peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


tukar.pasangan.peperonity.net

Orgasme dengan Bertukar Pasangan 08

Orgasme dengan Bertukar Pasangan 08

Selesai itu semua, kami sama-sama bangkit. Aku tepuk-tepuk pipi Irfan.
'Aku terkesan banget Fan.. Kamu kreatif banget sihh..'.
Kemudian sama-sama istirahat. Ketika saat makan malam tiba, istriku pesan makanan lengkap dari room service. Malam itu kami serasa pesta, beragam makanan, minuman dan buah tersaji dalam kamar, dan dengan tetap telanjang kami menyantap sama-sama.

Irfan setuju malam itu nginap bertiga di kamar. Ini ide istriku yang pasti dengan maksud erotis. Dan kami semua menyambut dengan senang. Aku sendiri berpikir, kemungkinan menjilati bokong Irfan yang seksi itu. Siapa tahu?!
Selesai makan aku pesan bir 2 botol. Irfan senang juga minum bir. Kemudian kami ngobrol macam-macam. Sampai soal perang Iraq yang dilancarkan Amerika.

Suasana jeda itu nggak bertahan lama, istriku kembali menunjukkan kegatalannya. Dengan duduk di lantai kamar hotel ini, dia raihnya kontol Irfan yang masih loyo itu, dikulum-kulumnya.
'Uh uh uh.. lihat pa.. Dia nggak sunat paa.. lihat nihh',
sejak awal dalam hal sikap birahi aku berada di sisi istriku dimana Irfan menjadi obyek bersama kami. Saat istriku menunjukkan kulup besar yang membungkus kepala kontol Irfan. Sementara aku sungguh takjub, kontol yang masih loyo itu sudah menunjukkan ukurannya yang luar biasa. Dalam keadaan tidur saja panjangnya nggak kurang dari 12 cm.

Istriku terus mempermainkan kulup Irfan. Sebentar di tariknya hingga merekah menampilkan jamurnya yang tersobek oleh celah lubang kencingnya. Dia jilat-jilat lubang kencing itu. Dan tanpa sadar jakunku naik turun menelan ludah. Irfan sendiri bersikap masa bodoh, dia asyik menuang birnya ke gelas dan meminumnya. Istriku tidak berhenti. Dia cium dan jilati betis Irfan, lututnya, pahanya. Dengan setengah bangun di juga gigiti dada gempal putih si Irfan ini, kemudian puting-putingnya. Sementara itu jakunku berkali-kali naik turun menelan air liurku sendiri.

Pelan-pelan kontol Irfan bangun juga.
'Ayyoo Fan kamu layani tuh tante'.
Aku mendorong Irfan (terselip minatku untuk ikutan nimbrung nanti). Irfan berdiri bergerak ke ranjang, merebahkan tubuhnya, telentang di sana. Istriku menyusul langsung menggeluti kontolnya. Istriku berada diantar paha Irfan. Mukanya dibenam-benamkan ke selangkangan Irfan yang putih bersih itu. Uhh.. Aku lihat bagaimana istriku yang penuh kegilaan ini menyedoti segala macam yang berada di kawasan selangkangan Irfan.

Bermenit-menit berlangsung. Aku sendiri akhirnya sangat tergerak untuk mendekat, menyaksikan bagaimana ekspressi wajah istriku pada saat kegilaannya datang itu. Matanya setengah merem, hitam matanya ke atas hingga putihnya nampak lebih banyak. Lidahnya tak henti-hentinya menjilat, menisiri batang tegar, kokoh, gede, panjang dan megkilat-kilat itu. Bungkus kontolnya tidak lagi nampak. Kontol yang sangat nagceng itu meninggalkan bungkus kulupnya tepat di belakang bonggol jamur merekahnya.

Aku dengar bagaimana Irfan mendesah-desah. Dia merintih dan meracau.
'Enak oomm, enak tantee.. Ooomm.. tantee.. aku entot istrimu ya oomm, aku entotin istrimuu ya oomm..',
Rupanya kehadiranku sebagai suami istriku ini sangat membantu mendongkrak nafsu birahinya. Aku jadi ingat yang dia adalah pengkhayal. Kali ini kahayalan ngentot istri orang didepan suaminya sendiri terlaksana. Dia menngelinjang semabari menaik-naikkan pantatnya, mendorong kontolnya agar istriku mengisep-isepnya lebih dalam lagi. Dan itu disambut istriku dengan penuh nafsu pula.

