peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


zedt03.peperonity.net

qqqq

. Cerita Sedih

Agak lama kami saling berdiam diri dalam posisi seperti ini, kini nafas kami sama sama mulai teratur. Tapi kami masih berpelukan dengan mesra, dengan posisi tubuhku yang menindih Cie Stefanny. Sesekali aku mencium bibir Cie Stefanny yang cuma bisa pasrah menghadapi kenakalanku ini. Tapi setiap ciumanku selalu berbalas, dan aku menikmati belaian tangan Cie Stefanny pada rambutku dan juga punggungku.

“Eliza… sekarang kamu mau cerita nggak, kenapa kamu hari ini jadi nakal seperti ini dan mengajak Cie Cie bercinta?”, tanya Cie Stefanny dengan lembut sambil menyibakkan sebagian rambutku yang tergerai jatuh menutup keningku.

Aku mengangkat kepalaku, dan mengecup bibir Cie Stefanny dengan mesra sebelum aku beranjak dari tubuh Cie Stefanny dan berbaring di sisi kiri Cie Stefanny. Sempat aku menerawang sejenak, baru kemudian aku menoleh ke kanan menatap Cie Stefanny.

“Tadi, yang Eliza pulang telat itu… waktu Cie Cie memeluk Eliza…”, aku menguatkan hatiku dan mulai bercerita.

Cie Stefanny tersenyum manis sekali, tapi ia menatapku dengan sungguh sungguh, terlihat sekali kalau ia siap untuk mendengarkan semua ceritaku.

“Eliza nggak pakai bra, Cie”, aku menunduk, ingin sekali menyembunyikan wajahku di belahan dada Cie Stefanny.

“Jadi, tadi itu terasa sekali tekanan dari payudara Cie Cie di sini…”, kataku pelan sambil menggerakkan tangan kiriku untuk menunjuk ke arah puting payudaraku.

Cie Stefanny tertegun menunggu kelanjutan ceritaku, sedangkan aku dengan perasaan yang campur aduk meneruskan ceritaku.

“Eliza tadi nggak pakai bra, soalnya tadi waktu di tempat tambal ban…”, aku memejamkan mata dan mulai menangis.

“Sayang, kalau kamu nggak mau cerita… jangan dipaksa”, bisik Cie Stefanny lembut dan memelukku dengan sayang.

“Eliza diperkosa Cie…”, aku berkata di antara tangisku. ©kisahbb

“Oh… sayang…”, kata Cie Stefanny sambil memelukku, dadanya Cie Stefanny berguncang karena sekarang Cie Stefanny juga menangis.

Aku jadi semakin sedih. Kubenamkan wajahku di belahan dada Cie Stefanny, lalu aku menangis sejadi jadinya. Hatiku pedih sekali mengingat nasibku yang sedemikian buruk ini, berkali kali jatuh ke dalam pemerkosaan oleh berbagai orang, tanpa bisa berbuat apa apa.

Memang aku selalu orgasme dalam setiap perkosaan yang menimpaku, tapi itu lebih karena aku berusaha untuk tidak makin menyakiti hatiku dan membuang pikiran kalau aku ini sedang diperkosa. Toh rela ataupun tidak, tak ada yang bisa kulakukan dan aku tetap akan diperkosa. Maka daripada aku makin tersiksa, aku memilih pasrah memberikan tubuhku, bahkan aku cenderung berusaha menikmatinya.

Akibatnya aku malah selalu terangsang dan orgasme di tangan para pemerkosaku, bahkan tak jarang aku mempermalukan diriku di hadapan mereka. Sudah berkali kali tubuhku bergerak di luar kendaliku untuk memuaskan hasrat tubuhku sendiri saat aku ditenggelamkan dalam lautan kenikmatan oleh para pemerkosaku, membuatku benar benar terlihat seperti perempuan yang kegatalan atau haus seks, dan juga membuatku tak beda dengan pelacur. ©kisahbb

Tapi kalau dalam keadaan tenang dan akal sehatku berjalan seperti ini, tetap saja aku merasa sedih sekali merenungkan keadaanku. Entah sudah sekotor apa diriku ini, yang sudah berkali kali dinodai siraman sperma dari para pemerkosaku. Aku makin sedih dan tangisanku semakin menjadi. Entah berapa lama, belaian lembut Cie Stefanny pada rambutku perlahan membuatku menjadi tenang kembali.

Setelah kami berdua sama sama bisa menguasai diri, aku membenamkan wajahku di belahan dada Cie Stefanny.

“Eliza…”, kata Cie Stefanny sambil membelai rambutku.

