peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


abg teu - Woman Private Parts
mumpung.ada.peperonity.net

MARYATI 07

Malam itu aku tidak dapat tidur karena membayangkan kejadian tadi siang. Ditambah lagi ada janji dengan Mamar malam ini untuk melakukannya lagi. Kalau sebelum ini kami hanya berciuman dan meremas buah dada, tapi kali ini sudah jauh gara2 tadi siang.
Aku tak dapat memejamkan mata meski sudah kupaksa, jam bertendang di ruang tengah dua kali, sudah jam 2 pagi belum ada tanda2 Mamar masuk. Terdengar ada suara langkah kaki mendekat, aku pura2 tidur. Pintu dibukanya pelan ”kang bangun ini aku” bisiknya.
Aku langsung berdiri memeluk dan melumat bibirnya. Ia mengenakan samping buah dadanya ku remas, lalu menggelayut manja berbaring dilantai membuka sampingnya. Ia tidak memakai celana dalam. Aku yang sudah telanjang segera menindihnya setelah terlebih
dulu memeknya kucium. Ia membimbing ”pelan kang masih agak sakit bekas tadi siang” bisiknya, aku menekan lembut bertumpu pada kedua tanganku, blees ”heeuh baaphaa aah” erangnya. Aku menekan kontolku dalam liang memeknya. Ia menatapku sayu dan pasrah
”sudah masuk semua kang?” bisiknya. ”sudah, kenapa sayang” kataku. ”buruan kang yang lama ya” bisiknya. Aku segera mengenjot, jepiuan dinding vaginana terasa hangat basah dan lembut. ”eh kaang addh eeh eeh” erangnya sambil menggeliat nikmat.
Ia merapatkan pahanya sehingga jepitannya benar2 sempit. Aku diamkan beberapa saat ”terus kang aah” katanya manja. ”enak sayang addh emmmgh” erangku. Aku sengaja mengatur irama sampai ia orgasme pertama ”aaah kaang aku aaauwwggh” desisnya kutekan dalam2.
”aku bucat kang, masih lama ya?” katanya. ”iya, sudah?” kataku. ”terus kang tapi pelan geli, kontol akang mani lengket enak” katanya. ”sama memekmu juga mar” kataku. ”bener ya kang tanggung jawab, aku ikhlas” katanya. ”iya sayang, tapi hati2” kataku. Aku
terus mengenjot, orgasme kedua ia meronta dan melotot ”heuh ema bucat lagi aah akang addh” erangnya. Kontolku semakin keras aku tidak lagi peduli terus mengenjot sampai ia mendongak mendorongku kuat. Kakinya menggelepar dan kucabut cret creeet air
mani tumpah dilantai. Kami kemudian duduk berkeringat. ”tiga kali aku bucat kang?” katanya. ”gak apa, kan ngewe gini” kataku. ”iya akang sih ngajak ewean jadi aja pengen terus” katanya. ”udah ya?” kataku. ”iya kang aku mau tidur lagi” katanya.
Ia keluar setelah merapikan pakaiannya dan sampingnya. Aku segera berbaring dan tidur. Aku terbangun ketika terasa ada yang berbaring disisiku. Ternyata mamar ”lho jam berapa ini” kataku. ”jam tiga” jawabnya. ”kamu gak tidur” kataku. ”enggak bisa” katanya
”kenapa?” tanyaku. ”tanggung jam 5 antar ibu kepasar, tadi nyuci sudah” katanya. Batang kemaluanku tegang kembali dan di pegangnya, aku tidur pake sarung aja gak pake cd. ”tiap malam begini kalo tidur, gak pake celana?” tanyanya. ”kadang-kadang” jawabku.
Memek yang merekah dan tembem itu ku elus-elus lembut. Ia menggeliat, aku menindihnya ia membimbing kontolku ke liang memeknya yang basah. Lalu kudorong ”heèekh aaaw” erangnya, aku menekan amblas. Ia menatapku ”semua?” katanya. ”iya” kataku.
Aku mengenjot mundur maju sambil berciuman dan memainkan lidah. ”eggh eh eh eh addh” erangnya nikmat. Semakin lama liangnya semakin menggigit lembut. ”ah mar aduh enak sayang?” desisku. Mamar mulai meronta kedua kakinya naik melingkar di pinggangku.
Makin lama makin basah dan meregang. Ia orgasme ku tekan dalam2. ”ebbb eh eeeh kaaanhg” erangnya. Aku mulai cepat bergerak karena mau keluar. Kedua kali ia orgasme aku cabut kemaluanku dan cret creet tumpah muncrat di seperai. Ia menatapku menarik nafas.
Ia tetap berbaring aku duduk. ”kempes kontolna udah bucat mah” katanya. ”ini merekah tembem” kataku. Ia lalu bangun mengenakan sampingnya lagi. ”sudah ya kang” katanya sambil bangun dan pergi keluar kamarku. Jam lima ia pamit mau ke pasar antar ibu.
”pergi dulu kang” katanya sambil mencium tanganku. ”iya mar, hati2” kataku. ”tidur aja lagi kang, nanti kan sekolah” katanya. Ia lalu pergi dan aku tidur. Pagi jam enam aku bangun, badan terasa lemas dan lelah. Tapi aku maksa pergi sekolah.
***:-o:-o:-o***
Pagi-pagi aku pergi sekolah, badanku agak lelah memang tapi tidak ada pengaruh. Yang jadi masalah adalah pikiranku ingat terus dengan persetubuhan itu dan ingin melakukannya lagi. Belajarpun aku tidak konsentrasi, karena pikiranku ke rumah terus.

