peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


other.1.peperonity.net

Musibah Berbuah Selingkuh

Musibah Berbuah Selingkuh

--------------------------------------------------------------------------------

Ini juga kisah kiriman dari Ayeng, thank’s Ayeng atas kiriman naskahnya. Email silakan pada nabirong_x@yahoo.com

Ada sepasang suami istri muda dari keluarga mapan yang tinggal dikota Solo. Sang suami bernama Rio, berusia 26 tahun, seorang insiyur dan bekerja pada sebuah perusahaan jasa konstruksi. Cukup ganteng dan pengertian. Istrinya bernama Ratna Widyaningrum, usia 23 tahun juga seorang sarjana ekonomi , kerja di sebuah perusahaan jasa keuangan. Tingginya 163 cm berat 49 kg, kulit putih bersih dan ukuran bra34b, selalu berpakaian modis kekantor. Mereka belum memiliki anak karena baru menikah 1tahun ini.

Di sela-sela kesibukan bekerja mereka untuk menghilangkan kejenuhan, mereka biasa menghabiskan akhir pekan dengan makan2 di sebuah resto yang terkenal. Kadang juga berlibur dan menginap menyewa villa di Tawangmangu. Itu dilakukan pasangan ini untuk lebih mendekatkan mereka yang sibuk setiap hari dan sekadar refresing bagi mereka.

Saat itu mereka baru saja pulang makan malam, mencoba masakan sebuah resto yang di rekomendasikan oleh temannya Rio. Memang masakannya sangat khas dengan lauk pauk yang di sajikan dalam suasana pedesaan. Sabgat natural sekali. Mereka pun makan sangat lahap. Suasananya sangat romantis sekali bagi Rio dan Ratna. Tak terasa kantuk datang menjemput.

“Ayoo mas……..kita pulang, udah ngantuk nih……?.”ujar Ratna menguap.
“Iya nih, beginilah klo makan enak sekali…….ngantukkk……..”tambah Rio seraya bangkit.
“Ayo……?”ajak Rio mengulurkan tangannya, mengajak sang istri untuk bangkit.

Ratna menggamit tangan suaminya sebagai pegangan, bangkit dalam tarikan lengan suaminya. Ups..! Hampir saja ia terjatuh seandainya Rio tak langsung menangkap pinggang sang istri. Tergelak mereka melangkah berbarengan menuju kasir.

Setelah membayar, mereka melangkah berpelukan. Rio menggamit pinggang sang istri diiringi tatapan orang dekira mereka. Betapa tidak sang lelaki ganteng beriringan dengan wanita cantik langsing berkulit bersih. Melangkah menuju mobil mereka yang di parker di pojokan. Rio membukan pintu untuk sang istri, dan menutupkannya setelah Ratna duduk di dalamnya. Melangkah mengitari mobil menuju pintu yang satunya.

Setelah mundur dan berputar mobil tersebut beranjak meninggalkan resto tersebut diiringi lambaian petugas parkir yang memandunya. Meluncur di jalanan kota Solo dalam kecepatan sedang. Tiba-tiba?

Ban mobil berdecit setelah terjadi benturan keras. Rio masih sempat menginjak rem. Dan mobil yang mereka kendarai berhenti dengan seketika. Tergopoh-gopoh pasangan muda itu keluar dari mobilnya, Kaget bercampur aduk dengan miris melihat sebuah sepeda motor telah berada di kolong mobil mereka.

“Adduhh…………………………..!”terdengar keluhan lirih dari seseorang.

Bergegas mereka berdua menuju arah suara. Terliaht seorang lelaki tengah terduduk di pinggir jalan sambil memegang lututnya, memandang dengan marah kearah mereka.

“Ma..maaf…pak, saya tidak melihat bapak tadi……, ujar Rio.
“Bapak apanya yang luka?.?”timpal Ratna.
“Ga usah saya bisa berdiri sendiri………………?.!seru orang tersebut dengan gusar.

Terlihatt orang tersebut berseragam aparat. Polisi tepatnya. Dia bangkit dan melangkah ke hadapan Rio. Memaki-maki Rio dengan kata ?kata yang kasar. Rio tidak melayaninya setelah tau berhadapan dengan siapa. Ia lebih memilih diam dan rela di persalahkan. Orang yang belakangan di ketahuinya bernama Sutiran dengan pangkat Briptu memintanya semua urusan di selesaikan malam itu juga. Tetapi mengingat malam telah larut Ria meminta diselesaikan besok hari saja dan dengan terpaksa menyerahkan surat-surat kendarannya sebagai jaminan.

