peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


s
tahajud.sunyi.peperonity.net

*..."SURAT DARI BUNDA"...*

<""\..."unTukku".../"">

Assalamu'allaikum
Nak,inget waktu kamu dulu masih bayi, masih merangkak dan slalu menangis ketika menginginkan sesuatu? Inget waktu lidahmu mengatakan kata pertama, "Bunda,maem.."?
Kamu mengatakan itu berkali-kali. Itu kata andalanmu. Inget juga kan, waktu kamu diasuh bunda dan Ayah, mencoba berjalan perlahan-lahan dan sering terjatuh?

Inget juga kan, waktu kakimu sudah kuat melangkah, bahkan berlari kesana kemari? Kamu suka berlari keseluruh sudut rumah, tidak pernah bisa diam.

Inget kenangan kamu pertama kali masuk TNK (TAMAN NAK KANAK) ? Tangan dan pelukkanmu saat itu nggak bisa lepas dari tubuh bunda. Bunda inget benar, kamu menangis keras waktu itu. Bunda tahu, kamu nggak ingin pergi jauh dari Bunda. Dan Bunda juga begitu, sayang. Tapi, ini demi kebaikkanmu kelak.

Inget waktu punggungmu terbebani tas dan rambutmu Bunda sisir rapi? Saat itu, bukan Bunda nggak sayang dan cinta kamu, dan ingin melepas kamu untuk pergi sendirian disekolah, tapi untuk kebaikkanmu juga,sayang. Untuk mengajari kemandirian.
Bunda
ingat, dulu sehabis pulang dari SD, kamu slalu tersenyum sambil mencoba bercerita tentang pengalamanmu disekolah.
Berantem, dihukum guru, ikut lomba mewakili sekolah, dan lain-lain. Walau bajumu kusut, wajahmu lelah, ingusmu meleleh dan keringatmu berjatuhan, kamu tetap tersenyum dan bersemangat bercerita kepada Bunda dan Ayah.

Walau kadang kita berdua tidak terlalu pafam yang kamu bicarakan (apalagi, dulu kan, kamu cedal, hihihi...). Kamu tahu, saat itu, stiap malam, Bunda dan Ayah selalu membicarakanmu sebelum tidur. Dan kami tutup dengan berdo'a untuk kebaikkanmu dunia dan akhirat.

Saat itu, Bunda dan Ayah menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini. Ayah dan Bunda bersyukur kamu yang sepurna jasmaninya dan Insya'Allah sholeh juga ruhaninya.
Kamu sering membantu Bunda ditoko dan kamu juga sering membantu Ayah membesihkan kolam. Kamu suka menyapu, mengepel, yah., walau kadang masih perlu diminta. Alhamdulillah, kamu nggak suka menolak permintaan kami.
Makanya
kami (apalagi Bunda) s angat sakit hati, saat suatu ketika kamu menolak permintaan kami yang sepele dan kamu mencoba memakai banyak alasan. Bunda tahu, saat itu kamu berbohong hanya untuk bisa meninggalkan tugas. Tapi, apa kamu tahu kalau Bunda nggak bisa dibohongi?

Malam harinya, Bunda mengadu sama Ayah sambil menangis. Mengapa kamu berani berdusta? Saat itu, Ayah bilang, "Bunda harus sabar," karena kamu sudah mulai menjadi besar. Namun, Bunda pengin tanya sama kamu, "Apa menjadi besar syaratnya harus berdusta?" Kamu mungkin belum tahu rasanya di bohongi oleh anaknya sendiri, tapi Bunda?!

Tapi ah, itu bukan masalah besar buat Bunda. Yang jelas, kemudian kamu memang semakin besar. Dan tentunya memang ada hal_hal yang orang tua harus makin mencoba memaklumi walau kadang harus menahan pedih di hati.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.