peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Multimedia gallery


thegladiators.peperonity.net

Jamu Kuat Sri

Suatu pagi di awal Desember 2004.
Pagi itu cuaca lumayan cerah namun udara di perumahan tempat tinggalku masih agak dingin karena tadi malam hujan turun cukup lebat. Aku duduk di teras rumah sambil membaca koran harian pagi yang baru diantar oleh loper. Pagi itu aku tidak ada kuliah jadi dengan santai kubolak-balik lembaran-lembaran berita itu. 'Mas, jamunya Mas!' suara seorang wanita dengan logat jawanya membuyarkan konsentrasi membacaku. Kuturunkan koran yang sedang kubaca sambil melongok ke arah datangnya suara. Tampak seorang wanita muda dengan gendongan jamu di belakangnya sedang berdiri di depan pagar rumahku. 'Ibu lagi ke Jakarta Mbak,' jawabku karena kukira itu adalah penjual jamu langganan ibu. Sekilas aku sempat melihat tubuh sintal itu ternyata memiliki buah dada yang lumayan besar. Wajahnya juga cantik.
Kulitnya juga agak putih nggak seperti penjual jamu gendong kebanyakan. Ketika ia mau pergi, segera kupanggil. 'Mbak, tunggu. Kemari!' panggilku sehingga dia kembali berbalik lalu masuk. 'Minum jamu, Mas?' tanyanya sambil meletakkan gendongannya di depanku dan ketika itu ia agak membungkuk dan bagian atas dadanya terbuka lebar sehingga tanpa sengaja aku melihat isi BHnya . Dua bulatan putih tampak membusung indah menggoda untuk diremas. Seketika batang zakarku mengeras. 'Mau minum jamu apa, Mas?' tanyanya lagi membuyarkan fantasiku. 'Jamu kuat perkasa ada, Mbak?' aku balik bertanya pada wanita muda yang cukup seksi ini. 'Ada, Mas. Wah, si Mas ini minum jamu itu buat apaan?' tanyanya genit membuatku semakin terangsang tapi aku berusaha cuek. 'Baru jualan ya, Mbak?' tanyaku basa-basi. 'Iya. Ibu lagi sakit jadi terpaksa aku yang
menggantikan jualan.' jawabnya sambil membuat jamu sementara aku terus mengamati bukit kembarnya yang begitu merangsangku tanpa di sadari olehnya. 'Ini jamunya, Mas.' kuterima jamu yang kupesan. Lalu meminumnya hingga habis. Kuserahkan gelas jamu tadi. 'Nama mbak siapa?' tanyaku sambil menyerahkan uang. 'Sri.' jawabnya singkat. 'Ooo...Kalau saya Bayu,' sahutku. Sri cuma menggangguk. 'Jamunya tadi ampuh nggak, Mbak?' tanyaku iseng. Sri agak kaget mendengar pertanyaanku itu sehingga ia langsung mendongak menatapku namun sesaat kemudian ia kembali menunduk memberesi dagangannya. 'Kalau Mas nggak percaya boleh dicoba sekarang kok,' jawabnya. Aku hampir saja melonjak girang namun berhasil kutahan. 'Beneran nih, Mbak.' tanyaku memastikan. Dan akhirnya kubawa Sri masuk ke dalam kamarku. Tampaknya ia agak malu-malu ketika aku mulai
Kulepaskan bibirku dari bibir Sri. Lalu ciumanku turun ke lehernya yang sudah berkeringat, kusapu dan kujilat dengan nikmat dan itu cukup untuk membuat tubuh Sri merinding nikmat. Dari mulutnya keluar erangan dan desahan halus yang menandakan ia menikmatinya. Setelah puas bermain di leher aku pun turun ke dadanya. Pertama kuputari buah dada Sri dengan lidahku hingga mencapai putingnya langsung kusedot dengan keras. 'oh...oh...akh Mas terus...Enak Mas,' Sri terus mengerang sementara aku sudah berpindah ke dadanya yang sebelah lagi. Layaknya bayi aku terus mengisap puting susunya dengan nikmat. Memang terasa nikmat sekali. Puting susunya yang kenyal itu terasa di mulut. Rupanya Sri tidak sabar lagi, ia menekan kepalaku turun ke bawah lalu ia duduk di atas spring bed dengan kedua kaki terbuka lebar membuat rambut kemaluannya yang
menghitam menjadi agak terang sehingga belahan liang vaginanya terlihat menawan. Kubuka liang vagina Sri dengan jari lalu kucari klitorisnya dengan lidahku. Sri melonjak keenakan sambil menekan kepalaku semakin ke dalam. Vaginanya yang berwarna merah itu semakin basah. 'Mas, nikmat sekalii...Ouch...,' erangan Sri bergetar hebat dan kurasakan vaginanya mengeluarkan cairan bening yang terasa asin. Rupanya ia telah orgasme. Sri mengangkat kepalaku lalu aku duduk di tepi ranjang dengan kaki terbuka lebar dan penisku yang sudah sangat tegang itu akhirnya dikulum oleh Sri. Betapa nikmatnya tak terkira ketika isapan dan jilatan lidah Sri memainkan batang kemaluanku. 'Mbak oh nikmatnya oh Mbak Sriiii...' kulepaskan kepalanya dari selangkanganku karena spermaku sudah mau mendesak keluar. 'Ayo, Mbak!' kataku sambil membaringkan tubuh Sri
Kutindih tubuh Sri yang sudah pasrah kemudian kurasakan tangan Sri memegang penisku yang sudah keras membatu. Dengan perlahan ia menuntunku masuk. 'Ohhh...hmm...akhh...!' Sri dan aku mendesah nikmat ketika penisku menerobos ke dalam vagina Sri. Kami saling memagut dan meremas dalam kenikmatan yang tiada tara. Gesekan penisku yang semakin cepat membuat kami terhenyak dalam jeritan yang begitu nikmat. Air maniku menyembur di dalam liang vagina Sri. Kudekap erat tubuh Sri yang juga kelojotan mencapai orgasme. Kukecup bibir Sri sebagai tanda aku begitu puas. Setelah itu aku pun berguling di samping Sri yang terkapar tak berdaya menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja ia rasakan. 'Mas sangat hebat. Sri sangat menikmatinya, Mas.' Bisik Sri. Kembali aku mencium bibirnya. Sri membalasnya dengan nikmatnya.
Setelah terlelap sebentar karena begitu lelah, Sri pun mengenakan pakaiannya kembali. Sebelum ia jualan lagi, tak lupa kuberi tip atas servicenya yang hebat. Sejak saat itu, minimal seminggu sekali aku dan Sri bersebadan hingga akhirnya ia menikah lagi.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.