peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


suyetno.peperonity.net

main lagi dgn kacab


Main lagi dengan kepala cabang
Weekend berikutnya, pak Kacab dinas ke Jakarta, siangnya setelah kantor tutup, dia ngajak aku untuk kencan lagi. Aku ok saja sambil membayangkan nikmatnya di***** kont*l yang besar lagi. DIa menjemputku di rumah, aku membawa pakaian, termasuk daleman yang tipis, mini dan seksi untuk merangsang napsunya. Aku memakai pakaian tank top dan rok mini.
Dia tersenyum dan mengatakan aku cantik sekali dengan pakaian seperti itu, apalagi puserku sering tersingkap karena tanktopku hanya sepinggang. Dia juga membawa beberapa makanan kecil dan minuman kaleng. �KIta mau kemana pak�, tanyaku. �Ke hotel tempat akunginep�, jawabnya. Di mobil, dia selalu mengelus2 pahaku yang tersingkap lebih dari separuh karena rok miniku terangkat ke atas. Hal ini perlahan2 membuatku terangsang. �Kamu udah makan Nes�, tanyanya. �Belum pak�, jawabku. Kita kemudian pergi cari makan dulu.
Di kamar, aku dirangkulnya. Sebuah ciuman mendarat dipipiku. Aku berdebaran. DIa menggandengku dan duduk di sofa empuk yang ada di kamar. Kamar hotelnya cukup besar, berisi satu tempat tidur besar dan seperangkat sofa, selain meja rias. Mulutku terkunci karena masih harap2 cemas dengan kenikmatan yang sudah menungguku untuk menikmatinya. Dia mengambil minuman kaleng yang dibawanya,dibukanya dan diberikan kepadaku. Selalu dia menunjukkan perhatiannya tanpa aku minta. �Ayo minum, santai saja, mau mandi dulu enggak, kan tadi panas diluar�, katanya sambil menepuk2 pahaku. Sambil tersenyum-senyum dia berlalu ke kamar mandi. Aku heran juga kenapa dia tidak mengajakku mandi bersama, tapi aku diam saja. Gak lama kemudian, dia keluar dari kamar mandi hanya dengan bersarungkan handuk dipinggangnya. �Gantian deh mandi biar segar�. Di kamar mandi, di bawah shower, aku mengelus2 toketku dengan busa sabun, demikian pula dengan jembut dan mem*kku, sehingga napsuku menjadi ber kobar2. Selesai mandi aku memakai dalemanku yang seksi, bra dan CD mini yang tipis model bikini, sehingga bra hanya ditalikan di belakang leher dan punggungku, sedang CD mininya ditalikan di kiri dan kanannya. Karena branya tipis, otomatis pentilku yang sudah mengeras menonjol sekali, demikian juga jembutku yang lebat sangat berbayang dengan CD tipis itu. Karena bentuknya yang mini, jembutku menyembul di bagian atas, kiri dan kanan CD ku. Dia yang sedang duduk di sofa membelalakkan matanya ketika melihat aku keluar dari kamar mandi hanya berbalut bikinitipis dan seksi itu. �Lama sekali sih mandinya, pasti deh ngelus2 diri sendiri, ya. Kamu cantik sekali Yang, seksi sekali� katanya. Aku duduk disebelahnya dan menjawab �Habis bapak sih mandinya gak ngajak2, sehingga terpaksa Ines ngelus2 sendiri. Bapak suka kan ngeliat Ines pakai bikini seperti ini�. �Suka banget, kamu napsuin deh Yang�. �Udah ngaceng dong pak�. Aku yakin melihat pemandangan yang menggairahkan ini pasti mengungkit nafsu nya. kont*lnya terlihat mulai bergerak-gerak dibalik handuk yang disarungkan dipinggangnya.�Ines tahu, pasti bapak suka, tak usah khawatir, kan weekend ini sepenuhnya milik kita.� Ia lalu mencium pipiku. Nafasnya menderu-deru. Dalam hitungan detik mulut kami sudah lekat berpagutan. Aku direngkuh dengan ketat ke dalam pelukannya. Tangannya mulai bergerilya me remas2 toketku. Pentilku yang sudah mengeras dipelintir2 nya dari balik bra tipisku, Ini membuat rangsangan yang lebih hebat lagi buat aku. Aku menggeliat-geliat sambil mulutku terus menyambut permainan bibir dan lidahnya. Lidahnya menerobos mulutku dan bergulat dengan lidahku.
