peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


toeflex.peperonity.net

TERBUAI KENIKMATAN SEXS

null
null
Aku seorang wanita walau belum pernah menikah tapi sempatberhubungan intim dengan seorang pria kekasihku beberapa tahunyang lalu. Hubungan kami terpaksa berhenti setahun yang laluketika orang tuanya yang kaya raya tidak menyetujui hubungankami tersebut. Terakhir ku dengan mantan kekasihku itu telahmenikah dan pindah kekota lain yang tidak ingin kuketahuipersisnya dimana.Saat ini umurku 28 tahun dan bekerja sebagai salah satukaryawan di perusahaan swasta asing sebagai salah satu stafpublic relation. Gaji yang kuterima cukup lumayan untuktamatan sarjana publikasi, kemampuanku untuk berkomunikasidengan baik dan ramah terhadap siapa saja membuat akudipercaya untuk menghadapi persoalan-persoalan pelik, danmenerima tamu-tamu penting.Suatu hari aku dipanggil oleh big bossku, dia mengeluh karenaada inspektor dari kantor pusat di Australia yang datang dannampaknya boss kewalahan menghadapi pertanyaan-pertanyaannya.Aku ditugasi untuk menemani tamu tersebut selama di Jakarta.Terus terang hatiku agak bergetar ketika pertama kali bertemudengan Steve. Terus terang dia mempunyai sex appeal yang luarbiasa, matanya tajam, mukanya bersih dan bicaranya jernihditambah pakaiannya yang selalu rapih dan bermerk, termasukwewangian yang digunakan. Mula-mula aku nervous juga dibuatnya, tetapi setelah lama-lama hubungan kami makin relaks.Aku berusaha untuk menyembunyikan ketertarikanku padanya,tetapi dia nampak malah sengaja menggodaku. Mula-mula dia ajakaku makan beberpa kali sampai aku rileks. Terus satu hari diaajakain aku ke cafe, nemenin dia minum, aku habis dua gelaswine kali padahal aku nggak pernah minum. Aku rasanya nggakmabuk tapi badan aku rada hangat dan rileks. trs dia ngajakinnonton, aku mau aja karena nggak terlalu malam. Karena yangnonton sepi, dia bebas rangkul-rangkul aku. Anehnya aku diemaja, rasanya nyaman dipelukin dia. Ngeliat aku diem aja diamakin berani, mukanya mulai di deketin ke aku tapi aku nolakkalo dia mau cium bibir aku. Tapi tambah parah karena yang diacium kuping dan leher aku lama-lama lagi. Padahal itu termasukdaerah sensitif. Kelihatannya dia tau aku mulai ser… seran… tangannya mulai turun ke dada aku dari bahu. Tangannyalihai banget meskipun dari luar putaran-putaran jarinya mampumembuat aku sesak karena buah dadaku mengeras.Tangannya terusaku pegang, tapi yang satu ketahan yang lain aktif, diaberhasil buka kancing-kancing bajuku bagian atas, tangannyamuter-muter diatas BHku yang tipis, malu juga rasanya kalaudia tahu pentilku keras banget. Bibirnya yang bermaindileherku, mulai turun ke bahu, dan…. wah gawat ternyata diasudah menurunkan tali beha dan bajuku sampai ke pinggang,bibirnya bermain dia atas behaku, dan sekali rengut buah dadakiriku terekspos pada bibirnya…….Begitu buah dada aku terekspos dia nggak langsung caplok tapipentil aku yang keras disengol-sengol dulu sama hidungnya.Napasnya yang hangat aja sudah berhasil membuat putingku makinkeras. Terus dia ciumin pelan pelan buah dadaku yang 34 C itumula-mula bagian bawah terus melingkar sehingga hampir semuabagian buah dadaku dicium lembut olehnya. Belum puas menggodaaku lidahnya kemudian mulai menari-nari di atas buah dadaku.Aku tak tertahan mulai mendesah. Akhirnya apa yang akaukhawatirkan terjadi lidahnya mulai menyapu sekitar puting danakhirnya….. akh……. putingku tersapu lidahnya… perlahanmula mula, makin lama makin sering dan akhirnya putingkudikulumnya. Ketika akau merasa nikmat dia melepaskannya…..dan kemudian mulai mengecup dari bagian tepi lagi… perlahanmendaki ke atas dan kembali ditangkapnya putingku. Kali iniputingku digigit perlahan sementara lidahnya berputar putarmenyapu puting itu. Sensasi yang ditimbulkan luar biasa, semuakeinginanku yang kupendam selama ini serasa terpancing keluardan berontak untuk segera dipuasi.Melihat aku mendesah di tambah berani. Selain menggigit-gigitkecil putingku sembari lidahnya menyapu-nyapu, tangannya mulaibermain di lututku. Terus terang aja selama menjanda aku belumpernah ML lagi. Perasaan yang