peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


rasulullah
tafakur.peperonity.net

Bila Rasulullah SAW Menjenguk Kita

<><><>
Muhasabah
~*<<>>[[]]<<>>*~

<<<>><<>><<>>>

Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seizin Allah SWT,
tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita...

Beliau datang dengan tersenyum dan wajah bersih berseri didepan pintu rumah kita.
Apa yang akan kita lakukan?
Mestinya kita akan merasa sangat berbahagia; memeluk beliau erat-erat, lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita.
Kemudian tentunya kita akan memohon dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi menginap beberapa hari dirumah kita.
Beliau tentu tersenyum...

Namun, barangkali pula kita meminta Rasulullah SAW menunggu sebentar didepan pintu karena kita teringat CD dan play station yang ada diruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkannya ke dalam.
Beliau tentu tersenyum...

Atau barangkali kita teringat pada gambar yang mengumbar aurat yang sengaja kita pajang diruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang dengan tergesa-gesa.
Beliau tentu tersenyum...

Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada diruang samping dan kita letakkan diruang tamu.
Beliau tentu tersenyum...

Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap dirumah kita?

Barangkali kita akan teringat bahwa adik atau ponakan kita lebih hafal lagu ketimbang menghafal Shalawat kepada Rasulullah SAW
Barangkali kita menjadi malu karena adik atau ponakan kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW, karena kita lupa dan lalai mengajari mereka
Beliau tentu tersenyum...

Barangkali kita menjadi malu karena adik atau ponakan kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah SAW dan Sahabat,
namun hafal diluar kepala nama tokoh film kartun kesukaannya
Barangkali kita terpaksa menyulap satu kamar menjadi ruang shalat
Barangkali kita baru sadar bahwa para wanita dirumah kita tidak memiliki satupun pakaian yang pantas dipakai untuk berhadapan dengan Rasulullah SAW
Beliau tentu tersenyum...

Belum lagi koleksi buku kita dan adik kita
Belum lagi koleksi kaset kita dan adik kita
Belum lagi koleksi poster dikamar kita dan adik kita
Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita?
Beliau tentu tersenyum...

Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita malah sibuk didepan televisi
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tak pernah menjalankan shalat sunnah
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tak bisa membaca Al Qur'an
Barangkali kita menjadi malu karena kita tidak mengenal tetangga sebelah rumah kita
Beliau tentu tersenyum...

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah menanyakan nama tukang sampah yang setiap hari lewat didepan rumah kita
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah menanyakan nama penjaga mesjid di kampung kita
Betapa senyum beliau masih ada disitu...

Bayangkan apabila Rasulullah SAW,
tiba-tiba muncul didepan pintu rumah kita...

Apa yang akan kita lakukan?
Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap dirumah kita?
Ataukah akhirnya dengan berat hati kita akan menolak beliau berkunjung kerumah kita karena hal itu akan membuat kita repot dan malu?

Maafkan kami
Ya Rasulullah..
Masihkah beliau tersenyum?
Senyum pilu..
Senyum sedih..
Dan senyum getir..

Masya Allah..
Betapa memalukannya kehidupan kita saat ini dimata Rasulullah SAW
Apalagi di Mata yang mengutus beliau?

Wallahu 'alam..
Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada beliau, keluarga, sahabat dan umat yang rindu terhadap beliau..
Amiin

<><><>

Salam bagimu,
Ya Rasulullah..

Rindu kami padamu
Ya Rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu
Ya Rasul
Seakan dikau disini
Cinta ikhlasmu pada manusia bagai cahaya suwarga
Dapatkah kami membalas cintamu se2ra bersahaja

.:: Taufik Ismail ::.

Air mata mengalir begitu saja
Syair itu begitu indah dan bersahaja
Aku tak sanggup untuk mendengarkannya hingga bait akhir
Tulus suara dan ungkapan kasih yang bening, keluar dari bibir siswi SMU itu
Syair yang dinyanyikannya membuatku hampir kehilangan kesadaran
Aku dibekap kecemasan dan goncangan hati yang menderu
Semua jamaah ikut larut dalam syair kerinduan itu
Tak ada yang sunyi
Semua bergumam..
Mereka bersaksi bahwa mereka merindukan Rasulullah SAW
Disampingku ada seorang ibu yang menatap heran diriku
Seolah bertanya ada apa gerangan dengan diriku?
Mengapa aku menangis?
Aku memilih diam dan larut dalam resapan lagu itu
Selang dua balikan lagu tersebut, aku mendengar suara tangis begitu menyayat hati
Rintihannya pilu, penuh duka
Sampai bibirnya bergetar tiada henti memanggil nama Rasulullah SAW
Aku ingin tahu siapa gerangan dia yang berhati pilu
Aku menggerakkan kepalaku
Bergeser ke arah kanan menuju sumber suara pilu itu
Aku hampir saja terkejut
Yang menangis pilu rupanya ibu yang menatapku keheranan
Aku menangis lagi
Tak kuasa menggumamkan syair rindu buat Kanjeng Nabi
Entahlah, saat itu, semua mata jamaah diperayaan Maulid Nabi berbinar menahan haru
Mereka larut dalam gerak bibir kerinduan pada
Al Musthafa
Aku masih tak bisa menghentikan tangisku
Bunyi biola itu makin menyayat hatiku
Gumam lagu itu membuat hatiku bergemuruh
Rasa maluku yang besar pada Rasulullah tiba-tiba muncul
Kekerdilanku didepannya benar-benar nyata
Aku tak kuasa
Aku rindu pada Rasulullah, tapi aku malu..
Malu dengan dosaku yang teramat banyak
Malu dengan besarnya kecintaan beliau padaku sebagai umatnya
Aku benar-benar tak kuasa menahan haru
Air mata ini terus menderas
Dan aku tak ingin air mata ini berhenti
Aku benar-benar menikmati kerinduan
Kerinduan disapa Kanjeng Nabi
Kerinduan menyapa beliau
Aku ingin pengalaman ini terus selalu hadir disetiap saat
Diujung syair, semua tangis meledak
Semua kepala merunduk
Semua tangan menutup muka, menutup malu
Semua getar dihati tumpah dalam kerinduan pada Kanjeng Nabi
Kami diam dalam hening...

Salam bagimu
Ya Rasulullah...
Aku merindukanmu
Ya Rasulullah
Dimana gerangan ruhmu yang suci berlabuh,
aku ingin memeluknya
Dimana gerangan jasadmu yang suci berbaring,
aku ingin menciumnya
Bibir ini bergumam..
Salam bagimu
Ya Rasulullah
Izinkan aku berziarah ke pusaramu yang suci
Aku ingin menatap pandumu dalam kerinduan yang syahdu
Salam bagimu
Ya Rasulullah
Izinkan aku bertemu denganmu,
sedetik saja...
Salam bagimu
Ya Rasulullah
Dari umatmu yang kotor dan berdebu..

<<>>[[]]<<>>


<<>>§<<>>§<<>>

ma atih wat
@ Chalym tuk hikmahnya
En pie
http://afif.wen.ru/
tuk upload-annya.. :)

.::^::. .::^::. .::^::.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.