peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


perjalanan.peperonity.net

Ketika kusebut Nama-Mu


Rasanya telah lama aku di bumi Allah yang maya ini, apa persediaan dan bekal yang bakal ku bawa, yang setiap saat mungkin saja akan dijemput.
Adakah tebal kasihku menjamin untuk dijadikan kayu pengukur keimananku kepada-Nya?
Adakah keimananku bisa dijadikan timbang tara dihari perhitungan?
Kekurangan yang amat tebal ini, membuat aku terasa amat kecil, kecil sungguh hamba-Mu ini untuk menemui-Mu

Kala ini, diparuh usia baru ku sadar, apa sumbanganku terhadap apa yang diberi sementara, aku lalai dan alpa. Aku asyik mengejar masa dan waktu, yang mana tanpa ku sadari, masa menghampiri ku. Inilah sebuah kehidupan.

Urusan dunia memang tak pernah habis dan selesai selagi tidak mendapat kepuasan untuk dinikmati. Sehingga terlupa ada tanggung jawab yang perlu dilakukan dan penting terhadap-Nya, itu yang selalu kita belakangkan, amat tidak adil. Tidak setimpal rasanya dibanding dengan apa yang dianugerahkan-Nya.
Termasuk aku didalam golongan itu, yang tak pernah bersyukur, adakah aku hamba-Mu yang pelupa. Dapatkah aku menebus kembali apa yang telah ku tinggalkan dalam paruh waktuini?

Ya Allah, berilah aku hidayah-Mu untuk ku konsumsi dalam sisa hidup ini. Masihkah jauh atau telah dekat untukku mendekati-Mu.
Sayu rasa hati ini, bukan untuk meninggalkan apa yang ku peroleh di dunia ini; harta dan orang tersayang.
Namun aku sedih selama ini aku lupa tanggung jawabku terhadap-Mu.
Adakah aku mampu menebusnya kembali, memakmurkan imanku terhadap amanah-Mu Yang Maha Pengasih dan Penyayang

Lorong-lorong yang ku lalui selama ini ku sangka mempunyai sinar, rupanya hanya kerlip-kerlip yang tidak lama menyinari laluanku. Aku tertipu oleh kerlipan mata dan kata-kataku. Akhirnya aku menggelepar bila kerlip-kerlip menghilang, aku tersesat dalam langkahku ke lembah onak berduri. Aku merendah dan menyusuri, terkapai-kapai tanpa pegangan yang kukuh berpaut di dahan yang rapuh. Aku tersesat dalam terang. Ingatanku hanya satu... Allah

Begitu aku menyebut nama-Mu, aku bagaikan tersadar dari mimpi yang amat ngeri dan dahsyat. Aku menadah tangan dibawah kebesaran-Mu.
Tiada harta, saudara dan sahabat taulan yang dapat membantu disaat aku memerlukan
Aku pasrah
kepada-Mu

>>)§(<<


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.