peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


Newest pictures
pangeranbayangan.peperonity.net

Hikmah di balik Haji

....................................

Setelah kejadian peristiwa penyembelihan yang agung itu nabi Ibrahim kembali ke Palestina tempat istrinya Sarah dan putranya Ishak bermukim. Beberapa tahun telah berlalu, pada suatu hari nabi Ibrahim menerima perintah untuk berangkat menemui Ismail di Mekah guna mendirikan rumah Allah disisi telaga zamzam. Ibrahimpun berangkat menuju Mekah. Ia bertemu dengan putranya disisi telaga zamzam. Setelah bercakap-cakap saling melepaskan rindu, Ibrahim membisikan kepada ismail tentang perintah yang diterimanya dari Allah:” Hai anakku, kepadaku telah diperintahkan oleh Allah untuk mendirikan sebuah rumah ibadah ditempat yang agak tinggi itu”. Mendengar perintah itu, nabi ismail segera menundukkan wajahnya tanda tunduk dan taat kepada Allah dan orang tuanya sendiri.

Segera mereka berdua menuju tempat yang ditunjuk nabi Ibrahim. Mulailah keduanya dengan kedua kaki dan tangannya meratakan dan meninggikan tanah, mengumpulkan batu dan pasir membangun rumah Allah (Baitullah atau Ka’bah). Sambil bekerja mendirikan bangunan rumah Allah tersebut, dengan bersimbah peluh mereka berdua berdo’a sebagaimana disebutkan dalam surat al Baqarah ayat 127-129:

albaqarah127.jpg

127- Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.128- Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.129- Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Al Baqarah 127-129)



Do’a itu diucapkan sambil berdiri disuatu tempat dekat rumah yang sedang dibangun itu, tempat itulah yang sekarang kita kenal dengan sebutan Maqam Ibrahim. Setiap orang yang melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah dianjurkan untuk melakukan sholat sunah dua rakaat dan berdo’a di Maqam Ibrahim itu, sehingga tempat tersebut menjadi rebutan dan tidak pernah sepi dari orang yang shalat sejak dahulu sampai sekarang bahkan sampai hari kiamat nanti.
Ibrahim dan Ismail terus bekerja membangun rumah tersebut. Setelah rumah itu hampir selesai ternyata masih dibutuhkan sebuah batu lagi. Akhirnya Ibrahim menemukan sebuah batu yang luar biasa, berwarna hitam mengkilap. Karena gembiranya Ibrahim dan Ismail menciumi batu tersebut sambil berjalan mengelilingi bangunan rumah ibadah tersebut, lalu memasang batu tersebut pada tempat seperti yang sekarang, batu tersebut disebut Hajar Aswad ( Batu Hitam)

Setelah rumah itu selesai Allah mengajarkan kepada Ibrahim dan Ismail cara cara beribadat kepadanya. Ibadah yang diajarkan kepada Ibrahim dan Ismail itulah yang diajarkan oleh para Nabi dan Rasul sesudahnya , juga yang diajarkan nabi Muhammad saw, yaitu ibadah sholat, puasa, zakat, dan haji, sebagaimana disebutkan dalam surat al Baqarah ayat 125-126:



125- Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud”.

126- Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (Al Baqarah 125-126)

Selanjutnya Allah memerintahkan kepada nabi Ibrahim untuk menyeru manusia mengerjakan ibadah haji ke Baitullah yang telah dibangun Ibrahim beserta Ismail itu sebagaimana disebutkan dalam surat al haj ayat 25-26:



26- Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud.

27- Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,

28- supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir. ( Al Hajj 26-28)

Apa yang dialami nabi Ibrahim dan Ismail mulai dari peristiwa Ibrahim meninggalkan putranya di Mekah . Hajar yang berlari kecil antara Safa dan Marwah untuk mendapatkan air bagi putranya Ismail. Peristiwa pertemuan Ibrahim dan Ismail di padang Arafah, bermalam di Muzdalifah, melempar syetan yang mencegah pengorbanan Ibrahim dan Ismail, peristiwa penyembelihan yang agung , membangun Ka’bah dan tawaf mengelilingi Ka’bah semua itu diabadikan dalam pelaksanaan Ibadah Haji sampai sekarang dan akan terus dilakukan oleh kaum Muslimin sampai hari Kiamat nanti.

