peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


suyetno.peperonity.net

senmalam di luar kota

Join a Fun Avatar Community Now!
tagtag.com/17tahun
"Wah! Enaknya bau udara desa!" kataku dalam hati. Matahari
sore menyinari mukaku yang tampan dan tak berjerawat. Telah
lama gue menunggu kesempatan untuk berkelana ke desa- desa yang masih belum
banyak dikunjungi orang-orang kota. Gua adalah seorang programmer yang
bekerja di Amerika. "DOR!" Terdengar suara letusan dan dengan terpaksa aku
menghentikan mobilku. Ternyata banku meletus. Kiri kanan tidak ada satu
orang pun. Malam telah menjelang dan matahari telah tenggelam di balik
pegunungan di sebelah Barat. Dengan berat hati aku berjalan kaki dan
meninggalkan mobilku disana. Memang hari sialku. Ban serep yang biasa
kusimpan di dalam bagasi lupa kubawa.
Baru berjalan beberapa langkah berjalan, terdengar suara sepeda montor dari
belakang. Sepeda montor itu dikemudikan oleh seorang kakek-kakek. Sepeda
montor itu berhenti seketika melihat gue.
"Excuse me, may I know how long is it to the nearest village?" Gua takut
dia kaga ngerti bahasa inggris gua yang kurang lancar ini. "Loe orang Indo
ya?" tanya kakek itu. "Kakek juga dari Indonesia?"
"Duduklah belakang, gue bonceng ke rumah saya. Tak jauh kok." Jawabnya
dengan tawa kecil. Aku duduk berboncengan dengan kakek itu. Setelah
melewati lahan-lahan yang berwarna kuning emas akhirnya kami sampai di
sebuah rumah kuno dari kayu.
"Ini adalah rumahku. Mari masuk." Sewaktu memasuki rumah itu, bulu kudukku
muali berdiri. "Anna, buatkan dua gelas kopi, kita ada tamu nih." Dari arah
dapur muncul seorang bidadari, mukanya cantik, badannya sexy, dan dia
memakai baju yang super ketat. Setelah menuangkan dua gelas kopi dia masuk
ke dapur dan menyibukkan diri.
"Anak muda, siapa namamu?"
"Oh maaf, namaku Alvin. Aku bekerja untuk IBM. Tadi banku meletus… "
"Anak muda, ini malam kamu tidur di kamar Anna saja, sebab kamar Anna
satu-satunya yang ada dua ranjang."
"Maaf, boleh saya tahu nama kakek?"
"Ho ho ho… Namaku Dayat, dua tahun yang lalu aku dan cucuku, Anna,
berimigrasi ke sini. Kelihatannya kamu ada minat dengan cucuku ya?" Aku
tersentak kaget, bagaimana dia tahu? "Itu sudah biasa anak muda, kalau saya
masih seumur denganmu mungkin sudah saya ajak kawin dia."
"Pak Dayat, saya mohon diri , saya mau tidur dulu."
"Silahkan, tapi jangan keluar dari rumah ini setelah tengah malam, sebab
terlalu bahaya."
"Terima kasih atas semuanya, boleh saya tahu kamarnya yang mana kek?"
"Kamar di pojok kanan." Setelah itu kakek tersebut masuk ke kamar di pojok
kiri.
Aku masuk ke kamar dan ternyata kamar itu tidak ada orang. Dua buah ranjang
yang dimaksud kakek tersebut masih rapi dan berdampingan. Wah, ini malem
bisa main deh, pikiran nakalku mulai bekerja. Aku terbaring di sebelah
kanan ranjang dan sibuk memikirkan kemungkinan- kemungkinan yang bisa
kulakukan. Dalam waktu singkat, kontolku mulai menjadi keras.
Tiba-tiba saja, pintu kamar dibuka dan Anna memasuki kamar. Dia pasti
mengira aku telah tertidur lelap, sebab dengan pelan- pelan dia berjalan ke
arah lemari bajunya sambil melepas pakaiannya satu persatu. Ternyata dia
tidak memakai BH ataupun celana dalam. Payudaranya berdiri dengan kencang,
dan jumbutnya di potong pendek pendek. Badannya yang aduhai semakin indah
dibawah sinar bulan purnama.
Setelah memakai piyamanya dia tidur di sebelahku. Tangannya yang mulus
mengelus pipiku sambil berbisik, "Loe suka apa yang loe lihat barusan
ngga?" Aku tersentak kaget. Jadi tadi dia ganti baju di depanku dengan
sengaja. Tangannya mulai turun dan memegang kontolku yang sekeras baja.
