tentang Larangan Pengeluaran Beberapa Jenis Hasil Perikanan Dari Wilayah Republik Indonesia Ke Luar Negeri. Tapi itulah kita, makin dilarang makin banyak yang tertarik mengekspor benih karena sangat laku di pasar Internasional.

Sistem pemijahan sidat tergolong unik. Ia bertelur dan menetas di laut, tapi sejak menetas dan bisa berenang ia mencari dan hidup di air tawar.

Ikan sidat konsumsi dalam jumlah banyak biasanya dipancing nelayan pada malam hari dengan meletakkan umpan di sisi-sisi perahu.

Dibanding belut, ikan sidat memiliki kulit yang sedikit lebih kasar bila diraba. Banyak orang Indonesia yang enggan mengkonsumsi sidat karena bentuknya yang menyerupai ular. Mereka lupa bahwa mereka suka mengkonsumsi cumi yang bentuknya jauh lebih jelek daripada sidat.

Elver (sidat muda) biasanya ditangkap pada malam hari sebab pada saat itulah ia naik ke permukaan untuk mencari makan.

Dalam satu populasi pertumbuhan sidat bisa berbeda-beda. Ada yang lambat, ada juga yang cepat dan ada yang sangat cepat sekali.

Ada tiga tahap penting dalam proses budidaya sidat. Yakni, pendederan pertama, pendederan kedua, dan pembesaran.

Bak untuk memelihara benih sidat sebaiknya berukuran panjang 4 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 1 meter. Bak tempat pembesaran sidat sebaiknya menggunakan bak yang terbuat dari tembok dengan perbandingan ukuran panjang 6 m, lebar 3 m, dan tinggi 1 m. Ikan sidat budidaya berkembang baik pada suhu 29-31 derajat Celsius, dengan tingkat salinitas lima per mil.

Benih sidat membutuhkan pakan berupa pasta hingga berukuran 60 gram per ekor. Sesudahnya, sidat diberi pakan berupa pellet sebanyak 3%-4% dari berat total biomassanya dengan frekuensi pemberian pakannya 3 kali sehari.

Budidaya sidat di Jepang sudah menggunakan teknologi canggih sehingga bisa menghasilkan produksi sebanyak 80 ton per hektar.

Sidat yang bentuknya menyerupai ular ini dapat mencapai panjang 50 sampai 125 cm bahkan di Danau Poso pernah ditemukan yang panjangnya mencapai 180 cm.

Tata cara pengemasan sidat menurut Menurut SNI 19-4853-1998 meliputi; sidat dimasukkan ke dalam kotak syrofoam berisi air; kotak ditutup dan disatukan dengan tape band kemudian diikat dengan strapping band, dan; ditimbang dengan berat maksimal 35 kg.

Selain dalam bentuk jelly, sidat juga dapat diolah menjadi gorengan, kripik atau abon.

Ikan sidat termasuk ikan unik dan mempunyai ciri2 khas tersendiri yang bisa dipelajari melalui klasifikasi, morfologi, habitatdan siklus hidup, makanan serta caranya berkembangbiak. Ada enam fase yang harus dijalani ikan sidat dalam kehidupannya. Fase2 tersebut adalah: telur, preleptocephale, leptocephale, glass eel, dewasa, dan induk. Sepanjang hidupnya, ikan sidat berusaha untuk selalu berada di kegelapan karena di kegelapanlah ia merasa nyaman. Banyak orang mengatakan ikan sidat memiliki telinga, padahal yang dikatakan telinga hanyalah sirip dada kecil yang berada di belakang tutup insang.

Banyak penikmat sidat mulanya ragu-ragu dan geli ketika disuruh menikmati sidat, setelah mencobanya satu kali, ia akhirnya jadi ketagihan.

Ikan sidat suka makan ikan. Juga bekicot (gastropoda), serangga (insecta), cacing (oligochaeta) dan udang-udangan (crutasea). Dalam waktu 7 bulan sidat jantan mampu mencapai berat 700 gram.

Penyebaran benih ikan sidat sangat luas ke berbagai tempat karena ikan sidat melakukan pemijahan di laut.

Sidat termasuk binatang yang kuat dan bisa tetap bertahan hidup meski berada di luar air lebih dari 10 jam.

Berbeda dengan jenis ikan lainnya, memelihara sidat tidak begitu sulit. Peralatan dan pakannya juga tersedia di berbagai tempat dengan harga tidak terlalu mahal. Pakan yang berlimpah di Indonesia sebenarnya sudah cukup baik, tetapi budidaya sidat akan lebh optimal jika menggunakan pakan yang diimpor dari Jepang (APA RESEP BAGUS YG DIMILIKI JEPANG PERLU DI INOVASI DISESUAIKAN DENGAN POTENSI BAHANBAKU PAKAN YANG ADA DIDALAM NEGERI).

Kepadatan tebar, jenis pakan, kedalaman air adalah hal-hal yang juga sangat menentukan kualitas sidat budidaya.

Perbandingan panjang dan tinggi ikan sidat adalah dua puluh banding satu.

Ikan sidat adalah binatang malam (nokturnal), matanya tak bisa terkena matahari langsung.

Ikan sidat mempunyai tutup insang yang terletak di bagian bawah kepala/di depan sirip dada.

Karena bisa hidup di laut dalam, sidat diberi julukan deep sea water.

Setelah tumbuh dan berkembang di perairan tawar, sidat dewasa (yellow eel) akan berubah menjadi silver eel (sidat matang gonad), dan selanjutnya akan bermigrasi ke laut untuk berpijah. Lokasi pemijahan sidat tropis diduga berada di perairan Samudra Indonesia, tepatnya di perairan barat pulau Sumatera (Setiawan et al., 2003).

Juvenil ikan sidat hidup selama beberapa tahun di sungai-sungai dan danau untuk melengkapi siklus reproduksinya (Helfman et al, 1997). Selama melakukan ruaya pemijahan, induk sidat mengalami percepatan pematangan gonad dari tekanan hidrostatik air laut, kematangan gonad maksimal dicapai pada saat induk mencapai daerah pemijahan. Proses pemijahan berlangsung pada kedalaman 400 m, induk sidat mati setelah proses pemijahan (Elie, P., 1979 dalam Budimawan, 2003).

Waktu ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.