Allah telah mengabulkan do’a nabi Ibrahim tatkala ia meninggalkan istrinya Hajar dan putranya Ismail di lembah tandus, yang tiada bertanam tanaman dan berpenghuni. Kini lembah gersang dan sunyi itu telah menjadi kota Makah yang tidak pernah sepi dari kunjungan manusia. Kabah yang dibangun nabi Ibrahim dan nabi Ismail setiap saat dikunjungi orang dari segala penjuru dunia. Selalu ada orang yang tawaf dan sholat ditempat itu setiap saat. Setiap tahun tempat itu dikunjungi jutaan umat manusia untuk melakukan ibadah haji sebagaimana yang telah diajarkan Allah kepada nabi Ibrahim
Pelajaran dari kisah nabi Ibrahim dan Ismail

Dalam kisah Ibrahim dan Ismail diatas ada pelajaran berharga bagi orang Mukmin yang mau mengambil pelajaran. Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah nabi Ibrahim dan Ismail yang menjadi dasar bagi pelaksanaan ibadah Haji tersebut diatas antara lain:

1. Ibrahim adalah orang yang patuh pada Allah, ia patuh menjalankan semua perintah Allah betapapun beratnya. Kepatuhan ini dikuti pula oleh istri dan anaknya Hajar serta Ismail.
2. Apa yang diperintahkan Allah kepada kita seperti shalat, puasa, zakat, haji, membaca Qur’an, sedekah, Dzikir, Tasbih, belumlah seberat apa yang diperintahkan dan dilaksanakan Ibrahim seperti meninggalkan anak dan Istrinya dilembah yang tandus, gersang dan tidak berpenghuni serta melakukan pengorbanan dengan menyembelih putranya Ismail.
3. Apa yang dilakukan nabi Ibrahim dan keluarganya adalah suri teladan bagi orang yang mau mendekatkan dirinya pada Allah. Seberat apapun perintah yang diberikan Allah kepada kita, kalau kita patuh dan sabar menjalankannya, Allah pasti akan memberikan balasan yang berlipat ganda. Ibadah haji dan kemakmuran yang diberikan Allah pada kota Makah dewasa ini adalah buah dari ketakwaan dan kepatuhan nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah.
4. Kehidupan orang ber-Iman adalah kehidupan jangka panjang, yang tidak mengenal akhir waktu. Sabar dan tawakkal menghadapi kesulitan dan cobaan Allah pada saat ini pasti akan berbuah manis dimasa yang akan datang. Mereka selalu memperhitungkan semua tindakan dan perbuatannya, mereka sadar bahwa kelak mereka akan dimintai pertanggungan jawab atas semua perbuatannya di akhirat. Kehidupan orang yang tidak ber-Iman adalah kehidupan jangka pendek, mereka hanya hidup untuk dunia saja. Mereka menganggap ujian dan cobaan di dunia sebagai azab. Mereka berusaha membebaskan diri dari berbagai cobaan dan ujian itu dengan menghalalkan segala cara, mereka tidak peduli dengan akibat buruk yang akan mereka terima dimasa yang akan datang, sebagai akibat amalan dan perbuatan mereka selama ini. Mereka tidak takut bahwa mereka akan dimintai pertanggungan njawab atas apa saja yang telah mereka perbuat di dunia ini.
5. Mari kita contoh ketaatan dan kepatuhan nabi Ibrahim dan keluarganya tersebut, kalau kita sanggup meniru ketakwaan dan kepatuhan nabi Ibrahim maka tidak ada masalah dan problem didunia ini yang dapat menghancurkan dan merusakan kita. Sekarang memang pahit dan berat, tapi dimasa yang akan datang Allah pasti akan membalasi kesabaran kita dengan kebaikan yang berlipat ganda, Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.

Dilembah sunyi dan gersang tanpa tumbuh tumbuhan dan manusia itu, kini telah berdiri Masjidil Haram yang dikunjungi jutaan umat manusia setiap tahun untuk melaksanakan ibadah haji. Itulah buah ketakwaan dan kepatuhan nabi Ibrahim yang patut kita teladani.
<<<<<>>>>>>


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.