peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


bacabuku - Newest pictures Animation Animated
ketapingpatamuan.peperonity.net

Humor Sufi

ABU NAWAS

^^^^^
ABUNAWAS MEMANTATI BGD. RAJA
-------
Suatu hari Abu Nawas menerima tantangan dari kawan-kawanya,yakni.
"Kami tahu engkau selalu bisa melepaskan diri dari perangkap-perangkap yg dirancang Bgd.Raja Harun Ar-Rasyd.Tapi kali ini kami yakin engkau pasti dihukum Bgd bila berani melakukanya".Kata mereka kawan2 Abu Nawas.
"Tidak ada yg patut ditakuti selain Allah".Tantang Abu Nawas.
"Selama ini belum ada yg berani memantati (menunjukan pinggul ke arah wajah) Bgd.H.Arrasyid.Bukankah begitu Abu Nawas?".Tanya kawanya.
"Tentu aja tak ada yg berani,karena itu adalah pelecehan yg amat berat".Kata Abu Nawas.
"Itulah yg ingin kami ketahui darimu.Beranikah engkau melakukanya?".
"Sudah kukatakan bahwa aku hanya takut kpd Allah Swt saja.Sekarang apa taruhanya bila aku bersedia melakukanya?".Tanya Abu Nawas.
"Seratus keping uang emas.Tapi syaratnya Bgd.Harrun Arrasyid harus tertawa tatkala engkau pantati".Kata mereka.Abu Nawas menyanggupi tawaran berbahaya itu.
Minggu depan,Bgd Raja Harun Ar-Rasyid akan mengadakan jamuan kenegaraan.Para mentri,pegawai istana dan orang2 dekat Bgd diundang,termasuk Abu Nawas.Abu Nawas merasa hari2 berlalu dengan cepat karena ia harus menciptakan jalan keluar yg aman dari hukuman.Tapi bagi kawan Abu Nawas hari2 terasa amat panjang.Karena mereka tak sabar menunggu peteruhan yg amat mendebarkan itu.
Bgd Raja menginginkan perjamuan nanti meriah karena Bgd juga mengundang Raja2 negeru sahabat.
Namun,ketika hari yg dijanjikan tiba,semua tamu sudah datang kecuali Abu Nawas.Kawan2 Abu Nawas agak kecewa.Mereka menganggap Abu Nawas berubah pikiran.Namun,mereka keliru.Abu Nawas bukanya tak datang,tapi terlambat,sehingga ia duduk di tempat paling belakang.
Ceramah demi ceramah sudah disampaikan,hingga tiba giliran Bgd.Raja Harun Ar-Rasyid.Seusai pidato Bgd melihat Abu Nawas duduk sendirian ditempat yg tidak ada karpetnya.Karena heran Bgd bertanya.
"Mengapa engkau tidak duduk di atas karpet?"
"Paduka yg Mulia,Hamba aturkan terima kasih atas perhatian Bgd.Hamba sudah merasa cukup bahagia duduk disini."Kata Abu Nawas.
"Wahai Abu Nawas,majulah dan duduklah di atas karpet.Nanti pakaianmu kotor karena duduk diatas tanah."Bgd Raja menyarankan.
"Ampun Tuanku yg mulia.sebenarnya hamba ini sudah duduk diatas karpet."Jawab Abu Nawas.
Bgd Raja bingung mendengar pengakuan Abu Nawas itu.Karena Bgd melihat Abu Nawas duduk diatas lantai.
"Karpet yg mana maksudmu wahai Abu Nawas?"Tanya Bgd bingung.
"Karpet hamba sendiri Tuanku yg mulia.Sekarang Hamba selalu membawa karpet kemana hamba pergi."Kata Abu Nawas seolah2 menyimpan misteri.
"Tetapi sejak tadi aku belum melihat yg engkau bawa."Kata Raja tambah bingung.
"Baiklah Bgd yg mulia,kalau memang ingin tau maka dengan senang hati akan hamba tunjukan kpd Paduka yg mulia."Kata Abu Nawas sambil beringsut-ingsut kedepan.Setelah cukup dekat dg Bgd.Abu Nawas kemudian berdiri dan menungging menunjukan potongan karpet yg ditempelkan dibagian pantatnya.Abu Nawas kini seolah-olah memantati Bgd.Harun Ar-Rasyid.Melihat ada sepotong karpet menempel dipantat Abu Nawas,Bgd.Raja tak kuasa membendung tawa sehingga beliau terpingkal-pingkal diikuti oleh para undangan lainya.
Menyaksikan kejadian yg menggelikan itu.Kawan2 Abu Nawsa kagum padanya.Mereka harus rela melepas seratus keping uang emas untuk Abu Nawas. (Majalah Hidayah.Abu Nawas,Kisah 1001 malam,Rahimsyah).
^^^^^^^
PAKAINYA KERING WALAU DIGUYUR HUJAN
-------