Aku tahu menjelang jam satu siang di rumah hanya ibu dan Mamar, maka kalau aku pulang pasti bisa dimanfaatkan seperti kemarin. Akhirnya nekad minta ijin pulang dengan alasan sakit. Aku mendapat ijin dan pulang cepat, tapi diantar kawanku yosef.
Sampai dirumah bapakku baru mau pergi ke kantor. Aku diantarnya berobat kedokter. Sebelum pulang ambil obat, aku sekalian membeli jamu terlambat bulan yang paling bagus. Aku bilang dengan penjaga apotik titipan ibuku, agar tak curiga karena anak sekolah
yang beli. Setelah menebus obat aku segera pulang dan istirahat. Beberapa jam aku tidur pulas, badan terasa segar karena obat yang kuminum ternyata bagus. Aku mencoba ke warung, maksudku mau melihat situasi. Tapi ibu menyuruhku istirahat dulu.
Aku segera ke dapur memberikan jamu yang diminta Mamar. ”ini jamunya mar, yang bagus tuh” kataku. ”makasih ya kang” katanya, kami berciuman beberapa saat. ”sudah kang istirahat aja kecapean tuh gara2 begadang, itu sih makanya” katanya. ”sudah enak kok”
”aku juga mau istirahat kang, masak sudah selesai” katanya. Aku segera melihat situasi lagi, dengan cara melihat ke warung. Nampaknya agak sepi, tapi biarlah. Kembali ke dapur mamar sudah gak ada, maka kulikat dikamarnya, ia sedang terlentang menerawang.
Aku segera masuk dan duduk disisi kanannya seperti kemarin. ”ngapain kesini nanti ibu curiga” katanya. ”gak apa2 kok” kataku. ”nampak akang kurang tidur” katanya. ”iya” kataku sambil membungkuk mencium bibirnya. Tanganganku menyusup menjamah memeknya.
Kutarik cdnya sampe lepas roknya kusingkap. Aku duduj melìhat memeknya. ”punya akang dong keluarin” katanya. Aku buka sleting celana, tp ia minta dilepas semua. Kontolku digenggam dn dipijitnya pelan2, buah pelernya juga dimainkan. Tanganku mengelus
memeknya yang mulai basah. ”mau ngewe yu?” kataku. ”mau sih, tapi nanti ibu kesini, pegangan aja ya kang, kalo aman baru. Jamu sudah kuminum tadi” katanya. Lama kami saling pegang dan remas. ”enak kang, kan aku janda” katanya. ”gak tau baru kali juga”
kataku. ”tapi akang kuat lho kang” katanya. ”ah masa” kataku bangga. ”bener kang, suamiku dulu belum apa2 aku baru nafsu eh sudah bucat terus tidur” katanya. ”o gitu licik ya” kataku. ”pernah hamil” kataku. ”keguguran pas 2 bulan” jawabnya.
”oh pantes memeknya masih orisinil” kataku. ”ngejek ah awas gak dikasih lagi” katanya. ”mau?” tanyaku. ”yuk, lihat ibu dulu gih” katanya. Aku bangun mengenakan celanaku lagi, pas sudah selesai ibu muncul dipintu. Mamar langsung membalik cepat pura2 tidur.
”oh disini ngapaìn kamu, jangan ganggu mamar katanya sakit” kata ibu agak curiga. ”baru aja masuk cari buku dilaci bufet ini” jawabku. ”ya sudah jangan ganggu mamar ya, nanti bangunkan ganti ibu di warung” kata ibu. ”ya buk” kataku. Ibu langsung balik
Setelah ibu pergi akupun keluar kamar. Menyusul ibu ke warung untuk memastikan apakah ia curiga apa tidak. ”mau ganti ibu?” tanya ibu. ”boleh, ibu istirahat aja” kataku. Ibu segera pergi, nampaknya ia tidak curiga padahal aku sudah ketakutan.
Aku menjaga warung seperti hari kemarin. Duduk diatas tumpukan karung beras. Setelah agak lama Mamar datang berdiri didepanku. ”hampir aja ketahuan, ibu curiga enggak kang?” tanyanya sambil duduk dilahunanku. ”enggak kayaknya” jawabku. Tanganku menyusup
masuk menjamah memeknya, cdnya kuturunkan sedikit. Mamar agak melamun sambil memegang hidungnya. Belahan memeknya yang berbulu tipis kuelus lembut. Sesekali ia menggelinjang. Kami menjaga warung tidak sampe malam karena ada yang lain gantian.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.