Aku menumpahkan semua isi hatiku dan mulai menceritakan pada Cie Stefanny, bagaimana aku harus kehilangan keperawananku karena diperkosa ramai ramai di UKS, kemudian sopir dan dua pembantuku yang jadi keranjingan menikmati tubuhku.

Aku tidak menceritakan tentang pemerkosaan yang menimpaku di rumah Jenny, karena aku tak ingin menyangkutkan Jenny yang waktu itu dibantai bersamaku. Aku juga memilih tak menceritakan kekurangajaran tukang sapu di sekolah baletku ataupun perselingkuhan Cie Elvira. Aku hanya menceritakan pertama kalinya aku merasakan berciuman dengan seorang wanita, yaitu Cie Elvira.

“Jadi sejak itu kamu jadi suka sama sesama wanita ya”, goda Cie Stefanny.

“Yee… Cie Cie jahat… enggak Cie, belum”, kataku sambil meleletkan lidah.

“Jadi sejak kapan kamu jadi begini?”, tanya Cie Stefanny dengan cukup penasaran. ©kisahbb

“Ada teman sekolah Eliza, Cie. Namanya Sherly. Orangnya cantik sekali, dan suatu hari waktu Eliza ngembalikan buku ke rumahnya, tiba tiba dia menciumi Eliza…”, kataku sambil senyum senyum sendiri.

“Anak nakal… jadi sekarang Cie Cie kamu jadikan korban pelampiasanmu ya…”, kata Cie Stefanny gemas sambil mencubit kedua pipiku. (kisah bb)

“Auww… ampun Cie…”, aku merintih manja.

“Abisnya Cie Cie cantik sih…”, kataku sambil menatap nakal pada Cie Stefanny sambil memegangi kedua pipiku yang terasa panas akibat cubitan Cie Stefanny.

Cie Stefanny mengecup kedua mataku mesra, dan aku memejamkan mataku menikmati cumbuan guru lesku yang cantik ini.

“Nah, lebih parah lagi, suatu hari itu Eliza, Jenny, Sherly, juga tiga teman Eliza yang lain berlibur. Pertama itu Sherly yang nggodain dan menciumi Eliza, dan Eliza cuma bisa pasrah. Tapi Eliza nggak nyangka kalau Jenny melihat semua itu. Dan waktu kami pulang liburan, Jenny juga ikut ikutan menciumi Eliza. Yah… akhirnya Eliza jadi seperti ini Cie”, kataku sambil terus menatap Cie Stefanny

Sekali ini Cie Stefanny sudah tak lagi canggung dan mau balas menatapku dengan mesra selagi aku menceritakan bagaimana aku bermesraan habis habisan dengan Sherly di vila, kemudian saling melumat bibir dengan Jenny di depan rumahnya, dan dari awal yang canggung, aku jadi terbiasa untuk bermesraan dengan kedua temanku ini.

“Terus, kenapa tiba tiba kamu mengajak Cie Cie bercinta… Cie Cie kan nggak melakukan apa apa selain memeluk kamu…”, tanya Cie Stefanny yang masih penasaran.

“Kalau puting payudara Cie Cie ditekan seperti ini…”, kataku sambil beranjak duduk lalu menekan kedua puting payudara Cie Stefanny yang masih menyembul itu.

“Sshhh…”, Cie Stefanny mendesah pelan.

“Nah gitu deh Cie, terus yang menekan punya Eliza tadi itu cewek yang cantik seperti Cie Cie. Apalagi Cie Cie terlihat sexy dengan rambut sedikit basah tadi, ya udah…”, kataku sambil mendekatkan wajahku ke wajah Cie Stefanny, lalu aku balas mengecup kedua matanya.

“Mmmh… kamu ini nakal ya… Tadi itu Cie Cie sampai kaget setengah mati waktu kamu menciumi dan menerkam Cie Cie seperti itu. Untungnya yang memperkosa Cie Cie itu cewek yang cantik seperti kamu, jadi Cie Cie rela deh…”, kata Cie Stefanny sambil tersenyum manis.

“Cie Cie baru pertama kali ya digodain cewek?”, tanyaku mencoba menebak.

“Bukan cuma pertama kali digodain cewek. Selama ini Cie Cie cuma tahu tentang orgasme wanita dari membaca artikel di majalah kesehatan ataupun internet, tapi baru tadi itu Cie Cie merasakan bagaimana rasanya orgasme, sayang”, kata Cie Stefanny sambil menggigit bibirnya. ©kisahbb

“Ohh… tapi Cie Cie… oh nggak kok, tadi nggak ada darah”, aku sempat merasa ngeri kalau kalau ternyata tadi itu aku merenggut keperawanan Cie Stefanny, tapi aku ingat tak ada bekas darah di jariku, ataupun rasa amis darah ketika aku menyeruput cairan cinta dari liang vagina Cie Stefanny tadi.