  Sudah sering kali Abu Nawas bikin kerbutan, bahkan sudah sering pula mempermalukan Raja didepan umum. Maka sudah wajar Raja geram. Tetapi utk menjerat Abu Nawas Raja tak punya akal cerdik utk bls dendam.
Murka Bgd sudah diubun-ubun.Ia ingin membls perbuatan Abu Nawas itu. Apalagi dg kekuasaan ditangan, maka gampang saja memerintahkan hukuman bagi Abu Nawas. Dengan bangganya, Raja merasa menemukan jl.keliar utk bls dendam, apalagi setelah Raja tahu Abu Nawas takut sama Beruang. Raja segera mengundang Abu Nawas utk berburu. Raja yakin Abu Nawas nanti akan ketakutan dihutan. Dengan demikian, Raja menang karena berhasil menjebak Abu Nawas.
Suatu hari, rencana berburu itu datang. Para prajuritpun berangkat menjemput Abu Nawas. Dia langsung bergidik mendengar keterangan prajurit yg memberitahu perintah Raja. Dg kaki gemetaran, terpaksa ia pergi berburu bersama Bgd.Raja.
Tetapi, blm sempat rombongan sampai kehutan. cuaca tiba2 berubah seperti mau hujan. Saat mengetahui rencana berburu akan gagal, Raja pun memanggil Abu Nawas.
"Wahai Abu Nawas, tahukah kamu kenapa aku memanggilmu?" tanya Raja.
"Tuanku, hamba minta maaf! Hamba benar2 tak tahu kenapa Paduka memanggil hamba,"jwb Abu Nawas.
"Kau lihat! hujan akan segera turun, hutan masih jauh, maka kau kuberi kuda utk menyelamatkan diri dari hujan. tapi sayang kau kebagian kuda lambat. Nanti siang kita berkumpul ditempat istirahat. jika nanti hujan turun, kita semua harus bisa selamatkan diri agar pakaian tetap kering. sekarang kita berpencar," perintah Raja dg senyum seakan mengejek kuda yg lamban. Raja dan para prajurit punya kuda yg gagah dan larinya kencang.
Setelah Raja dan para prajurit bergerak, Abu Nawas tertinggal, ia sadar bahwa dirinya sdg dijebak. maka tak ada cara utk selamat dari jebakan Raja kecuali akal yg cerdik. Belum sempat ia berfikir, tiba2 hujan deras turun.
Raja bersana rombongan menungang kuda secepat mungkin. Tapi pakaian Raja dan para prajurit basah kuyup sampai saat berkumpul tiba. Abu Nawas pun tiba dg kuda lambatnya dan anehnya baju dibadanya tidak basah. Raja terbengong, nyaris tak percaya, karena dg kuda yg larinya kencang Raja tetap basah kuyup.
Akhirnya pd hari kedua, Raja memberinya kuda yg cepat. Raja bersama rombongan pake kuda yg lamban. Usai berpencar, hujan kembali turun, bahkan lebih deras dari hari kemaren. Wajar jika Raja dan prajurit basah kuyup karena kuda yg ditunggangi lambat larinya.
Tatkala waktu berkumpul tiba, Abu Nawas sudah lebih awal santai ditempat per istirahatan. Raja dan rombongan menyusul dengan pakaian basah kuyup lebih dari kemaren. Lagi2 Raja heran melihat pakaian Abu Nawas tetap kering. Maka Rajapun penasaran.
"Wahai Abu Nawas, terus terang aku heran dg cara kau menyelamatkan diri dari hujan. Saat aku menunggang kuda kencang ataupun lambat, aku tetap basah kuyup. Tetapi, kenapa engkau tak basah kuyup walaupun menunggangi kuda kencang atau lambat?" tanya Raja.
"Gampang Bgd.
"Gampang bagaimana? Tatkala aku pake kuda kencang, aku tak bisa mencapai tempat berteduh, apalagi kuda lambat.
"Maaf Bgd, sebenarnya hamba tidak menyelamatkan diri. Ketika hujan turun, Hamba cepat2 melepaskan pakaian, kemudian melipat dan mendudukinya dg rapat agar tidak basah diguyur hujan. Hamba lakukan sampai reda," jwb Abu Nawas memecahkan penasaran Bgd.Raja.
Sementara itu, Bgd hanya diam terpaku menatap Abu Nawsa yg tersenyum girang karena ia kembali menang melawan jebakan Raja meski hal itu sulit dan nyaris mustahil.
(Abu Nawas; Kisah 1001 malam, Rahimsyah penerbit Amelia)


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.