peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


tewurt.peperonity.net

adikku rudi

Kehidupan keluarga ku cukup baik, perhatian orang tuaku terhadap anak-anaknya juga cukup baik.aku mulai mengenal sex saat itu dari cerita teman-temanku tentang hubungan suami istri, kadang aku dipinjami buku-buku novel berbau sex oleh teman-temanku.
Di rumah aku tidur satu kamar dengan adikku Rudi yang saat itu duduk di bangku SMP kelas dua, sedang adiku Yudhi tidur dengan orangtua karena ia masih 4 tahun.

Pada suatu malam ketika aku tengah tertidur lelap aku merasakan ada yang meraba pahaku, aku berusaha memicingkan mata untuk melihat dalam keremangan ternyata adikku Rudi yang tengah merabai tubuhku. Aku berusaha untuk tidak bergerak, aku pura-pura tidur untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan Rudi. Bila tidur aku memang hanya memakai selembar daster saja tanpa pakaian dalam, mungkin saat itu dasterku tersingkap. Dengan hati-hati Rudi mulai meraba kemaluanku, jantungku berdetak keras tapi tetap kubiarkan Rudi beraksi. Dengan hati-hati Rudi membuka pahaku lebar-lebar, ia lalu menciumi vaginaku dengan lembut, badanku bagai tersetrum merasakan bibir vaginaku diciumi.
Setelah puas menciumi vaginaku, tiba-tiba Rudi naik ke tempat tidurku, aku tak tahu apa yang hendang ia kerjakan, lalu aku merasakan suatu benda tumpul menekan lobang vaginaku, aku merasakan perih tapi aku berusaha untuk tetap diam aku tak mau Rudi kaget dan menjadi malu. Kemudian benda itu kembali menekan, kurasakan bibir lobang vaginaku mulai terkuak dan benda itu mulai menerobos masuk tapi tak dalam. Lalu tiba-tiba benda itu ditarik dan kemudian di tekankan lagi begitu berulang-ulang, rasa perih yang tadi kurasakan lama kelaman hilang menjadi rasa nikmat yang tak terkatakan. Tak berapa lama aku merasakan benda itu bergetar dalam lobang vaginaku dan lobang vaginaku menjadi hangat seperti ada yang benda cair hangat yang membasahinya. Setelah itu kurasakan Rudi segera turun dari tempat tidurku dan ia keluar kamar. Aku lalu meraba vaginaku kurasakan ada cairan kental keluar dari sela-sela bibir vaginaku, aku tahu Rudi adik ku baru saja memperawani kakaknya..

Pagi harinya aku bertindak seperti biasa seolah tak ada yang terjadi antara aku dan adikku.
Kejadian itu berulang dua minggu kemudian saat aku baru pulang dari darmawisata bersama sekolahku. Ketika sampai di rumah kulihat rumah sepi hanya ada adikku Rudi tengah tiduran di depan TV.
"Rud..ayah dan ibu ke mana ?" tanyaku pada Rudi.
"Sedang nganterin Yudhi ke dokter gigi.". jawabnya.
Aku langsung masuk kamar dan merebahkan badanku yang capek ke tempat tidur. Tiba-tiba Rudi masuk kedalam kamar dengan membawa segelas air jeruk dingin.
"Kak, ini minum biar segar, capek ya kak ?" tanya Rudi padaku.
"Iya Rud, terima kasih ya.." jawabku sambil terus menenggak minuman jeruk itu. Tak berapa lama tiba-tiba kepalaku mulai berat rasanya aku jadi lemes sekali. Lalu Rudi segera menyergapku, ia berusaha membuka seluruh pakaianku, akhirnya aku telanjang bulat, Rudi segera membuka pakaiannya sendiri kulihat samar-samar burung Rudi telah tegak berdiri. Rudi segera menggumuliku, ia menciumi vaginaku juga meremas, menjilat dan menghisap pentil susuku, aku tak kuasa menolak badan ku benar-benar lemas.
Bagai kesetanan Rudi segera menyetubuhi diriku, burungnya segera dapat menerobos lobang vaginaku, dan ia dengan cepat menggenjot tubuhku.
"Ooooghhh.. oooghhh… Rrruuddddsss…" rintih ku saat itu.
Rudi seaakan semakin bernafsu mendengar rintihanku, ia terus saja menghunjamkan burungnya ke lobang vaginaku. Aku tak kuat lagi lama kalamaan aku jatuh pingsan, ketika sadar hari telah pagi Rudi sudah berangkat sekolah.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.