peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Multimedia gallery


myrei.peperonity.net

* The Sound Of Life *

.
HIDUP MENGALIR SEPERTI AIR

Seorang pria mendatangi Guru, katanya "Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan, usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati saja".
Sang Guru tersenyum, "Oh, kamu sakit."
"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat, hanya jenuh dengan kehidupan, itu sebabnya saya ingin mati !" Seolah tidak mendengar, Sang Guru meneruskan berkata, " Kamu sakit dan penyakitmu itu bernama alergi hidup. Banyak sekali diantara kita yang alergi terhadap kehidupannya. Kemudian tanpa kita sadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus, sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti ditempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang menyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang surut, perkawinan kadangkala ada perselisihan. Itu hal yang wajar. Persahabatanpun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi di dunia ini? kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Lalu saat kita gagal, menjadi kecewa dan menderita.
Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku"
"Tidak Guru, tidak !! Saya betul-betul jenuh. Tida, saya tidak ingin hidup !" pria itu menolak tawaran Sang Guru.
"Jadi kamu betul ingin mati. Baiklah, kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Nanti malam minumlah separuh isi botol ini, sedangkan sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka besok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."
.
Setiba dirumah lelaki itu langsung meneguk setengah botol isi obat "racun" itu. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu relaks, begitu santai !...Tinggal 1 malam.. 1 hari.. dan ia akan mati. Ia akan terbebas dari segala macam masalah.
Malam itu ia memutuskan untuk mengajak keluarganya makan malam di restauran. Sesuatu yang tidak pernah lagi ia lakukan beberapa tahun terakhir. Malam ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kesan manis...Sambil makan, ia bersendau gurau. Suasananya amat harmonis.
Esok pagi saat bangun tidur, ia membuka jendela dan melihat keluar, ia tergoda ingin berjalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, istrinya masih tidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk ke dapur dan membuat kopi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis... Sang istripun merasa aneh sekali, katanya, " Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini mungkin aku ada salah, maafkan aku sayang.."...
Dikantor lelaki itu menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini boz kita kok aneh ya?". Namun sikap mereka pun berubah, merekapun menjadi lembut dan mengerjakan tugas yang dia perintahkan dengan senang hati. Karena ini adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.
Tiba-tiba segala sesuatu disekitarnya menjadi berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai pendapat yang berbeda. Tiba-tiba ia merasa hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya..
Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istrinya menunggui di beranda depan dan memberikan ciuman kepadanya sambil berkata, " Sayang, sekali lagi aku minta maaf bila selama ini selalu merepotkanmu dan mengajakmu bertengkar untuk hal-hal sepele." Anak-anakpun tidak ketinggalan, "Ayah, maafkan kami karena membuat ayah tertekan dengan perilaku kami."
Tiba-tiba lelaki itu merasakan sungai kehidupannya mengalir lagi. Tiba-tiba hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri, tetapi bagaimana dengan setengah botol yang telah ia minum kemarin sore ?.. Lalu ia mendatangi Sang Guru lagi. Melihat wajah lelaki itu, rupanya Sang Guru telah mengetahui apa yang terjadi, "Buang saja botol itu, isinya hanya air biasa. Kau sudah sembuh !! Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut selembur air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan."
Pria itu mengucapkan terima kasih tak terhingga, lalu pulang kembali ke rumah untuk mengulang lagi pengalaman malam sebelumnya. Konon ia masih terus mengalir... ia tidak lupa hidup dalam kekinian, itulah sebabnya ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.