peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


adhyaksa dault
slankers2.peperonity.net

<<KUMPULAN BERITA SLANK>>

=SLANK VS DPR (3)=
August 14th, 2008


Jakarta - Afif sangat bingung sekali saat pertama datang ke Jakarta. Ia pun pusing tujuh keliling karena tidak kunjung mendapatkan kerja. Untung ia ingat SLANK, grup musik yang dikaguminya. Maka ia pun datang ke Pulau Biru.

Bagi Slankers, Pulau Biru adalah tempat yang aman, nyaman, damai, dan sentosa. Jangan bayangkan Pulau Biru berbentuk sebuah pulau beneran. Pulau Biru sebenarnya adalah nama perusahaan manajemen SLANK yang beralamat di Jalan Potlot 3 No. 14, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di situlah SLANK bermarkas dan para Slankers nongkrong.

Bila datang ke Pulau Biru, memang dengan cepat akan merasa betah. Di sini, tersebar bale-bale yang digunakan bagi Slankers untuk sekadar nongkrong ataupun curhat. Nah bila sudah buntu dengan masalahnya, para Slankers pun bisa langsung bertemu Bunda Iffet dan personel SLANK sendiri. Pasalnya Bunda Iffet dan SLANK selalu menggelar open house bagi penggemar SLANK. Tapi acara itu dilakukan di luar jam sekolah. Sebab ABG yang masih berseragam dilarang untuk nongkrong di Pulau Biru.

Peran bunda Iffet memang sangat besar bagi para Slankers. Mereka menganggap ibunda Bimbim, drummer SLANK sebagai ibu para Slankers. Kasih sayang Bunda Iffet terhadap Slankers diwujudkan dengan mengangktifkan telepon genggamnya selama 24 jam untuk para Slankers. Tak jarang telepon genggam itu berdering tengah malam karena ada Slankers yang ingin curhat.

Di Pulau Biru inilah, Afif pun bertemu Bunda Iffet. Kepada Bunda Iffet, Slankers asal Pemalang itu pun curhat soal masalahnya. Bunda Iffet lantas memberikan pekerjaan Afif sebagai penjaga di warung SLANK yang menjual aneka ragam merchandise SLANK.

SLANK berdiri sejak 26 Desember 1983. Hingga kini, SLANK boleh dibilang merupakan salah satu grup musik yang paling banyak penggemarnya. Komunitas pencinta SLANK yang dikenal dengan sebutan Slankers terorganisir dengan baik. Kemana pun SLANK manggung, para Slankers ikut berdatangan menyaksikan grup band ini berlaga.

Berawal dari surat menyurat antarseluruh penggemar ke manajemen SLANK, akhirnya pada tahun 1992 terbentuk sebuah wadah untuk menampung aspirasi dari fans berat SLANK di tiap daerah dengan nama SLANK Fans Club (SFC). Nama ini kemudian akrab disebut Slankers. Komunitas ini bisa terbentuk karena adanya persamaan antar sesama penggemar SLANK yang ingin mengenal lebih dalam band idolanya tersebut.

Menginjak usia yang ke 24, jumlah penggemarnya mengalamai peningkatan. “Saat ini anggota SLANK Fans Club yang resmi terdaftar sekitar 65.000 orang dengan markas fans club yang tersebar di 72 kota di seluruh Indonesia,” kata Denny AR Manager Director PT Pulau Biru kepadadetikcom.

SLANK bisa dibilang punya seabreg ide untuk menjaga penggemarnya. Misalnya dengan membuat koran khusus yang berisi berita seputar kegiatan SLANK. Koran yang bermoto Polos dan Apa Adanya ini bahkan sudah didistribusikan hingga ke luar Jawa dengan harga yang terjangkau.

Anggota SLANKer sekarang tidak hanya dari kalangan anak muda yang berpenampilan urakan dan apa adanya. Banyak eksekutif muda dan kalangan artis yang kini menjadi anggota Slankers. Prilaku para Slankers pun pelan-pelan berubah. “Image urakan dan tukang rusuh sudah tidak berlaku lagi bagi para Slankers sejak personil SLANK sudah berhenti dan sembuh dari ketergantungan narkoba ” tegas Denny.