'Aku entotin binimu yaa.. aku entotin dia yaa.. Kamu lihat yaa.. binimu akan keenakan nihh.. ',
racau Irfan ini benar-benar merangsangku. Ingin rasanya aku terjun tapi, aku.. ah nggak lucu ahh..
'Lihat nihh oomm.. Kontolku oomm.. entar kalau keluar pejuhku omm jilat-jilat yaa..oomm',
ternyata Irfan sendiri meracau dengan mata setengah tertutup untuk lebih menikmati landaan birahinya.

Sesudah ucapannya yang terakhir itu dia bangkit. Dia seret istriku ke atas kasur. Dia telentangkan dan dia kangkangkan pahanya lebar-lebar. Dia akan mulai melakukan penetrasi. Kontolnya yang telah ngaceng maksimal itu dipegang dan diarahkannya ke memek istriku. Tentu istriku menyambut dengan sngat gembira. Dia raih pula kontol Irfan, kemudian dituntunnya menuju luang kemaluannya. Dan tak lama, bless.

Uuhh uhh.. bukan main.. Aku terbengong-bengong.. Kontol segede pisang tanduk itu amblas ditelan memek istriku. Aku lihat secara langsung bagaimana klitoris istriku membelah membuka kesempatan bonggol jamur si Irfan mendesak lubang vagina hingga melesak dan sekaligus membuat bibir klitoris itu ikut terbawa melesak. Hal demikian hanya terjadi dikarenakan kontol si Irfan itu kelewat gede.

Dan lihat, demikan pula saat ditarik, batangan kontol itu juga membawa kembali bibir klitoris itu. Demikian akan terjadi berulang-ulang, puluhan kali, bahkan mungkin ratusan kali. Dan apa yang terjadi? Setiap sodokkan dan tarikan yang sesesak itu dengan sendirinya akan menggerusi dinding vagina yang dipenuhi saraf-saraf peka birahi istriku. Dan itulah yang menyebabkan istriku bisa berteriak-teriak histeris ditimpa kenikmatan yang tak terhingga. Pada saat itu malu, sungkan, takut atau khawatir sudah tak ada lagi. Pada saat macam itu hanya satu tujuannya. Orgasme.

Tuh, dengar, istriku langsung berteriak mengaduh. Bokongnya langsung menggoyang-goyang menahan kegatalan yanga amat sangat. Sementara itu si Irfan tidak menunggu lagi. Dia genjotnya kemaluan istriku dengan kontol gedenya itu. Dia tusukkan hingga ke dasarnya. Mentok habiss!!

Aku saksikan bagaimana istriku menerima entotan itu. Goyang pantatnya yang melampiaskan gatal birahinya, mengimbangi tusukkan-tusukan bertubi tanpa jeda dari kontol Irfan. Pada kesempatan itu aku yang menyaksikan istriku dientot orang ini ikut sibuk dan blingsatan nggak keruan. Kesana, kemari kesana, kemari mencari sudut pandang yang paling erotis.

Dan pada saat itulah aku lihat pantat telanjang si Irfan. Dengan posisinya yang di atas itu, aku saksikan pantat yang putih bersih itu mempertontonkan lubang duburnya. Uhh.. Warnanya kemerahan, rapet.. Pinggirannya nampak kerutan yang mengarah ke pusat lubang. Saking menariknya lubang dubbur itu, nggak tahu, aku sangat pengin menciuminya, menjilatinya..

Dan dengan lenguh serta desah yang nggak bisa aku kendalikan, aku nekad mendekat ke bokong Irfan, dan kubenamkan wajahku ke pantatnya, lidahku langsung menjilati lubang itu. Aroma pantat Irfan yang langsung menyergapku memacu nafsuku makin tinggi. Aku ikut menggila. Dan ketika aku rasakan ada yang merengkuh kepalaku agar terbenam lebih dalam lagi ke analnya, aku gembira banget, karena Irfan sendiri langsung menikmati perbuatanku. Aku semakin menggebu.

Berbagi racauan berebut dalam kamar sempit hotel itu. Dari mulut istriku, dari Irfan dan dari aku. Mungkin kalau aku bawa rekaman itu akan terdengar bagaimana suara orang sedang dilanda birahi yang secara histeris saling berebut tumpang tindih. Aku dengar istriku berteriak keras sekali, menandai datangnya orgasmenya. Dan pada akhirnya aku juga dengar Irfan berteriak pula saat spermanya ber-liter-liter tumpah di lubang vagina istriku. Aku sendiri menunggu kesempatan.

