peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


shine.luv.letter.peperonity.net

28 Dzulhijjah...

><><><><><><><><><><><

Maha Suci Allah Yang Tunggal lagi Perkasa,
Yang Maha Mulia lagi Pengampum Dosa,
Yang Menyelimutkan malam pada siang,
Sebagai Pengagum bagi hamba-hamba-Nya yang memiliki hati dan nalar,
Dan sebagai Penerang bagi yang memiliki akal dan pikiran.

Dia Yang Menyadarkan hamba-hamba yang telah dipilih-Nya, sehingga mereka bersikap zuhud dalam kehidupan ini, menyibukkan diri dengan muhasabah, muthala'ah pun muraqabah terhadap diri serta menyadari Keperkasaan Allah dan melestarikan perenungan, dzikir dan pengambilan pelajaran (hikmah).

Dia yang menuntun kita untuk taat, bersiap-siap mengumpulkan sangu untuk menyongsong kehakikian, waspada terhadap segala yang mendatangkan murka-Nya dan menyeret pada kehancuran serta tetap beristiqamah sekalipun kondisi berubah dan situasi berganti arah.

Segala Puji bagi Allah yang Maha Tinggi Ilmu-Nya lagi Suci Pengetahuan-Nya dan atas anugerah Cinta-Nya mengutus Rasulullah Muhammad SAW, kekasih-Nya sebagai petunjuk menuju jalan-Nya yang lurus dan penyeru pada Diin-Nya yang hanif.
Semoga shalawat dan salam-Nya senantiasa tercurah kepada beliau dan kepada seluruh Nabi, kepada keluarganya masing-masing, sahabat-sahabatnya yang senantiasa membantu berjuang dalam menegakkan Diin yang sempurna dan semua hamba-hamba Allah yang menjalani seluruh syari'at-Nya secara ikhlas serta bagi para pemuja mahabbah hakiki pada Allah dan Rasul-Nya.
Wa ba'du

Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya...
-=QS Al An'aam 88=-

El, ingatkah pada munajat cinta yang pernah kita buat?
ingat pula kah pada penyerahan yang pernah kita sepakati?
El, bersandarlah pada cinta abadi, yang senantiasa ada saat segala sesuatu akan musnah, karena mahabbah adalah matahari yang tidak akan tenggelam, bungamekar yang tidak akan pernah layu.
El, peganglah erat mahabbah ini yang tengah berputar mengitarimu, yang mampu memuaskan dahagamu.
Perhatikanlah mahabbah ini, mahabbah yang telah di jalani oleh para Nabi dan orang-orang yang hanya pada Allah-lah hatinya terikat.
Jadi buanglah seluruh keraguan hatimu yang menyedihkanku!

(Ingat!) Kebenaran itu dari Rabb mu, maka janganlah sekali-kali kamu termasuk orang yang ragu
-QS Al Baqarah 147-

Karena itu akan melegakan hatiku dan nafkahkanlah keikhlasan hatimu untukku dan hijrahkanlah cintamu untuk mahabbahku. Bergembiralah untuk Rabb-mu melalui hidayah yang ku dapat

Allah menarik kepada-Nya orang yang di kehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada-Nya orang yang kembali kepada-Nya
-=QS 'Asy Syu'ra 13=-

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu, ...
-=QS Ali 'Imran 133=-

Karena itu, bukan tanpa pertimbangan hati, akal dan rasio aku di inginkan menempuh jalan ini, namun ketika mahabbah itu sendiri bercampur dan menggenangi seluruh rongga hatiku; akal, kecerdasan dan rasio yang berada pada 'diri' ku, menyerah pada penyerahan

MARI KITA TENGGELAM DALAM PERENUNGAN:
Mahabbah di wariskan ayah kita, Adam as, yang merindu damba ibu kita Hawa sebagai pendampingnya, sedangkan kecerdasan adalah barang dagangan setan, yang merayu keduanya dengan memancing kecerdasan logika mereka bahwa Allah melarang ayah dan ibu kita mendekati pohon khuldi agar mereka tidak abadi berada dalam surga.

Orang cerdas yang bijak akan selalu bersandar pada diri dan akalnya, sedang mahabbah selalu mengupayakan penyerahan dan kepasrahan.
Akal adalah alat berenang, dengannya kadang manusia bisa sampai ke tepi dan kadang justru tenggelam. Sedang mahabbah adalah bahtera nabi Nuh as, orang yang menaikinya tidak akan merasa khawatir tenggelam.

Namun tak setiap orang dapat mengerti dan merasakan perasaan seperti diriku. Dan aku harap engkau mengerti apa yang ku rasa. Engkaupun mesti mengambil bagian dari cinta ini dan menikmatinya.
Jika engkau tak ingin menjadi Yusuf, lantas apa yang menghalangimu untuk menjadi Yaqub?
Apa gerangan yang mencegahmu untuk menjadi pemilik cinta yang tulus dan seorang yang selalu pengasih?
Apa bedanya antara seorang yang tenggelam dalam mahabbah (cinta) pada Allah dengan ikhlas dan menjalankan dengan sepenuh hati seluruh syari'at-Nya yang indah dengan orang yang mengikhlaskan sebagian hatinya terenggut demi orang yang dicintainya berenang dalam mahabbah-Nya?

Ketahuilah bahwa sesungguhnya kenikmatan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-banggaan dengan harta dan anak,
seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya menjadi kuning dan kemudian menjadi hancur dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tak lain hanyalah kesenangan yang menipu
-=QS Al Hadid 20=-

Bagi manusia di jadikan indah pandangannya ke segala kecintaannya yang dia ingini, yaitu daripada wanita-wanitanya, anak-anaknya, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda-kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Yang demikian itu kesenangan kehidupan dunia, dan Allah (telah menyediakan) tempat yang terbaik disisi-Nya
-=QS Ali 'Imran 14=-

Mengenai ke khawatiran dirimu karena rasa cinta dan sayangmu padaku, yamg tak menginginkan hatiku teranggu karena perkataan, cibiran dan tatapan merendahkan, Insya Allah, telah ku siapkan tekadku

Sesungguhnya kamu akan di uji (imanmu) dengan hartamu dan dirimu (dalam urusan menyampaikan amanat Allah) dan sungguh kamu telah banyak mendengar gangguan yang menyakitkan hati, (yaitu dari gangguan) orang-orang yang telah di beri Al Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik (yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu).
Dan jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sungguh yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan
-=QS Ali 'Imran 186=-

Insya Allah aku akan baik-baik saja, dan menurut makanan filosofi yang pernah hinggap di ranting pikirku:
Orang yang selalu mendengarkan orang lain namun tak pernah mengabaikan kata hatinya adalah orang yang bijak, sedangkan orang yang selalu mendengarkan orang lain namun mengabaikan kata hatinya biasanya celaka oleh kata-kata orang bodoh.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.