“Cie Cie udah nggak virgin kok sayang… Valentine Day tahun ini, Cie Cie sudah pernah bersetubuh, lebih tepatnya dipaksa…”, kata Cie Stefanny sambil menerawang.

“Ko Melvin ya, Cie?”, aku bertanya dengan hati hati.

“Iya… Melvin memaksa Cie Cie, merayu Cie Cie, pokoknya segala macam cara dan alasan dia pakai, sampai akhirnya Cie Cie luluh, lagipula waktu itu Cie Cie juga takut kehilangan Melvin”, kata Cie Stefanny datar, tapi kurasakan kesedihan dalam suara Cie Stefanny.

Aku memeluk Cie Stefanny, ingin sekali aku mengurangi kesedihan Cie Stefanny.

“Setelah Melvin berhasil membuat Cie Cie menyerahkan tubuh Cie Cie, Melvin ninggalin Cie Cie begitu saja. Ditelepon selalu sibuk, di SMS nggak pernah dibalas, kalau ketemu di kampus selalu menghindar, pokoknya Melvin itu jelas jelas menunjukkan kalau dia menghindari Cie Cie… dan sudah nggak mau berhubungan lagi dengan Cie Cie…”, kata Cie Stefanny, sekali ini air matanya meleleh dan Cie Stefanny mulai terisak pelan.

“Akhirnya Cie Cie menyerah, lalu Cie Cie memutuskan hubungan dengan Melvin. Sakit rasanya, Eliza. Tapi itu adalah yang terbaik”, kata Cie Stefanny dengan suara serak.

Aku tak tahu harus berkata apa, perasaanku benar benar campur aduk. Di satu sisi aku amat membenci perbuatan Ko Melvin yang sangat egois itu, sedangkan di sisi lain aku merasa harapanku semakin besar bisa terkabul, untuk mendekatkan Cie Stefanny dengan kokoku. Tapi saat ini, aku hanya bisa ikut sedih dan menangis bersama Cie Stefanny.

Aku terus memeluk Cie Stefanny sampai akhirnya Cie Stefanny mulai tenang kembali. Sementara itu aku diam dan merenung. Apakah semua laki laki seperti itu? Apakah Andi juga akan seperti itu?

Beberapa saat kemudian, akhirnya Cie Stefanny sudah bisa menguasai dirinya, lalu mulai melanjutkan ceritanya.

“Belum lagi hilang sakit hatinya Cie Cie ini, hampir sebulan kemudian…”, keluh Cie Stefanny dan menceritakan tentang Caroline, adik perempuan Cie Stefanny yang baru saja berumur 20 tahun, dan masih kuliah semester V di universitas ternama di Surabaya. ©kisahbb

“Malam itu Cie Cie keluar kamar, mau ambil minuman di kulkas. Dan waktu itu Cie Cie melihat Caroline berjalan menuju pintu belakang. Penasaran, Cie Cie ke balik pintu dan mengintip apa yang akan dilakukan Caroline. Waktu Cie Cie melihat Caroline masuk begitu saja ke dalam kamar para pekerja mebel di rumah Cie Cie, rasanya jantung Cie Cie ini seperti berhenti”, Cie Stefanny menghentikan ceritanya sebentar dan memandangku sambil menarik nafas panjang.

“Cie Cie mendekat dan mengintip dari jendela kamar itu. Di dalam sana, Cie Cie melihat Caroline digumulin empat pekerja itu, shock rasanya melihat semua itu Eliza…”, kata Cie Stefanny yang kini jadi menerawang, seperti sedang membayangkan dan mengingat kejadian itu dalam pikirannya.

“Cie Cie akhirnya masuk ke dalam kamar Caroline, dan duduk di ranjangnya menunggu dia kembali. Satu jam baru akhirnya Caroline masuk, dan Cie Cie langsung bertanya tentang apa yang Cie Cie lihat itu. Dan Caroline… dia menangis dan menceritakan semuanya… Awal tahun ini, dua minggu setelah Caroline berulang tahun ke 20, ganti Cie Cie yang berulang tahun…”, Cie Stefanny menunduk sejenak, tapi aku bisa melihat ekspresi wajahnya yang sendu.

“Cie Cie nungguin Caroline, ingin mengajaknya makan kue ulang tahun pemberian Melvin, tapi Caroline malah pulang tengah malam dari dugem, dalam keadaan setengah mabuk lagi”, Cie Stefanny kembali menarik nafas panjang, sekali ini kesedihan yang amat dalam kembali terpancar dari wajahnya yang cantik.

“Caroline… kamu anak bodoh…”, Cie Stefanny mengeluh dan mulai terisak. (kisah ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.