Saat sperma Irfan tumpah itu, aku sepertinya lega.. Aku langsung menyusup kebawah selangkangan Irfan dan di selangkangan istriku. Aku siap untuk menjilati cairan kental yang kedua sore/malam ini. Dan begitu Irfan roboh kesamping tubuh istriku, bibir dan lidahku langsung menyambut vagina istriku. Kembali lidahku menari-nari ngebor. Cairan kental itu aku korek dengan lidahku kemudian kusedot. Di dalam mulutku kukenyam-kenyam sesaat untuk kemudian mengalir ketenggorokanku, kutelan. Hal itu kulakukan hingga kandungan sperma Irfan benar-benar nggak ada lagi yang tersisa.

Menjelang habisnya sperma di memek istriku aku melirik pada kontol Irfan yang terkulai di samping istriku. Kulihat disitu kontolnya masih penuh dilumuri spermanya. Aku nggak lagi menahan diri. Kusamperi dan kuraih kontol Irfan. Dan kujilatinya hingga semua sperma yang nempel musnah aku sedot dan telan masuk perutku. Dan sekali lagi, tangan Irfan merengkuh kepalaku. Mengelusi rambutku. Dia sangat senang dengan perlakuanku pada kontonya itu. Tentu itu merupakan tambahan kenikmatan yang diberikan Irfan padaku.

Istriku memperhatikan pada seluruh apa yang saya lakukan itu.
'Paa.. papa puas juga khan..? Papa senang yaa.. sperma Irfan enakk yaa paa..??'.
Bagiku kata-katanya itu sudang sangat cukup. Dia menerima kelainanku. Atau setidak-tidaknya, kelainanku ini akan menunjang kelainan dia pula. Wwwoo..

Peristiwa semacam kami ulangi lagi tengah malam. Istriku yang terbangun pada jam 3 dini hari, dia mulai membongkar selimut yang menutupi kontol Irfan. Dia mengemotinya hingga Irfan terbangun. Sesudah ngaceng banget Irfan kembali menindih istriku, dia mulai ngentoti istriku. Pada saat itu istriku menepuk-nepuk kakiku. Saat aku terbangun Irfan langsung.
'Ayyoo oom.. ciumin lagi pantat Irfan.. biar nafsu nihh..',
ajaknya yang membuat kontolku langsung ngaceng. Dengan mengucek-ucek mata aku bangun, diam sesaat untuk menyesuaikan diri.

Tangan Irfan bergerak nggak sabaran meraih-raih kepalaku. Ditarik-tariknya kepalaku kearah bokongnya. Aku jadi nafsu banget. Aku lakukan lagi persis seperti yang aku lakukan tadi sore. Mungkin bagi kami bertiga adegan sore tadi masih memiliki nilai sensasi yang tinggi. Terbukti pengulangan ini kami lakukan dengan penuh semangat dan birahi sebagaimana sore tadi pula. Pagi itu kami nggak tidur lagi.

Pada kesempatan berikutnya istriku masih sempat mendapat siraman kencing Irfan. Dan aku berinisiatif sesuai dengan dorongan birahiku, mengeringkan tubuh istriku dari air kencing Irfan dengan lidahku. Baunya yang pesing sangat mendongkrak imajinasi seksualku. Pada kesempatan itu, tanpa kusentuh, semata-mata karena tertindih ke kasur, aku mengalami ejakulasi. Spermaku muncrat. Irfan tersenyum melihat ulahku. Menghabiskan waktu sambil menunggu hari terang, kami ngobrol, pesan sarapan dan menonton TV. Beberapa jam ke depan Amerika akan menyerang Iraq.

Peristiwa ke-3

Ketika mengantar belanja ke Carrefour, tiba-tiba istriku berbisik,
'Paa.. aku pengin lelaki yang tuaan macam papa gituu..'.
Aku langsung ngerti maunya..,
'Yang macam mana..?', aku menunjuk ke banyak orang yang lalu lalang..,
'Ah pokoknya yang tuaan.. terserah papa.. Khan biasanya kalau tuaan lebih sabar.. Pengalaman.. Bisa cerita macam-macam..',
hoo kemajuan juga rupanya selera istriku. Yaa, inilah yang disebut 'inovasi', Seks memang menuntut adanya inovasi. Bahkan kalau bisa inovasi terjadi terus menerus.



This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.