“Ok…besok saya tunggu anda di rumah, jangan sampai terlambat?.”ucap sang aparat tegas.
“Baik..,baik pak besok saya akan ke rumah kita akan tanggung kerusakan sepeda motor bapak, bapak jangan kawatir..”ujar Rio.
?Ya sudah?, jam 10 pagi ya jangan lupa……”ulang Sutiran kembali mengingatkan.

*********

Di temani Ratna sang istri. Mengenakan blose berleher rendah menonjolkan kemulusan kulitnya di padankan dengan jeans ?menambah anggun penampilannya. Berkali kali Sutiran melirik ke arah Ratna yang tersenyum manis, mengagumi penampilan wanita cantik yang datang ke rumah kontrakannya di pinggir kota Tepat seperti janjinya, Rio telah berada di rumah Briptu Sutiran Lebih jelas sekarang usianya berkisar 50-tahunan. Berbadan tegap, berkulit gelap dengan penampilan yang garang.

‘Sebentar lagi ia akan pensiun?batin Rio.

Setelah berbincang-bincang dan saling berargumentasi akhirnya di sepakatiu bahwa Rio akan mengganti sepeda motor sang aparat dengan jenis dan tahun yang sama. Setelah memberikan cek senilai yang disepakati pasangan muda tersebut itupun pamit di antar Briptu Sutiran menuju mobil mereka yang di parkir d ujung jalan.

“Kalau ada masalah jangan segan-segan menghubungi saya pak…….”ujar Briptu Sutiran melambai saat mobil yang di kendarai pasangan muda itu beranjak pergi.

Pasangan muda itu tak mengerti, bahwa sebenarnya keramahan Briptu tersebut hanya basa basi. Mereka tak mengetahui bahwa Briptu Sutiran mempunyai latar belakang yang tidak bagus. Baik sebagai polisi ataupun anggota masyarakat. Ia dikenal sebagai polisi yang sering turun pangkat karena indisipliner dan membuat malu kesatuannya. Seperti mabuk, judi dan juga suka merusak rumah tangga orang lain.Maka diusianya yang hampir pensiun keluarganya hancur akibat ulahnya. Dan iapun duda cerai?

Dan kehidupan pasangan muda itupun mengalir seperti biasanya hingga?

Suatu ketika sepulangnya dari kantor setelah mengalami lembur yang melelahkan, Ratna melangkah menuju parkiran mobilnya, tergesa gesa ia karena suasana telah sepi dan Satpampun telah berada di balik mejanya.

‘Pasti mereka tidur?pikir Ratna kesal.

Sambil berjalan ia mencari-cari kunci mobil yang berada dalam tasnya. Ia berjalan sambil menunduk, matanya mancari-cari kunci yang tiba-tiba saja menjadi sulit di ketemukan. Begitu ketemu ia telah berada di samping pintu mobilnya. Dengan tergesa-gesa ia masukkan kunci tersebut ke lubangnya?

Tiba-tiba sebuah tangan telah menutup mulutnya diiringi bentakan.

“Serahkan benda berharga ibu kalu mau selamat…….!”Ancam pelaku yang membungkam mulutnya.

Ratna kaget dan ketakutan, tetapi syukurlah akal sehatnya masih berjalan normal. Demi keselamatan dirinya dengan cepat ia meloloskan perhisannya, jam tangannya dan langsung menyerahkan ke tangan pelaku tersebut.

“Hapenya juga…………..!?ucap si pelaku yang menggunakan penutup muka tersebut. Dan dengan berat hati Hp tersebut pun pindah tangan. Dan dengan cepat mereka kabur di telan kegelapan malam. Tinggallah Ratna terduduk diatas aspal sesengukkan. Setelah merasa tenang ia pun membuka pintu mobilnya, menstarter dan beranjak pergi. Di dalam mobil Ratna bersyukur dirinya selamat. Mobilpun bergerak da;am kecepatan sedang. Sesaat di sebelah kiri diliriknya terbaca tulisan yang menyatakan tempat tersebut adalah sebuah kantor polisi. Reflek ia mengarahkan mobilnya ke bangunan tersebut. Dan dengan tergesa-gesa ia melangkah masuk.