Tanganku pun aktif menerobos handuk yang dikenakannya dan me remas2 kont*lnya yang sudah mulai ngaceng itu. Membalas gerakanku itu, tangan kanannya mulai merayapi pahaku yang mulus. Dia menikmati kehalusan kulitku itu. Semakin mendekati pangkal pahaku, akumembuka pahaku lebih lebar, biar tangannya lebih leluasa bergerak. Peralahan-lahan tangannya menyentuh gundukan mem*kku yang masih tertutup CD bikini tipis. Jarinya menelikung ke balik CDku dan menyentuh bibir mem*kku dan menggosok2 itilku. Aku mengaduh tetapi segera dibungkam oleh permainan lidahnya. Badanku mulai menggeletar menahan nafsu yang semakin meningkat. Tanganku terus menggenggam kont*l yang besar dan panjang itu. Ukurannya ketika ngaceng mungkin sekitar 18 cm dengan diameter sekitar 5 cm. kont*l inilah yang membuat aku menjadi ketagihan. �Pak, besar banget sih kont*lnya, dipakai in obat apa sih sampai besar begini�, kataku sambil mengocok lembut kont*lnya. �Kamu sukakan sama kont*lku�, bukan menjawab dia malah balik bertanya. �Suka banget pak, kalau sudah masuk semua rasanya mem*k Ines sesak deh kemasukan kont*l bapak, apalagi kalau udah bapak enjot, gesekan kont*l bapakke mem*k Ines terasa banget. Ines udah gak sabar nih pak, udah pengen ngerasain kont*l bapak nggesek mem*k Ines�. jawabku penuhnapsu. Kocokan lembut jari-jariku itu membuat kont*lnya semakin ngaceng mengeras. Dia mengerang-ngerang nikmat. Ia mulai menjilati dagu dan leherku dan sejalan dengan itu bibir mungilku itu menyentuh pentil nya. Lidahku bergerak lincah menjilatinya. Dia merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tanganku makin cepat mengocok kont*lnya yang semakin berdenyut-denyut ngaceng. �Ayo ke ranjang�, bisiknya, �Kita tuntaskan permainan kita.� Aku bangkit berdiri, Dia memelukku. Diangkatnya tubuhku dan lidahnya yang terusmenerabas leherku membuat nafasku terengah-engah nikmat. Toketku lembut menempel lekat di dadanya. Aku direbahkan di tempat tidur yang lebar dan empuk, Dia menarik pengikat bra dan CD ku. Aku biarkan dia melakukan semuanya sambil ber desah2 menahan napsuku yang makin menggila.
Setelah tak ada selembar benangpun yang menempel di tubuhku, ia mundur dan memandangi tubuhku yang telentang bertelanjang bulat,bersih dan wangi sabun karena habis mandi. Ia memandangi rambutku yang kepirangan tergerai sampai kepundak, toketku yang padat dengan pentil yang sudah mengeras, perutku yang rata dengan lekukan pusernya, pahaku yang mulus dengan pinggul yang bundar digantungi oleh dua bongkah pantat yang bulat padat dan di sela paha itu terlihat gundukan hitam lebat jembutku. �Ngapain pak hanya dilihatin saja,� protesku. �Aku kagum akan keindahan tubuhmu Yang�, jawabnya. �Semuanya ini milik bapak weekend ini�, kataku sambil merentangkan tanganku. Dia mendekatiku dan duduk dipinggir tempat tidur. Aku dipeluknya dengan erat. �Pak, Ines mau menjilatibapak, gantian ya�, kataku. Dia berbaring, kemudian mulutku mulai menjelajahi seluruh dada termasuk pentilnya dan perutnya, terus menurun ke bawah mendekati pusar dan pangkal pahanya. Dengan lincah aku lepaskan belitan handuk dipinggangnya. kont*lnya yangsudah tegang itu mencuat keluar dan berdiri tegak. Dengan mulut kutangkap kepala kont*lnya itu. Lidahku dengan lincah memutar- mutar kont*lnya dalam mulutku. Dia mengerang-ngerang nikmat menahan semua sensasi itu.
Puas mempermainkan kont*lnya aku merebahkan diri di sampingnya. Dia mulai beraksi. Disergapnya toket kananku sembari tangan kanannya meremas-remas toket kiriku. Bibirnya mengulum pentil toketku yang mengeras itu. Toketku juga mengeras diiringi deburan jantungku. Puas toket kanan mulutnya beralih ke toket kiri. Lalu perlahan tetapi pasti dia turun ke perutku. Aku menggelinjang-linjang menahan desakan birahi yang semakin menggila. Dia menjilati perutku yang rata dan dijulurkannya lidahnya ke dalam pusarku. �Auu..� aku mengerang, �Oh.. Oh.. Oh..� jeritku semakin keras. Mulutnya semakin mendekati pangkal pahaku. Perlahan-lahan pahaku membuka dengan sendirinya, menampakkan mem*k ku yang telah merekah danbasah. Jembut yang hitam lebat melingkupi mem*k yang kemerah-merahan itu. Dia mendekatkan mulutnya ke mem*kku dan dengan perlahan lidahnya menyuruk ke dalam mem*kku yang telah basah membanjir itu. Aku menjerit dan spontan duduk sambil menekan kepalanya sehingga lidahnya lebih dalam terbenam. Tubuhku menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan. Pantatku menggeletar hebat sedang pahaku semakin lebar membuka. �Aaa.. Auu.. Ooo..�, jeritku keras. Dia terus mempermainkan itilku dengan lidahnya. Aku menghentakkan pantatku ke atas dan memegang kepalanya erat-erat. Aku melolong keras. Pada saat itu kurasakan banjir cairan mem*k ku. Aku sudahnyampe yang pertama.
