peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Multimedia gallery


thegladiators.peperonity.net

Catatan MP

Jam dinding di kamarku menunjukkan pukul 9 malam. Sementara itu aku berdiri di depan suamiku yang memeluk dari belakang. Alunan lagu instrumen Kenny G mengalun merdu menemani malam pertama kami. Sekitar lima menit berlalu akhirnya kurasakan bibir suamiku mulai menyentuh leherku. Dikecupnya dengan mesra sehingga membuatku merinding namun terasa begitu nikmat dan merangsang nafsu birahiku. Tangannya yang dari tadi cuma memegangi perutku kini mulai meraba payudaraku. Aku merintih nikmat merasakan remasan itu. Bibir suamiku bergerak mencari bibirku yang kusambut dengan lembut. Pagutan bibir dan remasan di dadaku membuat vaginaku menjadi terasa basah.
Cukup lama aku dan suamiku berciuman. Setelah puas suamiku melepaskan ciumannya lalu membalikkan tubuhku. Dengan cekatan kami melepaskan pakaian malam yang kami kenakan. Aku yang tidak memakai apa-apa di balik pakaian malam langsung bugil sementara suamiku masih mengenakan celana dalamnya yang membesar karena penisnya mengeras. Suamiku meraba buah dadaku yang berukuran 36A itu lalu meremasnya. Aku memejamkan mataku menikmatinya sambil tanganku menyusup ke dalam celananya. Wow hangat dan besar. Aku sangat gemas sehingga dengan bernafsu langsung kuremas. Suamiku merintih nikmat sambil memintir puting susuku. Nikmatnya jangan ditanya. Sungguh aku terasa melayang hingga kurasakan suamiku melahap bibir lalu leherku dengan ganas. Aku menggelinjang menikmatinya.
Eranganku semakin menjadi-jadi ketika bibir dan lidah suamiku melumat buah dadaku dan menghisap puting susuku. Antara geli dan nikmat bersatu. Setelah itu giliran perutku yang langsing disapu oleh lidah suamiku dan aku menggelinkang-gelinjang keenakan ketika lidahnya bermain di pusar. Sungguh sangat merangsangku dan aku pun kelelahan hingga terduduk di tepi ranjang. Suamiku yang sudah terbakar nafsunya langsung membuka kakiku lebar-lebar sehingga vaginaku agak terbuka dan menampakkan warnanya yang merah merangsang setiap lelaki yang melihatnya. Jari tangan suamiku membuka bibir vaginaku lebih lebar hingga daging merah yang katanya membuat setiap wanita akan merasa nikmat jika bagian itu disentuh. Sejenak suamiku diam memandangi lubang merah yang mengandung kenikmatan milikku itu dengan penuh nafsu birahi yang membara.
Akhirnya aku menjerit tertahan ketika lidah suamiku bergerak-gerak di vagina dan memainkan klitorisku. Aku hanya bisa mengerang nikmat sambil meremas dan memainkan puting susuku. Semuanya terasa sangat nikmat hingga aku merasakan ada sesuatu yang mendesak keluar dari dalam kemaluanku. Dan akhirnya tubuhku kelojotan beberapa kali ketika mencapai orgasme pertamaku. Suamiku menjilat habis cairan cinta kami yang tumpah dari kewanitaanku itu.
Setelah cairan vagina itu habis, suamiku bangkit dan berbaring. Akupun paham maunya itu. Segera aku jongkok dan kujilati penisnya yang kehitaman itu. Ia pun merintih nikmat. Lalu penis itu amblas masuk ke dalam mulutku. Kukulum dengan nikmat sehingga membuat suamiku merasa sangat nikmat. Ia mengeramasi rambut panjangku. Kumainkan dua buah bola kecilnya itu sambil terus mengulum. Suamiku menarik kepalaku dengan cepat. Rupanya ia hampir orgasme.
Ia membaringkanku di ranjang lalu menindihku setelah menyelipkan kepala penisnya di bibir vaginaku. Kurasakan tangannya mulai meremas dadaku dan bibirnya menciumi leherku. Bless...Batang bulat panjang yang hangat itu menusuk ke dalam vagina dan merobek selaput daraku. Kupeluk tubuh kekar itu sambil menggigit bibir menahan nyeri. Suamiku pun mulai bergoyang dengan perlahan.
Tapi lama-kelamaan rasa nyeri itu hilang dan berganti menjadi rasa nikmat yang teramat sangat. Ruangan kamar pengantin kami terasa penuh dengan desah nikmat. Hingga kurasakan suamiku kelojotan sambil mengerang hebat dan kurasakan penisnya menyemburkan sesuatu yang hangat ke dalam liang senggamaku. Ia orgasme. Dan aku pun bergerak dari bawah untuk mengejarnya. Akupun kelojotan mencapai orgasme.
Beberapa saat kami diam menikmati sisa-sisa puncak hubungan badan kami. Hingga tubuh suamiku berguling ke sampingku dan mulai mengecup dadaku untuk pendinginan. Hingga akhirnya kami pun tertidur hingga pagi.
*the end*


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.