Rupanya aktivitas SLANK tak sekadar mencari profit dan mempertahankan penggemar semata. Berbagai kegiatan sosial sosial juga sering dilakukan SLANK. Misalnya, membantu korban bencana alam, memberikan penyuluhan kepada korban pengguna narkoba, dan sekarang giat mengkampanyekan antikorupsi kepada anggota Slankers.

Hal inilah yang membuat para SLANKer kerasan mengidolakan SLANK. Tapi untuk jadi anggotanya tidak sembarangan. Menurut Denny, ada persyaratan tertentu bagi Slankers yang ingin membuka SFC, di antaranya minimal memiliki 100 anggota, punya markas, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Selain itu anggota Slankers juga harus mempunyai kenalan dengan radio setempat. “Tujuannya jika mempunyai kenalan radio bisa digunakan untuk membantu rilis dari album terbaru SLANK,” ujar Denny.

Dengan anggota dan simpatisan yang cukup banyak, Slankers yang menjadi simbol dunia anak muda dan sempat menjadi incaran partai politik. Menjelang pilpres 2004, markas SLANK sempat kedatangan salah satu calon presiden.


=Nongkrong tanpa Narkoba di Markas Slank=
August 14th, 2008

Slank ternyata nggak cuma bisa nyanyi. Kelompok musik ini juga aktif dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba. Pengenbukti? Sejak pukul 10.00 WIB, ratusan slankers, begitu sebutan untuk para fans kelompok musik Slank, udah menyemut di markas Slank. Ada apa ya? Bukan anak Slank namanya kalaunggak bikin kejutan. Bertempat di markas besarnya, Gang Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, para personil Slank bikin acara yang cukup kreatif yaitu ngobrol bareng bertajuk Nongkrong without Drugs with Slank.

Acara yang berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat (24 dan 25 Juni) lalu itu digelar dalam rangka menyambut hari madat sedunia. Walau dihadiri oleh para slankers, acara ini sebenarnya terbuka untuk umum lho, dan tentu saja gratis. Kamu, pasti penasaran banget, acara seperti apa sih yang mereka buat? Sesuai dengan judulnya, acara yang merupakan hasil kerja barengpihak Slank dengan Sahabat Rekan Sebaya (SRS) serta FAN Campus, sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Jakarta, ini diisi dengan bincang-bincang dan berbagi pengalaman, penyuluhan disertai ajakan untuk memerangi penyalahgunaan narkoba, penayangan slide, pemutaran film Slank berjudul Peace Movement, hingga permainan, kuis, bazar, serta pertunjukan musik.

Acara diawali dengan bincang-bincang secara santai dan terbuka oleh kelima personil Slank yaitu Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho, dan Ivan. ”Gue kenal narkoba sekitar tahun 1993-an lah. Saat itu belum ada putaw. Yang baru dikenal adalah heroin yang cara memakainya dibakar. Terus masuk putaw yang disuntik,” aku Bimbim yang mengaku sering terganggu emosinya saat jadi pecandu. ”Rasanya nggak enak. Kayak dikejar-kejar setan.Pengennya dapat barang melulu. Gue jadi males bangun tidur,males mandi juga,” ujar Bimbim.

Sementara Kaka mengaku kapok menggunakan narkoba lagi. Menurutnya, sejak pakai narkoba, waktunya banyak yang terbuang percuma. ”Seharusnya ada kerjaan yang bisa selesai hari ini juga. Tapi nggak dikerjain. Kerjainnya bisa besok, lusa, bahkan minggu depannya baru jadi,” papar Kaka.

Saking kecanduannya, tiap kali manggung keluar Jakarta pun Kaka mengaku harus mengantongi putaw. Lah, emangnya nggaktakut ketangkep? ”Gue kan mainnya cantik. Kalo tau ada polisi,gue buru-buru move duluan, tapi jangan ditiru deh!” tandas Kaka sambil mengingatkan sama slankers agar nggak ikut-ikutannyoba narkoba. Begitu juga slankers yang masih suka mabok, segera berhenti. ”Mulai sekarang slankers harus berhenti narkoba,” seru Kaka yang diamini Bimbim, Ivan, Ridho, dan Abdee.

Acara yang berlangsung seru dan komunikatif ini tak ayal membuat Bunda Ifet yang merupakan ibu para personil Slank,ikutan sibuk. ”Ayo ngaku, yang masih pake tunjuk tangan, dan daftar ke posko konsultasi,” teriak Bunda yang tak segan-segan menarik para slankers yang masih kecanduan narkoba ke meja konsultasi yang telah disediakan. ”Kalian generasi penerus bangsa harus bebas narkoba dan mulai detik ini slankers harus bebas narkoba,” kata Bunda Ifet dalam orasi spontannya.