kupendam selama ini kelihatannyamulai bergolak. Itu membuatku membiarkan tangannyamenggerayangi lutut dan pahaku. Dia tahu tubuhku merindingmenahan nikmat, karena kulitku mulai seperti strawberytitik-titik. Dengan lihai tangannya mulai mendaki dan kiniberada diselangkanganku. Dengan lembut dia mengusap-usappangkal pahaku dipinggiran CDku. Hal ini menimbulkan sensasidan nikmat yang luar biasa. Aku tak dapat duduk tenang lagi,sebentar bentar menggelinjang. Aku sudah tak dapat lagimenyembunyikan kenikmatan yang kualami. Hal ini dia ketahuidengan lembabnya CDku. Jarinya yang besar itu akhirnya takmampu kutahan ketika dia memaksa menyelinap dibalik CDku danlangsung menemukan clitku. dengan gemulai di amemainkanjarinya sehingga aku terpaksa menutup bibirku agar lenguhanyang keluar tak terdengar oleh penonton lain. Jarinya lembutmenyentuh clitku dan gerakannya memutar membuat tubuhkupunserasa berputar-putar. Akhirnya pertahananku jebol, cairankental mulai mengalir keluar di vaginaku. dan dia tahu persissehingga dia mengintensifkan serangannya. Akhirnya puncak itudatang, kepeluk kepalanya dengan erat dan kuhujamkan bibirkuke bibirnya dan tubuhku bergetar. Dia dengan sabar tetapmengelus clitku membuatku bergetar-getar seolah tak berhenti.Lubang vaginaku yang basah dimanfaatkan denga baik olehnya.Sementara jari jempolnya tetap memainkan clitku, jaritengahnya mengorek-ngorek lubangku mensimulasi apa yang dapatdilakukan laki-laki terhadap wanita. Aku menggap-menggapdibuatnya.Entah berapa lama dia membuatku seperti itu dan sudah beberapakali aku mengalami orgasme, tapi tidak ada tanda-tandabagaimana dia akan mengakhiri permainan ini. Akhirnya aku yangmemulai… gila… entah apa yang mendorongku, tanganku tautahu meraba-raba selangkangannya….. disana jemarikumenemukan gundukan yang mulai mengeras. Begitu tersapu olehbelaianku, gundukan itu berubah menjadi batang hangat yangmengeras. Entah mengapa aku jadi senang menggodanya, jarikuterus membelai turun naik sepanjang batang tersebut yangmenurutku agar luar biasa ukurannya. Secara perlahan batangtersebut bertambah panjang dan besar menimbulkangetaran-getaran yang membuatku kembali mencapai orgasme.Ketika orgasme tanganku secara tak sengaja meremas-remasbola-bolanya sehingga dia pun terangsang. Sambil mengecup dauntelingaku Steve berbisik… shall we… go… Aku tak tauharus bagaimana dan menurutinya saja ketika dia menariktanganku bangkit dari tempat duduk dan berjalan mengikutinyakeluar bioskop melewati mall dan akirnya sampai di lobi sebuahhotel yang menyatu dengan bioskop dan mall tersebut. Langkahkuagak tersendat ketika melewati lobi, tetapi jari tangankutergengam erat padanya dan dia dengan sangat pastimenggiringku kerah lift yang mengantarkan kami ke kamar yangternyata telah dipersiapkan sebelumnya olehnya. Di dalam liftSteve sempat mencium bibirku dengan lembut seperti menciumkekasihnya ini membuat tubuhku bertambah lunglai. Aku tertegunberdiri di depan kamar yang telah dibuka pintunya oleh Steve,dan dia dengan sopan mempersilahkan aku masuk. Beberapa saataku berdiam di depan pintu bimbang. Melihat kebimbangankuSteve tidak memberi kesempatan dianggkatnya tubuhku dengankedua tangannya yang kekar dan dibopongnya kau masuk. Dengancekatan dia menutup dan mengunci pintu. Aku sempat berontaktetapi kembali bibirnya melumat bibirku cukup lama dan dalamsehingga kenikmatan tak tuntas di bioskop tadi kembali muncul.Sambil membopong aku Steve terus melumat bibirku dan perlahannamun pasti dia berjalan ke rah tempat tidur ukuran king sizeyang ada dalam ruang suite tersebut. Aku agak gelisah melihatsituasi ini. Steve menyadari hal itu dan tanpa melepaskanciumannya dia menurunkan tubuhku dengan perlahan tepatdipinggir ranjang. Kami berhadapan berpandangan sejenak, diatersenyum dan kembali bibirnya mengecup ngecup bibir bawah danatasku bergantian dan berusaha membangkitkan gairahku kembali.Aku berdesah kecil ketika tangannya memeluk pinggangku danmenarik tubuhku merapat ketubuhnya. Bibirnya perlahan mengecupbibirku, lidahnya merambat diantara dua bibirku yang tanpasadar merekah menyambutnya. Lidah itu begitu lihai