peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


ma r. - Woman Private Parts Asian
mumpung.ada.peperonity.net

MARYATI 05

NGENTOT 1

Rumah kosong membuat kami leluasa bercumbu di ruang belakang. Ibuku sibuk di warung hari itu. Saat bercumbu beberapa kali kuminta menjamah kemaluannya, ia tetap menolak seperti hari2 sebelumnya. ”sebentar aja mar, penasaran” kataku. Dia melamun sejenak,
”sudah ah, yu isi bak lagi hampir penuh” katanya. ”nanti pegang ya, diluar gak apa2 penasaran tuh kelihatan mukungnya baju basah” kataku. ”ya udah ah maksa amat, orang gak mau” jawabnya. Mendengar jawaban itu aku langsung berbalik mengambil ember untuk
mengisi bak lagi, setelah penuh ia mendekat dan mendekapku. ”akang marah ya kang?” tanyanya. ”enggak mar” kataku sambil mencium dan melumat bibirnya lagi. Buah dadanya yang padat aku remas lembut dengan membuka kancing baju dan bhnya. ”eh kaang jangan ken
ceng amat sakit” bisiknya. ”kaaang, pengen pegang terus ya?” tanya sambil menahan tanganku yang mulai turun. ”iya, penasaran diluar gak apa2” kataku. ”jangan kedalam tapi ya kang, diluar aja pegangnya” bisiknya. Tanganku menempel di bukit kemaluannya.
Terasa empuk dan padat juga tembem. Kuelus turun naik sambil mengangkat roknya pelan, dia menikmatinya. Tanganku sampai pada celana dalamnya, lalu naik keperut dan turun menyusup masuk. Belahan kemaluan itu dapat kujamah, bulunya masih tipis dan sedikit.
Belahannya lembut dan basah. Kuelus terus menyusup masuk, ia menggelinjang saat daging lembut vaginanya tersentuh. ”geli, jangan dimasukin jarinya” katanya. ”enggak, enak mar pegangnya bulunya gak ada” kataku. ”baru segitu, pegang punya akang mana”
Ia menyusupkan tangannya dan memegang kontolku yang tegang dari tadi. ”aduh kang gede amat” bisiknya. ”enggak ah” kataku. ”bener kang, punyamu gede suamiku dulu kecil pendek lagi” katanya. ”lihat ya memeknya” kataku. ”ah jangan, sudah kang, nnti dikamar.
aku mau ìstirahat dulu” katanya. Aku melihat ke warung, ibu masih sibuk. Lumayan bisa kumanfaatkan waktunya. Aku segera menyusul ke kamar. Mamar terlentang di ranjang, aku duduk disisi kanannya. ”ibu lagi apa?” tanyanya. ”rame pembeli, pegang ya?” kataku.
”susah mar” kataku. ”tarik aja celananya” bisiknya. ”kelihatan” kataku senang. ”gak apa, lihat dan pegang aja” katanya. Belahan kemaluan itu menggunung coklat kehitaman merekah, ditumbuhi bulu2 halus dan tipis sekali. Aku melikatnya gak bosan2.
Celana dalamnya kutarik lepas, bibir dan buah dadanya aku lumat. Ia memintaku melepas celanaku dan memijit kontolku yang tegak. Aku merasakan nikmat. Akhirnya duduk kembali diam. Aku ingin menindihnya takut ia marah, mau kuajak takut menolak. Kami cuma
beradu pandang saja. Beberapa kali aku lihat memeknya. ”kenapa kang, bingung?” bisiknya. ”enggak” jawabku. ”kok melamun” tanyanya. ”oh, mar waktu malam pertama dulu gimana?” tanyaku. ”berdarah dan sakit kang, kutampar suami juga sakit” katanya.
”sama kan dg ini?” tanyaku. ”ini gede, yang itu kecil pendek” katanya. ”kalo gituan telanjang dong” kataku. ”kadang gk juga” katanya. ”enak mana? Telanjang atau gak?” kataku. ”sama2 gak enak” jawabnya. ”lho kok” kataku. Ia menatapku, matanya
berkaca kaca mau nangis. ”maaf mar” kataku. ”aku ingat sakit hatiku kang, sudah terpaksa dianya kasar, aku belum apa2 dia cepat bucat” jawbnya. ”sabar sayang, sudah jangan nangis” kataku. ”kaaang” bisiknya. ”apa mar” kataku. ”sayangkan sama aku” katanya.
”iya, sudah jangan nangis, masukin ya sebentar aja?” kataku nekad.
Mendengar itu ia kaget ”jangan kang, nanti hamil gak tanggung jawab” jawabnya. ”tanggung jawab mar, jangan takut” kataku. ”enggak kang jangan, aku taku” katanya. ”takut apa?” ktaku.
”hamil, akang gak mau tanggung jawab” katanya. ”ya, sudah yuk pakeannya rapikan lagi, aku juga mau istirahat” kataku sambil berdiri. ”akang gak marahkan?” tanyanya. ”sudah gak apa2”. ”bener yakang tanggung jawab, mau?” katanya. Aku mengangguk.
”lihat ibu takut kesini” katanya. Aku melihat ibu memastikan. Setelah aman aku kembali ke kamar. Mamar berbaring dilantai, aku melepas celana cepat. Kucium memeknya dan menindihnya. Beberapa kali meleset dan susah. ”sabar” desisnya sambil membimbing.
Aku mendorong masuk. Ia melotot, sesak, mendongak, mulutnya terbuka ”heeeh bappakk ini aku sakit” erangnya. Amblas kontolku ke dalam liang kemaluannya. Terasa lembut hangat dan nikmat. Kudiamkan, ia menatapku ”sudah semua?” tanyanya. ”sudah” jawabku.
”keatas dikit kang” bisiknya. Aku mulai memompa lembut, pertama kalinya ia memelukku pasrah. ”eeeh kang aduh enak kaaang terus eh” erangnya. Makin lama makin mengembang dan cepat. Ia meronta ”ah kang sudah aku mau bucat aaah aduh aakang eeh” erangnya.
Mendorong tubuhku, lalu kucabut cepat kontolku sebelum air maniku muncrat dalam memeknya dan muncrat air mani itu diluar. Ia menatapku tersenyum ”beli jamu ya kang” katanya. ”iya, nanti lagi ya malam” kataku. Setelah itu aku keluar kamar.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.