Sementara itu, Mohammad Rizky Putra, aktivis SRS yang juga koordinator acara ini mengatakan, acara heboh ini dimaksudkan untuk menyampaikan pesan antinarkoba kepada para penggemarSlank, alias slankers. ”Bentuknya edutainment, memberi pendidikan lewat hiburan”.

Sedangkan menurut dokter Aisah Dahlan, kepala unit narkoba Rumah Sakit Bhayangkara, Jakarta, acara seperti ini harus diadakan secara kontinyu karena cukup mengena sasaran. ”Semula mereka tertutup, tapi lama-kelamaan terbuka. Yang masih kecanduan narkoba mengaku tanpa dipaksa, lalu ingin berhenti. Untuk itu, saya berterima kasih sekali bagi yang mau berobat. Jadi, mesti ada orang yang memperhatikan mereka,” kata dokter Aisah

Para slankers bertobat
Tahu nggak, selama dua hari diselenggarakannya acara ini, tak kurang 600 anggota slankers mendaftar ke posko konsultasi dan bersedia untuk berobat. Mereka pun janji untuk berhenti pakai narkoba. Salah satu anggota slankers yang tobat itu adalah Sisca.Cewek berusia 16 tahun ini adalah anggota slankers Lubang Buaya, Jakarta Timur. ”Gue sebenarnya sadar, hidup gue jadinggak teratur akibat narkoba. Setelah acara ini, gue jadi mantap untuk stop narkoba. Doain aja ya,” pintanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Arif Rahmat, slankers asal Pandeglang, Jawa Barat. ”Gue akan berobat dan bertekad untuk berhenti pakai narkoba. Para personil Slank bisa berhenti, masague nggak bisa sih,” kata slankers berusia 21 tahun ini.

Sisca dan Arif serta 600 slankers lainnya bertekad untuk stopnarkoba. Bagaimana dengan kamu yang masih pakai narkoba? Mestinya, kamu mencontoh personil Slank dan para slankers itu. ”Stop narkoba sekarang juga! Bermusik yes, narkoba no!” teriak Bimbim dengan lantang di penghujung acara. Sebagai penutup,Slank dan para slankers bersama-sama menyanyikan lagu Slankberjudul Balikin. ”Balikin … oh…oh…balikin… hidup gue kayakdulu lagi…”.

diambil dr artikel disalah satu web SLANKers


=SLANK TANAM POHON=
August 14th, 2008

Dilansir dari Kapanlagi.com - Dalam rangka menyambut perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, artis pun beramai-ramai menanam pohon di kompleks LIPI RW 10 Rawapanjang Citayam. Mereka adalah Slank, Paramitha Rusady, Ully Sigar Rusady, Devy Permatasari, dan Oppie Kumis.

Selain menanam pohon, mereka juga memberikan santunan pada anak-anak yatim yang ada di situ. “Kami ingin melakukan penanaman pohon dan penyantunan untuk anak-anak yatim,” begitu dituturkan oleh Kaka.

“Kegiatan ini sangat positif karena sekarang-sekarang ini pemanasan global sudah parah. Band kita salut banget sama warga RW 10. Ini suatu contoh bagus agar RW-RW yang lain mengikuti. Dan akan lebih banyak lagi lahan hijau,” lanjutnya.

Saat ditanya apakah band ini sudah sering melakukan hal semacam ini, Kaka menuturkan bahwa mereka telah sering memberi pengarahan mengenai penghijauan di Potlot.

“Memang kita selalu mengajak anak-anak muda untuk do something. Gak usah gede-gede yang penting ada manfaatnya seperti di lingkungan RW 10 ini,” kata Bimbim.

“Seperti dengan menanam pohon. Kalau tidak ada pohon tidak ada juga burung. Dan pohon juga mengeluarkan sesuatu yang bermanfaat bagi kita.”


=BUNDA IFET RILIS BUKU PERJALANAN SLANK=
Senin, 13 Agustus 2007 11:52

Siapa yang tidak kenal dengan Bunda Ifet? Di mana ada Slank konser, Bunda Ifet selalu menemani ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.