bermaindiantara kedua bibirku mengorek-ngorek lidahku untuk keluar.Sapuan lidahnya menimbulkan sensasi-sensasi nikmat yang belumpernah kurasakan, sehingga perlahan lidahku dengan malu-malumengikuti gerakan lidahnya mencari dan mengikuti kemanalidahnya pergi. Dan ketika lidahku menjulur memasuki mulutnyadengan sigap dia mengulumnya dengan lembut, dan menjepitlidahku diantara lidah dan langit-langit. Tubuhku menggeliatmenahan nikmat yang timbul. Aku merasa melayang tak berpijak,pengaruh minuman juga menambah aku kehilangan kontrol. Padasaat itulah aku merasa Steve membuka kancing-kancing gaunmalamku yang terletak dipunggung. Tubuhku sedikit menggigilketika, angin dingin dari mesin AC menerpa tubuhku yangperlahan-lahan terbuka ketika Steve berhasil melorotkan gaunmalamku kelantai. Aku membuka mataku perlahan-lahan dankulihat Steve sedang menatap tubuhku dengan tajam. Dia nampaktertegun melihat tubuh mulusku yang hanya terbungkus pakaiandalam yang ketat. Sorotoan matanya yang tajam menyapubagian-bagian tubuhku secara perlahan. Pandangannya agak lamaberhenti pada bagian dadaku yang membusung. BH ku yangberukuran 34 D memang hampir tak sanggup menampung bongkahandadaku, sehingga menampilkan pemandangan yang mengundangsyahwat lelaki. Tatapan matanya cukup membuat tubuhku hangat,dan dalam hati kecilku ada perasaan senang dan banggadipandangi lelaki dengan tatapan penuh kekaguman. Aku terseretmaju ketika lengan Steve kembali merangkul pinggangku yangramping dan menariknya merapat ketubuhnya. Tanganku terkulailemas ketika sambil memelukku Steve mengecup bagian-bagianleherku sambil tak henti-hentinya membisikan pujian-pujianakan kecantikan bagian-bagian tubuhku.Akhirnya kecupannya sampai di daerah telingaku dan lidahnyasecara lembut menyapu bagian belakang telingaku. Akumenggelinjang, tubuhku bergetar sedikit dan rintihan kecillepas dari kedua bibirku. Steve telah menyerang salah satudaerah sensitifku, dan dia tau itu sehingga hal itudilakukannya berkali-kali. Dengan sangat mempesona Steveberbisik bahwa dia ingin menghabiskan malam ini denganbercinta denganku, dan di amemohon agar aku tak menolaknya,kemudia bibirnya kembali menyapu bagian belakang telingakuhingga pangkal leherku. Aku tak sanggup menjawab, tubuhkuterasa ringan, tanpa sadar tanganku kulingkarkan di lehernya.Rupanya bahasa tubuhku telah cukup dimengerti oleh Stevesehingga dia menjadi lebih berani. Tangannya kini telahmembuka kaitan BHku, dan dalam sekejap BH itu sudah tergeletakdi lantai.Tubuhku terasa melayang, ternyata Steve telah mengangkattubuhku, dibopongnya ke tempat tidur dan dibaringkan secaraperlahan. Kemudian Steve menjauhi ku dan dengan perlahan mulaimelepaskan pakaiannya secara perlahan. Anehnya aku menikmatipemandangan buka pakaian ini. Tubuh Steve yang kekar dansedikit berotot tanpa lemak ini menimbulkan gairah tersendiri.Dengan hanya mengenakan celana dalam kemudian Steve duduk diujung ranjang. Aku berusaha menduga-duga apa yang akandilakukannya. Kemudian dia membungkuk dan mulai menciumiujunung-ujung jari kakiku. Aku menjerit kegelian dan berusahamencegah, namun Steve memohon agar dia dapat melakukannyadengan bebas. Karena penasaran dengan sensasi yangditimbulkan. akhirnya aku biarkan dia menciumi, menjilat danmengulum jari-jari kakiku. Aku merasa, geli, tersanjung dansekaligus terpancing untuk terus melanjutkan kenikmatan ini.Bibirnya kini tengah sibuk di betisku yang menurutnya sangatindah itu. Mataku terbelalak ketika kurasakan perlahan tapipastibibirnya makin bergerak keatas menyusuri paha bagiandalam ku. Rasa geli dannikmat yang ditimbulkan membuat akulupa diri dan tanpa sadar secara perlahan pahaku terbuka.Steve dengan mudah memposisikan tubuhnya diantara keduapahaku. Pertahananku benar-benar runtuh ketika Stevemenyapu-nyapukan lidahnya dipangkal-pangkal pahaku. Akuberteriak tertahan ketika Steve mendaratkan bibirnya diatasgundukan vaginaku yang masih terbungkus celana dalam.Tanpa memperdulikan adanya celana dalam Steve terus melumatgundungkan tersebut dengan bibirnya seperti dia sedangmenciumkum. Aku ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.