"Nakal juga loe, dari tadi diam aja." Dia membalikkan badanku dan mulai
menciumi mukaku. Mulai dari keningku, kemudian hidung, dan akhirnya
mulutku. Aku membalas ciumannya dan akhirnya kami French Kissing. Lidah
kami bertemu dan bergelut. Badan kami mulai menunjukkan tanda- tanda bahwa
permainan ini akan menjadi menarik.
Tanganku mulai membuka baju piyamanya. Tanpa melepaskan French Kiss kami,
dia membuang bajunya ke tanah. Tangan nakalku mulai memainkan payudaranya
yg indah. Tangannya mulai melepaskan kemejaku dan tak lama kemejaku juga
menyusul di tanah.
Ciuman kami terlepas untuk mengambil nafas. Nafas kami mulai menjadi berat
dan kami bergerak menurut instinct kami. Aku mulai menciumi lehernya dan
terus turun ke arah payudaranya. Aku menciumi payudaranya dan menjilati
pentilnya. Setelah lumayan puas dengan payudaranya, aku menurunkan celana
piyamanya. Tanganku mulai bermain dengan vagina Anna. Aku memasukkan satu
jari dan merasakan vaginanya membasah. Anna juga tak mau kalah ganasnya.
Dia melepaskan sabuk dan celana jeans gua. Celana gua nyusul baju dan
celana kami di tanah. Celana dalam gua juga nyusul.
Gua kaga buang-buang waktu lagi. Gua jilatin dia punya vagina dan clitoris.
Langsung aja dia mengerang dengan kepuasan. Sambil terus menjilati
clitorisnya, gua masuking dua jari ke vaginanya. Tangan gua yang satunya
menemukan payudaranya dan mulai menyubit- nyubit ringan pentilnya. Dia
mengerang dengan gembira dan cairannya mulai tumpah dan dia pasti telah
mendapat orgasm yang keras. Aku tidak peduli, dengan ganas ku dorong maju
mundur jemariku dan dangan keras kujilati clitorisnya. Tepat dengan
dugaanku, dia mendapat multiple orgasm.
Kontolku yang dari tadi keras dan online siap-siap kumasukkan lubang
cintanya. Tetapi dia menarikku dan membaringkan aku di ranjang. "Tenang
aja…" katanya dengan suara yang merdu. Setelah itu, dia langsung mengemut
kontolku dan dia langsung menaruh kemaluannya di atas mukaku. Langsung aja
aku jilati. Dalam posisi 69 ini, kami saling memuaskan satu sama lainnnya.
Tak lama, aku merasa pejuku akan keluar. "Anna, I’m cumming…" pejuku
ditelannya dan setelah orgasm yg keras itu, kurasakan Anna mendapat orgasm
juga.
Kami sangat kecapaian dan berbaring sebentar. Rupanya Anna masih hot. Dia
mulai memegang- megang kontol ku dan genggamannya mulai bergerak naik turun.
Kontolku yang offline lansung aja berdiri tegap. Anna duduk mengkangkang
dan mengendarai kontolku. Badannya naik turun berirama. Tanganku memainkan
pentilnya yang mulai mengeras dalam peganganku. Dia mulai mengerang dan
berteriak, " Fuck! Enak!!!". Pinggulku juga turut bergerak naik mengikuti
irama Anna.
Tanda-tanda ejakulasi mulai muncul dan irama kami semakin lebih cepat.
"Ooh… ooh… ". Kami berdua mengerah bersamaan dan akhirnya aku merasakan
otot-otot vaginanya mengeras dan cairan manisnya tumpah ke atas kontolku.
Pada saat itu juga kontolku menembakkan peju gua ke dalam vaginanya yang
sempit it.
Kami berpakaian kembali. Kami berdua tidur berpelukan…
Mentari pagi memabangunkanku dari tidur. Aku berada dalam mobilku. Aku
mulai berpikir, apakah semua yang terjadi malam tadi adalah mimpi? Aku
mendapati sepucuk surat di dashboard mobilku. Kubuka amplopnya dan di dalam
tertulis:
"Terima kasih atas semalam.
Sebagai gantinya kuperbaiki ban mobilmu.
Tertanda,
Hantu Bernafsu"
Kuperiksa ban mobilku, dan benar, banku telah tertambal. Sejak waktu itu,
tak pernah kulupakan hubungan intim yang indah dengan hantu. Sejak malam
itu tak pernah kulihat lagi hantu itu. Sampai sekarang aku masih
merindukannya.


HomeSite Map
Terms of Use
TagTag.com


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.