Terlihat 2 orang petugas jaga sedang menonton TV,?

“Malam pak,……”sapa Ratna
“Selamat malam bu?., ada yang bisa kami bantu?.?”sahut mereka ramah.
“Begini pak…………”ucap Ratna kembali. Menerangkan bahwa ia telah mengalami penodongan di parkiran kantornya. Di ceritakannya semua sedetil-detilnya. Baik bagaimana kejadiannya dan ciri-ciri penodongnya dan kehilangan apa saja.

“Eh…bu Ratna ada apa kemari?.?”terdengar suara berat yang pernah dikenalnya. Ratna memalingkan mukanya ke arah datangnya suara. Terkejut bercampur girang ia melihat siapa yang menghampirinya. Briptu Sutiran melangkah mendekati mereka. Dia menanyakan apa yang telah terjadi dan kedua orang petugas yang melayani Ratna menceritakan laporan wanita muda tersebut.

“Begini saja bu? ini laporan telah kami buat sesuai dengan penuturan ibu, sekarang silakan di tanda tangani dan nanti akan kami kabari begitu ada perkembangan…”ujar Briptu Sutiran.
“Sekarang lebih baik ibu pulang, kasihan suami ibu mungkin telah gelisah menunggu kepulangan ibu?tambah Briptu Sutiran simpatik.

“Baik pak,tapi tolong ya pak, Hape itu sangat saya butuhkan?”tutur Ratna memelas.
“Akan kami usahakan secepatnya bu……………………?.”ucap Briptu Sutiran.

Dan mobil Ratna punmeluncur kembali di jalanan kota Solo. Tak lama kemudian ia pun sampai di rumah. Rio langsung menghampirinya dengan wajah kesal. Telah berkali-kali ia menghubungi Hp Ratna tak pernah diangkat. Begitu Ratna menceritakan kejadiannya, wajah Rio berubah kaget, Dipeluknya istrinya, dalam penyesalan tak dapat mendampingi sang istri pada situasi yangberbahaya itu. Tak lupa Ratna juga menceritakan bahwa Briptu Sutiran akan membantunya. Rio pun akhirnya bersimpati pada polisi tersebut.

*****************

Seminggu kemudian?

Dering telepon kantornya mengejutkan Ratna yang tengah terpuruk dalam angka-angka.

“Ya?”jawab Ratna pendek.
“Ada Briptu Sutiran dari kepolisaian hendak bicara dengan ibu?.”terang suara renyah operator

Ratna langsung teringat kejadian seminggu yang lalu, teringat pada kejadian yang hamper saja membahayakan dirinya. Teringat pada laporan yang telah dibuatnya di kepolisian.

“Ya sambungkan……..”ucapnya cepat.
“Bu saya Briptu Sutiran dari kepolisian, hendak menyampaikan kabar?”terdengar suara ramah polisi yang sangat di kenalnya itu.
“Bagaimana pak Sutiran……?”Tanya Ratna tak sabar.
“Begini bu, penodongnya telah tertangkap, tetapi beberapa barang ibu tak dapat kami ketemukan, silakan ibu mampir ke kantor siang ini, saya tunggu…”tutur polisi itu dengan tutur teratur.
“Baik pak, jam 12 siang ini saya ke datang ke kantor?.?ucap Ratna terburu-buru.
“Terima kasih sebelumnya pak……?”tambah Ratna tak lupa.

Pas jam 12 saiang itu Ratna telah berada di kantor polisi sebagaimana disebutkan oleh Briptu Sutiran. Duduk menghadap meja Briptu Sutiran.

“Selamat siang bu Ratna……..”sapa sosok yang keluar dari ruangan sebelahnya memegang sebuah bungkusan.
“Selamat siang pak Sutiran?”sahut Ratna tersenyum. Menmpakkan barisan teratur gigi putihnya. Memang siang itu Ratna mengenakan blouse ketat, menonjolkan kewanitaanya denga bahann yang tipis menerawangkan bra krem yang dikenakannya, di padankan dengan rok selutut dengan belahan yang cukup tinggi, menonjolkan ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.