Dia berhenti sejenak membiarkan aku menikmatinya. Sesudah itu mulailah dia menjelajahi kembali bagian tersensitif dari tubuhku. Kembali erangan suaraku terdengar tanda napsuku mulai menaik lagi. Tanganku menjulur mencari-cari batang kont*lnya. kont*lnya telah ngaceng sekeras beton. Aku meremasnya. Dia menjerit kecil, karena nafsunya pun sudah diubun-ubun butuh penyelesaian. Aku didorongnya sehingga rebah ke kasur empuk. Perlahan-lahan dia naik ke atasku. Aku membuka pahaku lebar-lebar siap menerima masuknyakont*lnya. Kepalaku bergerak-gerak, mulutku terus menggumam. Mataku terpejam menunggu. Dia menurunkan pantatnya. kont*lnya berkilat-kilat dengan kepalanya yang memerah siap menjalankan tugasnya. Dia mengusap-usapkan kont*lnya di bibir mem*kku. Aku semakinmenggelinjang. �Cepat pak. Ines sudah nggak tahan!� jeritku. Dia menurunkan pantatnya perlahan-lahan. Dan.. BLESS! kont*lnya menerobos mem*kku diiringi jeritanku. Aku tidak perduli apakah tamu disebelah kamar mendengar jeritanku atau tidak. Dia berhenti sebentar membiarkan aku menikmatinya. Lalu ditekannya lagi dengan keras sehingga kont*lnya yang panjang dan besar itu menerobos ke dalam dan terbenam sepenuhnya dalam liang mem*kku. Aku menghentak-hentakkan pantatku ke atas agar kont*lnya masuk lebih dalam lagi. Aku terdiam sejenak merasakan sensasi yang luar biasa ini. Lalu perlahan-lahan dia mulai mengenjotkan kont*lnya. Pantatku kuputar-putar untuk memperbesar rasa nikmat. Toketku tergoncang-goncang seirama dengan genjotannya di mem*k ku. Mataku terpejam dan bibirku terbuka, berdesis-desis menahankan rasa nikmat. Desisan itu berubah menjadi erangan dan kemudian akhirnya menjadi jeritan. Dia membungkam jeritanku dengan mulutnya. Lidahku bertemu lidahnya. Sementara di bawah sana kont*lnya leluasa bertarung dengan mem*kku. �OH..�, erangku, �Lebih keras pak, lebih keras lagi.. Lebih keras.. Oooaah!� Tanganku melingkar merangkulnya ketat. Kuku-kukuku membenam di punggungnya. Pahaku semakin lebar mengangkang. Terdengar bunyi kecipak lendir mem*kku seirama dengan enjotan kont*lnya. �Aku mau ngecret, Yang�, bisiknya di sela-sela nafasku memburu. �Ines juga pak�, sahutku, �Di dalam aja pak ngecretnya. Ines ingin bapak ngecret di dalam.� Dia mempercepat enjotan kont*lnya. Keringatnya mengalir dan menyatu dengan keringatku. Bibirnya ditekan ke bibirku. Kedua tangannya mencengkam kedua toketku. Diiringi geraman keras dia menghentakkan pantatnya dan kont*lnya terbenam sedalam-dalamnya. Pejunya memancar deras. Aku pun melolong panjang dan menghentakkan pantatku ke atas menerima kont*lnya sedalam-dalamnya. Kedua pahaku naik dan membelit pantatnya. Aku pun mencapai puncaknya. kont*lnya berdenyut- denyut memuntahkan pejunya ke dalam mem*kku.
Sekitar sepuluh menit kami diam membatu mereguk semua detik kenikmatan itu. Lalu perlahan- lahan Dia mengangkat tubuhnya. Dia memandangi wajahku yang berbinar karena napsu yang telah terpuaskan. Ia tersenyum dan membelai wajahku. �Bapak hebat sekali�, kataku, �Rasanya lebih nikmat dari yang kemarin�. �Kamu juga luar biasa Yang�, sahutnya, �Aku sungguh puas karena kamu lebih binal dari sebelumnya, itu yang membuat napsuku juga berkobar2. Kamu tidak menyesal kan Yang ng***** denganku?� �Tidak�, kataku, ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.